SAUH BAGI JIWA
Hamba yang Setia
Bacaan Alkitab Harian –
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Matius 24:46)
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Matius 24:46)
Setiap akhir tahun adakalanya perusahaan-perusahaan melakukan penilaian kinerja karyawan. Penilaian tersebut berupa kegiatan menilai dan mengevaluasi pencapaian, kemampuan, dan melihat perkembangan kerja karyawan. Dari situ perusahaan dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki tiap karyawan dan dapat mengukur produktivitas mereka selama bekerja. Bila hasilnya memuaskan, maka karyawan bisa diajukan untuk naik jabatan atau mendapat penghargaan lainnya. Dan bila kurang dari tolok ukur yang diharapkan, bisa saja karyawan itu mendapat sanksi, bahkan diberhentikan.
Demikian juga dalam perkara rohani. Kita selalu dituntut untuk bertanggung jawab melaksanakan tugas dengan baik. Sanksi yang diberikan juga jauh lebih berat daripada di perusahaan duniawi.
Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang hamba yang setia dan bijaksana dan juga hamba yang jahat. Mereka dipercaya oleh tuannya melaksanakan tugas selama tuannya pergi. Hamba yang setia melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia bijak karena dapat mengelola seluruh rumah dan siap sedia menyambut tuannya datang. Ketika tuannya melihat segala pekerjaannya, maka tuan itu mengangkatnya menjadi pengawas segala miliknya.
Tetapi hamba yang jahat berpikir bahwa tuannya tidak datang-datang, ia mengira bahwa tuannya akan menunda perjalanan pulangnya. Lalu mulailah ia memukuli hamba-hamba yang lain dan bermabuk-mabukkan. Ketika tuannya pulang dan melihat perbuatannya, maka tuannya itu akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
Betapa beratnya sanksi yang diberikan Tuhan kepada orang yang tidak bertanggung jawab dalam pelayanan, bersikap sewenang-wenang, tidak menjaga kekudusan, dan tidak bersiap menyambut kedatangan tuannya seperti hamba yang jahat. Bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga kehilangan hidupnya.
Melayani Tuhan menuntut kita untuk bertanggung jawab dan bersikap setia. Menjadi hamba yang setia perlu kesabaran dan iman yang teguh. Seperti Musa, Alkitab mencatat bahwa Musa adalah seorang hamba yang setia (Bil. 12:7). Memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir adalah perkara yang berat, ditambah ancaman musuh dan bangsa Israel yang sering bersungut-sungut, tentu sangat melelahkan. Namun sampai akhir hidupnya, Musa tetap bertahan dalam pelayanannya. Sungguh teladan yang luar biasa. Kiranya Tuhan memimpin kita menjadi hamba yang setia dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Terpujilah nama Tuhan. Haleluya.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat
45 ”Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ