SAUH BAGI JIWA
Saul Diurapi Menjadi Raja
“Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: ‘Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri’” ( 1 Samuel 10:1)
“Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: ‘Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri’” (
Allah tentu memiliki tujuan dalam mengangkat seorang raja bagi orang Israel. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan umat-Nya dari tangan orang Filistin dan untuk memperhatikan sengsara umat-Nya. Walaupun sesungguhnya, mengangkat seorang raja menyakiti hati Allah, karena secara tidak langsung umat-Nya menolak TUHAN sebagai Raja mereka.
TUHAN mengangkat Saul sebagai raja pertama bagi bangsa Israel. Tentunya, TUHAN tidak memilih secara sembarangan. Dalam
Saul merendahkan dirinya di hadapan Samuel dengan mengatakan bahwa dia berasal dari suku terkecil dan kaumnya yang paling hina. TUHAN ingin Saul tetap memiliki kerendahan hati. Namun seperti halnya kemurnian hati, kerendahan hati juga dapat berubah ketika seseorang memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Hal itu juga dapat berubah ketika seseorang merasa lebih pintar, kuat, hebat, berprestasi dan ketika membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
Ketika terpilih, Saul diurapi dengan kuasa Roh TUHAN. Pengurapan ini memiliki makna, yaitu dia diperkenan dan dikhususkan oleh TUHAN untuk melakukan pekerjaan kudus. Selain itu dia juga diberikan kemampuan dalam melakukan pekerjaan kudus, seperti bernubuat layaknya seorang nabi. TUHAN mengasihi Saul melalui pengurapannya, sehingga dia dapat memimpin bangsa Israel. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa Saul tidak setia dalam menaati TUHAN dan dia tidak menjaga diri untuk terus melakukan penyempurnaan rohani.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu untuk menjaga hati kita agar tetap murni dan untuk merendahkan hati kita di hadapan Allah. Jauhkanlah diri kita dari dosa dan perlengkapkanlah diri kita dengan mendengar serta melakukan firman Tuhan. Kita juga dapat berdoa kepada Tuhan untuk menjaga hati kita tetap murni di hadapan-Nya.
Tuhan telah memberikan kita Roh Kudus (Luk 4:18). Seseorang yang telah diurapi oleh Tuhan harus menjaga diri agar hidup seturut dengan Roh Tuhan. Kita dapat merenungkan bahwa penyempurnaan rohani dalam diri kita jauh lebih penting daripada kemampuan kita, agar kita dapat hidup dengan kerendahan dan kemurnian hati di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan selalu menyertai kita di dalam perjalanan rohani kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 13-14 Juni 2026
1. Bacalah renungan “YANG TERKECIL TAPI BERGUNA”
2. Pikirkanlah apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki untuk Tuhan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar setiap anggota keluarga dapat melayani Tuhan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.