SAUH BAGI JIWA
Memaksimalkan Potensi
“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta” (Matius 25:20)
“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta” (Matius 25:20)
Injil Matius 25:14-30 mencatat perumpamaan tentang talenta. Dalam perumpamaan tersebut dikisahkan seorang tuan yang hendak bepergian ke luar negeri, memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka dengan nilai yang berbeda-beda. Tuan itu berharap bahwa hamba-hambanya dapat mengusahakan talenta mereka masing-masing agar menghasilkan laba. Ketika tuan itu kembali, diadakanlah perhitungan dengan hamba-hambanya. Hamba yang diberikan lima talenta menghasilkan laba lima talenta. Demikian pula dengan hamba yang diberikan dua talenta, ia menghasilkan laba dua talenta. Mereka mendapat pujian atas usaha mereka. Namun hamba yang dipercayakan satu talenta, tidak menghasilkan apa-apa karena dia tidak mengusahakannya, justru menyembunyikan talenta itu di dalam tanah. Alhasil, tuannya menjadi murka dan menghukumnya.
Tuhan memberikan talenta atau potensi kepada kita masing-masing. Sama seperti tuan dalam perumpamaan di atas, Tuhan ingin agar kita mengusahakan talenta yang kita miliki.
Pada umumnya, kita tentu mengetahui apa saja kelebihan kita. Misalnya dapat bernyanyi dengan merdu, memainkan alat musik dengan baik, fasih berbicara di depan orang banyak, dapat memberi nasihat serta perhatian, dan lain sebagainya. Yang pasti setiap orang pasti memilikinya.
Ironisnya, banyak orang yang menggunakan talentanya untuk mengejar prestasi duniawi. Banyak orang rela menghabiskan waktu, tenaga, bahkan uang, demi mencapai prestasi di bidang akademis, karir yang lebih baik, atau kedudukan yang lebih tinggi dan terhormat.
Sedangkan untuk perkara rohani atau kemajuan gereja, orang cenderung menahan diri dan tidak memaksimalkan potensi atau talenta yang dimilikinya. Banyak orang yang ikut berpartisipasi dalam pelayanan, namun tidak banyak orang yang sungguh-sungguh mau mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dan pekerjaan kudus-Nya.
Tuhan menghendaki kita untuk memaksimalkan semua potensi dan talenta yang kita miliki. Jika kita memiliki lima talenta, pakailah kelima talenta itu. Jika kita memiliki dua talenta, pakailah juga kedua talenta itu. Bahkan jika kita hanya memiliki satu talenta, pakailah juga satu talenta itu untuk melayani pekerjaan Tuhan. Sebab Tuhan bukan melihat berapa banyak pekerjaan yang kita lakukan untuk-Nya, melainkan seberapa maksimal kita memakai semua talenta yang dimiliki dengan baik.
Marilah kita memeriksa diri kita masing-masing, apakah kita telah menggunakan talenta yang kita miliki untuk pekerjaan Tuhan? Jika sudah, apakah kita telah memaksimalkan potensi yang kita miliki? Jangan-jangan kita hanya menggunakan sebagian potensi itu dan menahan sisanya untuk kepentingan kita sendiri. Dan yang lebih celaka lagi, jika kita hanya menyimpannya dan tidak mau menggunakannya untuk pekerjaan Tuhan. Seperti hamba yang diberikan satu talenta dan menyembunyikannya di dalam tanah, kita hanya berdiam diri, tidak mau ikut serta dalam pelayanan–entah karena kita malas melakukan pekerjaan kudus yang tidak berbalas secara materi atau karena kita meremehkan talenta yang kita miliki.
Kiranya ketika Tuhan datang kembali, kita didapati sebagai hamba yang giat, yang telah bekerja keras melakukan pekerjaan kudus-Nya dengan memaksimalkan potensi yang kita miliki. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 4-5 Juli 2026
1. Bacalah renungan “MEMAKSIMALKAN POTENSI”
2. Bagaimana caranya kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk pekerjaan Tuhan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.