SAUH BAGI JIWA
Otoritas Allah
Bacaan Alkitab Harian –
“Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (Matius 6:13b)
“Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (Matius 6:13b)
Awal tahun 2020, seluruh dunia terguncang oleh virus corona. Banyak yang memprediksi virus ini akan berakhir dalam beberapa bulan saja. Namun, di luar perkiraan, masa pandemi tersebut berlanjut cukup lama. Begitu banyak yang terjangkit virus ini. Termasuk teman-teman yang kita kenal, tetangga kita, bahkan keluarga kita juga ikut terjangkit. Dan tidak sedikit yang meninggal karena virus corona ini. Walaupun teknologi sudah begitu canggih, ilmu kesehatan begitu maju, tetapi menghadapi virus corona yang begitu kecil, manusia tidak berdaya melawannya.
Dalam kondisi seperti inilah, kita akan mengakui otoritas dan kemahakuasaan Tuhan. Seperti dikatakan dalam Doa Bapa Kami, “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.”
Bagaimanapun kita menjaga kesehatan, kalau Tuhan berkehendak kita terkena virus corona, siapa yang dapat mencegah-Nya? Bagaimanapun hebatnya dokter dan sebaik apa pun rumah sakit dan pengobatan yang kita dapatkan, kalau Tuhan tidak berkehendak kita untuk sembuh, siapakah yang bisa mengubah-Nya? Seperti Pengkhotbah mengatakan, “Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian” (Pkh 8:8).
Ayub adalah seorang yang saleh. Karena kehendak Allah, dia begitu diberkati dan menjadi orang yang terkaya dari semua orang di daerahnya. Namun karena kehendak Allah juga, dalam satu hari ia kehilangan semua anak-anaknya, juga semua harta bendanya. Bahkan dirinya ditimpa barah dari telapak kaki sampai kepalanya. Dalam keadaan yang sangat menderita inilah, Ayub dapat mengakui otoritas Allah dan kemahakuasaan-Nya. Katanya, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayub 42:2).
Rasul Paulus, karena Injil ditangkap dan dipenjarakan. Berbagai usaha pembunuhan telah dilakukan terhadapnya. Namun Tuhan menghendaki Paulus untuk memberitakan Injil sampai ke ujung dunia. Kapal yang ditumpanginya dilanda badai yang begitu hebat sehingga kandas dan pecah. Ular beludak yang sangat berbisa menggigitnya. Paulus seharusnya bisa mati karena semuanya itu, namun karena kehendak Allah, ia bisa tetap hidup dan sampai ke Roma dengan selamat. Itulah kemahakuasaan Allah.
Hari ini, mengetahui bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Yang Mahakuasa, jika kita menempuh jalan yang sukar atau menghadapi situasi yang tidak menentu, kita tidak perlu takut. Seperti pemazmur mengatakan, ”Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (Mzm 23:4).
Menghadapi berbagai permasalahan di dalam kehidupan kita, mengetahui bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Yang Mahakuasa, biarlah kita boleh berserah sepenuhnya dan dengan tenang menjalani setiap kesukaran yang terjadi dalam kehidupan ini. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ