SAUH BAGI JIWA
Sulit Untuk Diterima
Bacaan Alkitab Harian –
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan” (Matius 13:19)
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan” (Matius 13:19)
Saat melakukan perjalanan melalui jalan tol yang baru dibangun di daerah Kalimantan Timur, saya membayangkan berapa banyak pepohonan yang ditebang demi untuk membangun jalan ini, juga berapa banyak hewan yang terpaksa mengungsi karena adanya pembangunan ini. Bahkan terkadang kami dapat melihat binatang liar sesekali melintas melalui jalan bebas hambatan ini. Pepohonan demi pepohonan ditebang dan tanah-tanah gembur dipadatkan untuk kemudian dipersiapkan menjadi jalanan beraspal agar dapat dilewati oleh berbagai macam kendaraan.
Meskipun bagian pinggir jalan terkadang masih terdapat bagian sisa-sisa tanah, tekstur dan kesuburan tanahnya sudah tidak memungkinkan lagi bagi benih pohon-pohon besar untuk dapat bertumbuh di sana. Demikianlah kondisi hati seseorang yang tidak dapat menerima firman Tuhan, bagaikan benih yang jatuh di pinggir jalan.
Saat Tuhan Yesus mengungkapkan perumpamaan tentang benih yang jatuh di pinggir jalan dan yang akhirnya dimakan burung, Tuhan mengatakan bahwa orang yang demikian, mendengar firman Tuhan tetapi tidak mengertinya. Dalam bahasa Yunani, kata “tidak mengerti” ini merupakan ungkapan bahwa orang yang mendengar firman ini tidak setuju dan tidak dapat menerima firman Tuhan, karena hatinya menolak untuk mengubah pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan yang mereka anggap benar.
Saat logika kita mulai mengeraskan hati kita, firman Tuhan tidak akan dapat masuk ke dalam hati dan bertumbuh. Dan dengan begitu, kita membiarkan firman Tuhan yang berharga itu dirampas oleh si jahat yang tiada hentinya mencari kesempatan untuk menjatuhkan iman anak-anak Allah.
Terlebih lagi bila hati kita telah dikeraskan oleh pemikiran-pemikiran lama yang telah mendarah daging di hati kita, seperti halnya tradisi kepercayaan turun temurun yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Tentu akan sangat sulit melepaskan semua itu dan menggantikannya dengan kebenaran firman Tuhan.
Hari ini, saat kita mendengar atau membaca firman Tuhan, apakah kita merasa bahwa perkataan-Nya sulit untuk diterima, bahkan mustahil untuk dilakukan? Sering kali pemikiran-pemikiran pribadi ataupun pandangan-pandangan umum di masyarakat dapat membuat kita mempertanyakan atau meragukan khasiat dari pengajaran kebenaran firman Tuhan, sehingga akhirnya kita menolaknya atau bahkan meremehkannya. Dengan demikian, tanpa sadar hati kita telah berubah bagaikan tanah di pinggir jalan.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon kekuatan dan bimbingan Tuhan, agar kita dapat menerima pengajaran firman Tuhan dengan hati yang lembut. Dengan demikian, benih firman yang telah ditabur dalam hati kita tidak dirampas oleh si jahat. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Perumpamaan tentang seorang penabur
1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: ”Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: ”Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
11 Jawab Yesus: ”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi:
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti,
kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,
dan telinganya berat mendengar,
dan matanya melekat tertutup;
supaya jangan mereka melihat dengan matanya
dan mendengar dengan telinganya
dan mengerti dengan hatinya,
lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ