SAUH BAGI JIWA
Kesadaran Akan Dosa
“Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (Mazmur 51:5)
“Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (Mazmur 51:5)
Mazmur di atas adalah ungkapan rasa penyesalan Daud atas dosa yang telah dilakukannya. Sekalipun berstatus sebagai seorang raja, Daud sama sekali tidak merasa malu, bahkan dengan terus terang dan penuh rasa penyesalan yang mendalam, dia mengakui dosanya di hadapan Tuhan. Daud sungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan dan berharap Tuhan tidak meninggalkannya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Ezra. Ezra menyadari dan mengakui dosa yang telah diperbuat oleh umat Israel terhadap Allah. Ezra 9:6 mencatat, “Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.”
Manusia memang rentan terhadap dosa. Setelah percaya kepada Tuhan pun, kadang kala kita masih melakukan dosa. Di dalam kelemahan kita terhadap dosa, hal yang terpenting adalah kita harus memiliki kepekaan atau kesadaran atas dosa. Sebab hanya mereka yang menyadari bahwa dirinya telah berbuat dosa, yang dapat memiliki rasa penyesalan. Jika seseorang tidak tahu atau tidak menyadari bahwa dia telah berbuat dosa, dia tidak mungkin merasa menyesal. Dengan demikian, dia akan tetap berada dalam keadaan berdosa. Dia tidak akan mendapatkan pemulihan.
Sebaliknya seseorang yang menyadari bahwa dia telah berbuat dosa, akan mengakuinya di hadapan Tuhan dan memohon pengampunan-Nya, sehingga akhirnya dia akan mendapatkan pemulihan dari Tuhan. Seperti tertulis dalam
Hanya setelah mendapatkan pemulihan dari Tuhan, kita dapat melangkah maju, terutama dalam hubungan kita dengan Tuhan. Sebab Tuhan memberkati orang-orang-Nya yang benar, orang yang suci hatinya, dan orang yang berkenan kepada-Nya.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri dari waktu ke waktu. Periksalah diri kita, bertanyalah pada diri kita. Apakah kita telah melakukan suatu dosa atau pelanggaran terhadap perintah Tuhan? Apakah ada hal yang telah kita lakukan yang tidak berkenan kepada Tuhan?
Sekecil apa pun dosa itu, akuilah di hadapan Tuhan. Mohonlah pengampunan dan pemulihan daripada-Nya. Jangan menganggap remeh atau menunda-nunda. Jangan biarkan dosa mengganggu hubungan kita dengan Tuhan atau menghalangi berkat Tuhan bagi kita.
Kiranya kita dapat belajar dari Daud dan Ezra. Janganlah malu mengakui dosa kita dan kiranya kita dapat bersungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan, supaya kita dapat segera dipulihkan. Ketahuilah bahwa dosa itu seperti bola salju, yang bila dibiarkan dapat menjadi semakin besar. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 6-7 Juni 2026
1. Bacalah renungan “ORANG YANG TERPILIH”
2. Berikan contoh bagaimanakah caranya kita dapat melakukan “pembaruan rohani” seiring dengan pelayanan yang kita lakukan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat tetap bersemangat dalam pelayanan dan terus melakukan penyempurnaan rohani.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.