SAUH BAGI JIWA
Kehilangan tapi Tidak Rugi
“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 9:24)
“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 9:24)
Setiap orang yang mau ikut Tuhan, tanpa terkecuali, harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikut Tuhan. Menyangkal diri berarti menolak, membantah, atau memungkiri. Bukan berarti kita tidak menerima diri sendiri, tapi kita menolak keinginan daging yang cenderung bersifat gelap. Tuhan mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan (Tit 2:12). ‘Meninggalkan’ di sini sama dengan menyangkal diri. Inilah yang dikehendaki Kristus.
Terkadang, kita mungkin menghadapi peperangan rohani dalam diri kita. Keinginan rohani melawan keinginan daging. Namun, kiranya kita yang telah mengenal Allah tidak hidup dalam kefasikan, apalagi menyangkal Tuhan. Karena kita telah berada dalam terang, kiranya kaki kita tidak melangkah pada kegelapan. Kiranya kita tidak menjadi seperti orang-orang yang disebutkan dalam
Selain menyangkal diri, kita harus memikul salib. Kata ‘memikul’ di sini dalam bahasa Yunani menggunakan kata yang sama dengan kata ‘menghapus’ dalam
Kita mendapatkan penebusan dalam baptisan. Kita dibeli dengan harga yang mahal, yaitu kematian Kristus. Tubuh kita adalah milik Allah. Oleh karena itu, mari kita mencari kesenangan Tuhan, bukan kesenangan diri sendiri.
Kita pun dikatakan harus memikul salib setiap hari. Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami, yang mengajarkan kita untuk bergumul–misalnya memohon ampun atas kesalahan dan memohon akan makanan yang secukupnya. Setiap hari kita dapat menghadapi pergumulan rohani, namun kiranya kita mau bersandar pada Tuhan agar dapat tetap hidup kudus.
Lukas 9:24-25 memperingatkan: “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya…Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Ada orang yang kehilangan nyawanya dan mengalami kerugian. Mengapa? Karena dia hanya berusaha untuk membahagiakan dirinya sendiri dan mencari rasa aman secara duniawi. Ini merupakan sebuah kerugian besar.
Ayat 24 melanjutkan: “barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” Walaupun kita harus menderita kerugian karena Kristus dan Injil, tapi pada akhirnya kita akan mendapatkan nyawa kita. Maka, bertahanlah meskipun orang sekitar tidak mendukung pelayanan kita dan meskipun kita mendapatkan kritikan atau penderitaan lainnya.
Marilah mengikut Tuhan sampai akhir, agar mendapatkan upah penuh (2 Yoh 1:8). Jangan hanya cari aman secara duniawi, karena jika demikian kita akan kehilangan nyawa kita. Tuhan akan memberikan upah kepada mereka yang sungguh mengasihi-Nya, yang menjauhkan diri mereka dari dosa. Walaupun menderita, tapi kita tidak akan rugi pada akhirnya. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 2-3 Mei 2026
1. Bacalah renungan “ALLAH MEMPERLENGKAPI KEPUNYAAN-NYA”
2. Dari
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat terus bersemangat untuk mempelajari Firman Tuhan setiap harinya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.