SAUH BAGI JIWA
Kebodohan Manusia
“Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar” (Roma 1:23)
“Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar” (Roma 1:23)
Melalui peristiwa dan catatan di dalam Alkitab, kita tahu bahwa berkat atau kutuk terjadi akibat perbuatan kita. Sebab, apa yang ditabur kita, itulah yang akan dituai (Gal 6:7). Kita juga tahu bahwa orang yang benar dan saleh akan disertai dan diberkati oleh Tuhan, sedangkan orang fasik akan binasa dalam murka Allah.
Namun pada kenyataannya, banyak dari kita yang tetap memilih untuk hidup sebagai orang fasik. Salah satu pengertian orang fasik adalah orang yang mengetahui keberadaan Tuhan, namun enggan mematuhi firman-Nya. Walaupun telah diingatkan berulang kali untuk hidup takut akan Tuhan, mereka tetap hidup dalam kefasikan. Mereka lebih suka menuruti keinginan daging daripada menuruti kehendak Tuhan. Mereka melakukannya tanpa rasa takut atau peduli akan anugerah hidup kekal. Padahal kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Pemazmur berkata bahwa masa hidup manusia itu tujuh puluh tahun dan kalau kita kuat, kita masih bisa hidup sampai delapan puluh tahun (Mzm 90:10). Berapa pun angka usia manusia, tetap merupakan suatu waktu yang terbatas.
Saat tiba di titik akhir hidup kita, kita hanya dapat menunggu apakah kita akan hidup kekal di surga atau menderita di neraka untuk selamanya. Saat itu terjadi, kita tidak mempunyai kesempatan lagi. Kita tidak bisa mengulang atau memperbaiki catatan hidup kita.
Oleh karena itu, selama kita masih bernapas, inilah kesempatan kita. Selama masih hidup, kita masih bisa berbalik arah dari ketidakbenaran, melengkapi apa yang masih kurang, dan menyempurnakan apa yang sudah baik dan benar. Semua inilah yang akan menentukan kehidupan kekal kita nanti.
Tuhan sangat baik, Dia tidak menghendaki kita binasa. Oleh karena itu, sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan selalu mengutus para nabi untuk memberikan peringatan. Bahkan sampai sekarang pun, Tuhan masih mengingatkan kita melalui Alkitab yang kita baca, melalui khotbah dari para pekerja kudus-Nya, dan juga melalui peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita setiap hari.
Apakah kita mau memperhatikan dan mendengarkan peringatan-peringatan tersebut?
Efesus 5:15-17 mengingatkan kita, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”
Janganlah menjadi orang bodoh yang dapat diperdaya oleh Iblis dengan berbagai tipu muslihat dan kesenangan dunia yang hanya bersifat sementara, sehingga kita mengabaikan firman Tuhan. Dengan berbuat demikian, sesungguhnya kita sedang menghancurkan diri kita sendiri.
Yesus telah menderita dan mencurahkan darah-Nya demi kita, sehingga kita memiliki harapan untuk hidup kekal. Apa yang tidak mungkin telah menjadi mungkin melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Tuhan telah memberikan kita kesempatan, maka janganlah kita menyia-nyiakannya. Marilah kita menggunakan waktu yang tersisa ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga kita menjadi semakin peka terhadap peringatan Tuhan dan segera membenahi kehidupan rohani kita sebelum terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 4-5 Juli 2026
1. Bacalah renungan “MEMAKSIMALKAN POTENSI”
2. Bagaimana caranya kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk pekerjaan Tuhan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.