SAUH BAGI JIWA
Yang Terkecil tapi Berguna
“Tetapi jawab Saul: ‘Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?’” ( 1 Samuel 9:21)
“Tetapi jawab Saul: ‘Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?’” (
Apabila kita ingin berlibur, salah satu destinasi wisata yang mungkin kita akan kunjungi adalah pantai. Di sana, kita akan melihat keindahan dan keajaiban alam yang telah Tuhan ciptakan, seperti laut biru dan hamparan pasir. Meskipun butiran pasir begitu kecil dan mungkin kita pikir tidak berharga, ternyata apabila pasir tidak ada, maka hal tersebut dapat berdampak dengan sangat signifikan bagi ekosistem.
Tanpa pasir, pantai menjadi lebih rentan terkena abrasi (pengikisan pantai oleh gelombang laut) dan kemungkinan erosi tanah meningkat. Tanpa pasir, beberapa spesies hewan juga akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan mereka. Selain itu, ternyata pasir juga digunakan sebagai bahan utama produksi kaca, elektronik, dan beton. Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa walaupun pasir itu kecil, tapi pasir itu sangat berguna.
Saul lahir dari suku Benyamin–suku paling kecil di Israel, dan keluarganya adalah juga yang paling kecil di kalangan suku Benyamin. Saul sendiri pun sempat merasa tidak berharga dan kecil ketika dia berbincang dengan Samuel. Namun, dia dipilih TUHAN untuk menjadi seorang raja Israel.
Pada hari ini, mungkin kita pernah merasa seperti Saul, yaitu merasa kecil dan tidak berharga. Jika dibandingkan dengan orang lain, kemampuan kita dan semua yang kita miliki terasa kalah jauh dari kepunyaan orang lain. Atau mungkin kita juga terkadang direndahkan oleh orang lain karena kita dianggap sebagai ‘orang kecil’ yang tidak bisa apa-apa.
Sebenarnya, kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain karena setiap orang diberikan talenta sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal yang penting untuk kita miliki adalah hati yang sungguh-sungguh ingin melayani Tuhan. Apakah kita mau menggunakan apa yang kita miliki untuk Tuhan?
Kita bisa melihat contoh yang baik dalam diri Samuel. Samuel adalah seorang pelayan Tuhan yang telah melayani Tuhan sejak dia masih kecil (1 Sam 2:18). Dia melaksanakan tugasnya dengan setia, dan dia dipakai Tuhan dengan begitu luar biasa untuk memimpin bangsa Israel.
Marilah kita belajar untuk mendengarkan dan menaati firman Tuhan agar karakter kita bertumbuh menjadi berkenan kepada Tuhan, seperti Samuel yang bertumbuh dan mempunyai telinga yang peka terhadap instruksi Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi hidup bagi orang lain agar mereka dapat percaya kepada Tuhan.
Meskipun kita terlihat atau merasa seperti orang yang kecil, kita mau tetap percaya bahwa kita masih bisa bekerja bagi Tuhan. Tuhan tidak melihat kita dari luar, tapi Dia melihat hati kita. Tuhan juga telah memanggil kita untuk melakukan firman-Nya, maka mari kita bersikap peka terhadap panggilan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 13-14 Juni 2026
1. Bacalah renungan “YANG TERKECIL TAPI BERGUNA”
2. Pikirkanlah apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki untuk Tuhan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar setiap anggota keluarga dapat melayani Tuhan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.