SAUH BAGI JIWA
Orang Biasa yang Luar Biasa
“Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel” (Hakim-Hakim 3:31)
“Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel” (Hakim-Hakim 3:31)
Di dalam Alkitab, nama Samgar hanya tertulis dua kali, yaitu di Hakim-Hakim 3:31 dan 5:6. Mari kita terlebih dahulu melihat satu gambaran pada zaman Samgar hidup di Hakim-Hakim 5:6-7. Tertulis pada zaman itu, kafilah tidak ada lagi. Kafilah adalah serombongan atau iring-iringan pedagang. Mereka sudah tidak ada kemungkinan karena takut melintasi daerah tersebut. Jika kita lihat di ayat 7, ternyata penduduk di sana pun ternyata hanya diam-diam saja atau bersikap pasif.
Mendobrak keadaan diam itu, Samgar bangkit. Dia adalah seorang gembala yang menumpas enam ratus orang Filistin hanya dengan menggunakan tongkat penghalau lembu. Samgar berhasil menyelamatkan orang Israel. Ini merupakan contoh yang baik. Meskipun profesi seorang gembala mungkin sering dianggap sebagai pekerjaan rendah, namun ia berhasil memaksimalkan profesinya. Dengan tongkat yang ia miliki, ia meraih kemenangan.
Hal ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita orang-orang percaya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin merasa tidak memiliki banyak hal untuk ditawarkan, baik itu talenta, jabatan, atau sumber daya. Namun, kisah Samgar mengajarkan bahwa Tuhan tidak melihat seberapa besar yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan apa yang ada di tangan kita. Sama seperti Samgar dengan tongkatnya, kita juga dapat memakai kemampuan, waktu, atau talenta kita untuk memuliakan Tuhan dan mendukung pekerjaan-Nya.
Jika hari ini kita merasa pelayanan di gereja tidak berkembang atau bahkan stagnan, jangan hanya diam menunggu orang lain bergerak. Jadilah seperti Samgar yang berani bangkit dan mengambil tindakan. Tidak peduli profesi kita—pengusaha, pelajar, ibu rumah tangga, atau karyawan biasa—Tuhan dapat memakai kita untuk mendobrak kebekuan dan memajukan pelayanan. Apa yang kita miliki, sekecil apa pun, jika diberikan dengan iman dan kesungguhan, dapat menjadi alat yang luar biasa di tangan Tuhan.
Tongkat penghalau lembu bukanlah senjata perang, tetapi di tangan Samgar, itu menjadi alat untuk menyatakan kuasa Tuhan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang terlalu kecil atau terlalu sederhana untuk digunakan oleh Tuhan. Bahkan, tindakan-tindakan kecil yang kita lakukan dengan kasih dan ketulusan dapat membawa dampak besar bagi orang-orang di sekitar kita. Misalnya, kita bisa membersihkan gereja, menyambut orang yang baru datang ke gereja, dan lainnya. Kita tidak perlu menunggu kesempatan besar atau kondisi yang sempurna untuk melayani Tuhan. Cukup mulai dengan apa yang ada di depan kita, dan percayalah bahwa Tuhan akan memberkati usaha kita.
Mari kita belajar dari keberanian dan kemauan Samgar. Lihatlah apa yang ada di tangan kita. Percayalah bahwa Tuhan dapat menggunakannya untuk menyatakan kuasa-Nya. Jangan pernah meremehkan potensi yang Tuhan telah berikan kepada kita. Selama kita mempunyai keinginan dan tekad, Tuhan pasti dapat bekerja melalui hidup kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 15-16 Agustus 2026
1. Bacalah renungan “ORANG BIASA YANG LUAR BIASA”
2. Berikan contoh hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan yang bisa berdampak pada orang-orang di sekitar Anda. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.