Satu Gereja

Bagaimanakah Anda Memilih Gereja?

Apabila Anda ingin beribadah di suatu gereja, Anda mungkin bertanya-tanya: Gereja yang mana? Mengapa harus Gereja Yesus Sejati? Apakah pengaruhnya pilihan gereja yang diambil?

Banyak orang menganggap tidak ada pengaruhnya, karena semua gereja percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sebagian besar orang Kristen berkeyakinan bahwa sebagai tubuh Kristus, gereja-gereja mungkin menekankan doktrin yang berbeda-beda, tetapi itu semua hanyalah ungkapan-ungkapan berbeda dari iman yang sama. Dan ketika gereja-gereja bersatu di dalam nama Yesus, orang percaya akan menjadi anggota tubuh Kristus, apa pun gereja tempat ibadahnya. Jadi walaupun secara jasmani ada banyak gereja, tetapi hanya ada satu “gereja yang tidak terlihat” yang rohani.

Tetapi kalau pemikiran ini benar, mengapa ada banyak gereja yang berbeda-beda? Sejarah menyatakan bahwa Kekristenan terpecah-pecah justru karena persoalan-persoalan doktrin sangatlah penting, sehingga ketidaksepakatan pada doktrin menyebabkan perpecahan. Jadi usaha apa pun untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan mendasar ini tidak menjawab kenyataan adanya perbedaan-perbedaan di antara gereja-gereja Kristen.

Menghadapi masalah ini, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penting: Apakah Yesus mengakui seluruh “gereja-gereja” ini sebagai tubuh-Nya? Bagaimanakah kita tahu gereja yang manakah yang sungguh-sungguh merupakan tubuh Kristus? Dan lebih penting lagi, bagaimanakah kita bisa yakin bahwa kita ada di dalam tubuh Kristus? Setelah kita memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, barulah kita dapat mengetahui ke manakah seharusnya kita beribadah.

Konsep Ketunggalan

Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa hanya ada satu komunitas umat pilihan Allah di sepanjang sejarah. Nuh hanya membuat satu bahtera yang olehnya ia dan seluruh keluarganya diselamatkan (Ibr. 11:7). Hanya ada satu bait dan satu Kota Kudus di mana nama Allah berdiam (2Taw. 6:5-6, 20). Dalam nubuat Yesaya, Allah hanya akan mendirikan satu gunung sebagai rumah-Nya, dan gunung ini akan dimuliakan di atas gunung-gunung lain (Yes. 2:2-3). Tuhan Yesus adalah gembala atas satu kawanan domba (Yoh. 10:16). Kristus hanya mempunyai satu tubuh (1Kor. 12:13; Ef. 4:4). Hanya ada satu rumah Allah (1Tim. 3:15), dan Tuhan hanya mengakui satu mempelai perempuan (Why. 21:9; Kid. 6:9).

Secara konsisten Alkitab menekankan konsep gereja tunggal ini. Ketika Paulus mengetahui tentang perpecahan di Gereja Korintus, ia mengajukan pertanyaan retorika, “Adakah Kristus terbagi-bagi?” (1Kor. 1:13) Walaupun manusia cenderung memecah-mecahkan diri, Kristus senantiasa satu. Sama dengan mustahilnya membayangkan Kristus terbagi-bagi, tidak mungkin ada gereja yang terbagi-bagi. Inilah sebabnya Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk “berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” (Ef. 4:3)

Lebih lanjut, ketunggalan gereja tidak saja berlaku dalam segi rohani. Ketunggalan ini juga nyata di dunia. Tuhan Yesus berdoa agar Bapa menyatukan murid-murid sebagai satu kesatuan, “agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka” (Yoh. 17:20-23). Karena itu, sama seperti hanya ada satu gereja rohani, secara lahiriah pun gereja harus menjadi satu.

Dengan menyadari konsep ketunggalan di Alkitab, mari kita mereapkan prinsip ini untuk menentukan gereja manakah yang harus kita tuju. Kita harus mencari satu gereja seperti yang dinyatakan oleh Alkitab. Tetapi bagaimanakah Alkitab mendefinisikan satu gereja benar ini, yang merupakan tubuh Kristus?

Dasar Ketunggalan Gereja

“Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.” (Ef. 4:4-6)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ada satu tubuh Kristus, yang adalah gereja sejati. Tubuh Kristus ini terdiri dari beberapa segi: satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua.

Banyak orang Kristen memegang satu pengharapan keselamatan melalui satu Tuhan, Yesus Kristus. Dan banyak yang juga percaya pada satu Allah dan Bapa yang Maha Kuasa, Maha Tahu, dan Maha Hadir. Namun bagian-bagian penting satu gereja sejati lainnya – satu Roh, satu iman, dan satu baptisan – umumnya diabaikan dalam dunia Kristen.

Jadi untuk menemukan gereja yang sejati, kita harus menyelidiki tiga bagian ini:

Satu Roh

Satu tubuh, dan satu Roh.” (Ef. 4:4)

Karena Roh Kudus menyatukan tubuh Kristus (Ef. 4:3), orang-orang percaya dalam gereja sejati harus menerima Roh yang sama. Mereka harus memiliki kesamaan keyakinan dan pengalaman dalam Roh Kudus.

Tetapi hal ini tidak ditemukan di masa sekarang. Beberapa pihak menyatakan bahwa orang percaya langsung menerima Roh Kudus ketika ia percaya. Lainnya meyakini bahwa orang percaya harus memohon Roh Kudus dengan berdoa, dan berbahasa roh adalah bukti penerimaan Roh Kudus.

Ada pula jenis-jenis fenomena rohani yang beragam. Misalnya, orang-orang berjatuhan ke lantai ketika mereka berdoa, sementara lainnya menari-nari atau tertawa tak terkendali. Ada juga orang-orang Kristen yang percaya bahwa Roh Kudus memperbarui mereka di dalam diri mereka.

Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang menyatakan kebenaran keselamatan kepada orang-orang percaya (Yoh. 14:16, 26; 1Kor. 2:9-12). Mungkinkah satu Roh Allah menjadi sumber segala pengakuan dan pengalaman rohani yang sangat bertolak belakang?

Karena itu, kita harus kembali menyelidiki Alkitab untuk menemukan pengalaman asli menerima Roh Kudus ketika gereja pertama-tama berdiri. Orang-orang percaya di gereja sejati pada hari ini harus menerima Roh Kudus dengan cara yang sama seperti yang dialami oleh para rasul (Kis. 10:47). Roh Kudus hanya akan menyertai gereja yang jemaat-jemaatnya memiliki pengalaman para rasul yang sama.

Satu iman

“Keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim. 3:15 NKJV: “… the house of God, which is the church of the living God, the pillar and ground of the truth.”)

Gereja didirikan di atas dasar para rasul dan nabi-nabi (Ef. 2:20), yang memberitakan satu injil keselamatan. Gereja yang sejati di masa sekarang juga harus menjunjung satu injil yang sama dan dibangun dalam kesatuan iman (Ef. 4:13). Karena itu, semua orang percaya harus memegang iman keselamatan yang sama (Yud. 3).

Sayangnya, tidak demikian dengan gereja-gereja di masa sekarang. Sebagian orang menyatakan bahwa menerima Yesus Kristus ke dalam hati dan mengakui nama-Nya secara terbuka sudah cukup untuk menjamin keselamatan. Lainnya, mungkin mengakui perlunya baptisan air, basuh kaki, dan Perjamuan Kudus untuk keselamatan, tetapi berbeda pandangan mengenai cara yang alkitabiah untuk melakukannya.

Gereja sejati seperti yang ditunjukkan dalam Alkitab tidak mungkin memegang doktrin-doktrin keselamatan yang bertolak belakang. Gereja sejati harus sepenuhnya memegang satu injil keselamatan, karena mereka yang tidak memegang injil ini tidak dapat diselamatkan. Injil ini harus diterima oleh semua orang yang mencari keselamatan.

Satu baptisan

“Sebab dalam satu Roh kita semua, … telah dibaptis menjadi satu tubuh.” (1Kor. 12:13)

Orang-orang percaya menjadi anggota satu tubuh melalui baptisan, yang dijelaskan dalam Alkitab sebagai “dibaptis dalam Kristus” (Rm. 6:3; Gal. 3:27). Ini berarti, kita disatukan dengan Kristus dalam keserupaan dengan kematian dan kebangkitan-Nya melalui baptisan air (Rm. 6:3-5).

Sekali lagi, ada pandangan-pandangan berbeda tentang baptisan di antara gereja-gereja di masa sekarang. Sebagian menganggap baptisan sebagai ungkapan pribadi dan pernyataan iman secara terbuka. Bagi mereka, baptisan hanya bersifat simbolis karena tidak mempunyai khasiat pengampunan dosa. Tetapi bahkan di antara pihak-pihak yang menganggap baptisan diperlukan untuk keselamatan, pandangan-pandangan mereka berbeda dalam hal cara baptisannya.

Sesungguhnya, hanya satu baptisan yang dapat membawa kita ke dalam tubuh Kristus. Baptisan ini berkhasiat karena penyertaan Roh Kudus (1Yoh. 5:6-9). Karena itu, gereja sejati harus melakukan baptisan dengan penyertaan Roh Kudus bagi orang-orang dalam satu iman.

Satu Gereja Para Rasul

Gereja para rasul dimulai sebagai satu tubuh. Gereja ini memberitakan satu injil keselamatan dan semua jemaat menerima Roh Kudus dengan cara yang sama. Roh Kudus hanya ada di satu gereja, dan gereja ini senantiasa merupakan sebuah institusi tunggal. Jemaat menjadi bagian dalam tubuh ini melalui baptisan ke dalam Kristus (Kis. 2:38-41; 8:12; 10:48; 16:14-15, 31-33; 19:1-5). Oleh satu Roh, mereka semua dibaptis ke dalam satu tubuh (1Kor. 12:13). Anggota-anggota gereja ini adalah satu di dalam Kristus (Gal. 3:28). Gereja bertumbuh ketika jemaat-jemaat baru datang ke dalam komunitas ini. Dan mereka, apa pun suku bangsa atau latar belakangnya, semuanya dibaptis dan menerima Roh Kudus dengan cara yang sama.

Ketika gereja ini semakin besar, injil diberitakan ke berbagai bagian dunia. Tetapi di saat itu pun gereja tidak pernah menjadi sekumpulan kelompok-kelompok Kristen yang memegang keyakinan-keyakinan yang berbeda, tetapi tetap senantiasa merupakan gereja yang sama, dengan jemaat yang memegang iman yang sama di tempat-tempat yang berbeda.

Tidak hanya itu, gereja para rasul juga memegang satu injil keselamatan. Paulus sedemikian bersikeras membela injil ini, sehingga ia berulang kali menyatakan, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” (Gal. 1:8-9)

Belakangan, ketika penyesatan-penyesatan menyusup ke dalam gereja, jemaat diperintahkan untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak mau bertobat dan tidak menyambut siapa pun yang memberitakan ajaran yang palsu. Yohanes menulis kepada gereja mengenai orang-orang yang pergi: “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” (1Yoh. 2:19) Para rasul tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan orang-orang yang memegang keyakinan yang berbeda.

Satu Gereja di Masa Sekarang

“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yes. 2:2-3)

Yesaya menubuatkan bahwa di akhir zaman hanya akan ada satu gereja, yang akan bangkit sebagai sebuah gunung di atas gunung-gunung lain. Bangsa-bangsa akan pergi ke gereja ini untuk menerima firman Tuhan.

“Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yoh. 10:16)

Tuhan Yesus menyebutkan orang-orang percaya sebagai satu kawanan dan diri-Nya sebagai Gembala. Hanya ada satu kawanan domba. Domba-domba di luar kawanan ini akan mendengar suara Gembala dan masuk ke dalam kawanan-Nya.

Jelaslah bahwa Allah menghendaki hanya satu gereja di bumi, bukan beragam denominasi-denominasi Kristen. Di hari-hari terakhir, Allah hanya akan mengakui satu gereja sebagai gunung Tuhan dan kawanan Kristus. Seperti juga gereja para rasul, satu gereja ini harus didirikan oleh Roh Kudus dan memberitakan satu injil yang benar.

Gereja Yesus Sejati

Gereja Yesus Sejati berdiri di tahun 1917, merupakan kebangkitan gereja para rasul. Seperti juga Roh Kudus turun ke atas para rasul dan mendorong mereka untuk memberitakan injil, Tuhan mencurahkan Roh-Nya ke atas beberapa jemaat gereja dan menyatakan injil keselamatan yang sepenuhnya menurut Alkitab. Mengikuti amanat Tuhan, mereka mulai memberitakan injil dengan setia dan penuh keberanian. Tuhan menyertai mereka dan menegaskan pesan injil dengan pencurahan Roh Kudus, tanda-tanda ajaib, dan mujizat-mujizat. Orang-orang percaya menerima Roh Kudus yang dijanjikan dan mengalami kuasa Allah.

Gereja Yesus Sejati merupakan tubuh Kristus bukan karena jemaat-jemaatnya, tetapi karena injil yang sepenuhnya dan Roh Kudus yang Allah percayakan kepada gereja ini. Pernyataan ini bukan persoalan kebanggaan manusia, tetapi karena menyadari dan menghormati Allah yang mendirikan gereja ini untuk menyebarkan injil yang sepenuhnya ke dunia.

Pada akhirnya, memilih gereja lebih dari sekadar masalah kemudahan beribadah, atau tradisi keluarga, atau pilihan pribadi. Gereja yang Anda pilih akan menentukan apakah Anda masuk ke dalam tubuh Kristus dan menerima injil keselamatan. Dengan merenungkan hal ini, kita berdoa agar Allah membuka hati dan pikiran Anda untuk memahami injil yang sepenuhnya dan percaya dengan gereja sejati.