SAUH BAGI JIWA
Si Pendurhaka
Bacaan Alkitab Harian –
“…yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tesalonika 2:4)
“…yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tesalonika 2:4)
Dalam kehidupan sehari-hari, kata ‘durhaka’ biasanya dipakai untuk menjelaskan suatu sikap atau tindakan membangkang, tidak taat, atau tidak menghormati seseorang. Dalam lingkungan keluarga, kata ‘durhaka’ dapat juga diartikan seperti melawan, membentak, merendahkan orang tua, mengabaikan nasihat yang baik, tidak peduli pada orang tua–pada intinya perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti hati orang tua, baik dalam sikap maupun perkataan. Tentu, sikap ini bukanlah sebuah sikap yang baik dan kita harus menjauhinya.
Di dalam surat Tesalonika pasal yang ke-2, Alkitab juga membicarakan tentang seorang pendurhaka. Dikatakan bahwa si pendurhaka itu duduk di bait Allah. Seseorang yang duduk di bait Allah adalah orang yang sudah percaya kepada Allah, orang yang dekat dengan-Nya, dan orang yang selalu taat beribadah menjalankan kewajiban keagamaannya. Tapi mengapa orang ini dapat dikatakan sebagai pendurhaka?
Dikatakan karena ia “mau menyatakan diri sebagai Allah.” Itu berarti orang tersebut meninggikan dirinya di hadapan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa semua kegiatan keagamaan yang dilakukan bukan bertujuan untuk memuliakan Allah. Semua hal itu dilakukan tidak lain untuk memuliakan dirinya sendiri. Inilah mengapa orang tersebut disebut sebagai orang yang pendurhaka. Sikap durhaka ternyata tidak hanya dapat dilihat secara terang-terangan dari luar, namun dapat muncul dalam bentuk keangkuhan rohani yang tidak terlihat secara langsung. Meskipun begitu, Tuhan dapat melihatnya.
Kiranya hal ini dapat menjadi bahan renungan kita pada hari ini. Sebagai orang percaya, kita dapat berubah menjadi orang yang durhaka di hadapan Allah, yaitu ketika kita berusaha untuk meninggikan diri kita. Kita tahu kita harus beribadah kepada Tuhan, namun apakah semua yang kita lakukan itu benar-benar untuk kemuliaan nama Tuhan? Atau apakah sesungguhnya justru semuanya itu hanya untuk diri kita sendiri–untuk mencari nama ataupun keuntungan? Begitu pula ketika kita melakukan pelayanan. Kiranya kita melakukannya dengan hati yang tulus; bukan demi kepentingan pribadi, melainkan untuk meninggikan dan memuliakan nama Tuhan.
Hendaknya Tuhan-lah yang harus semakin dipermuliakan atas segala sesuatu yang kita kerjakan. Seperti firman Tuhan yang tercatat dalam Kitab Yohanes 3:30, Tuhan Yesus harus semakin besar dan kita harus semakin kecil. Semangat inilah yang seharusnya ada di dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya, agar hidup dan pelayanan kita dapat berkenan di hadapan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Tesalonika 2:1-12
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan
1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
5 Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?
6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ