SAUH BAGI JIWA
Kekuatan Baru
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31)
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31)
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita bisa saja menghadapi situasi yang membuat kita menjadi lemah dan putus asa. Masalah hidup yang datang silih berganti, kesukaran hidup, sakit-penyakit, dapat melemahkan kita. Bahkan kadang kala, satu masalah belum selesai, sudah muncul masalah baru, demikian bertubi-tubi menghempaskan kita ke dalam keputusasaan.
Ya, kita mungkin merasa lelah dan lemah secara jasmani. Tetapi hendaknya kelemahan fisik itu tidak melemahkan kerohanian kita. Ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan! Dia senantiasa akan menyertai kita, baik dalam keadaan senang maupun susah. Bahkan Yesus mengundang mereka yang merasa letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya dan Dia akan memberikan kelegaan bagi mereka (Mat 11:28).
Nabi Yesaya berkata bahwa orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mendapat kekuatan baru, yaitu kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan cobaan hidup. Jadi hanya orang yang beriman dan senantiasa berharap kepada Tuhan, yang akan memiliki kekuatan itu. Sebab ia tidak bersandar pada kekuatannya sendiri, melainkan pada Tuhan. Ia yakin dan percaya bahwa Tuhan penuh kuasa dan pasti mampu mengatasi segala permasalahan, termasuk masalahnya.
Jadi, pada waktu kita merasa lemah, kita harus lebih mendekat kepada Tuhan. Kita harus memohon agar Roh-Nya memberikan kita kekuatan baru dan menambahkan iman kita. Namun, terkadang yang terjadi adalah sebaliknya. Dalam kelemahan, kita malah menjauh dari Tuhan. Kita tenggelam dalam masalah kita sendiri, membuat kita menjadi malas untuk beribadah, malas untuk berdoa, juga malas untuk melayani. Ini membuat iman kita semakin lemah dan kita mudah masuk ke dalam jerat Iblis.
Percayalah bahwa kekuatan dari Tuhan itu cukup untuk membuat kita dapat mengatasi masalah-masalah, laksana rajawali yang naik terbang. Kekuatan dari Tuhan juga akan memampukan kita untuk bersikap pantang menyerah dan tidak putus asa dalam segala keadaan.
Dengan demikian, dalam kelemahan dan penderitaan kita dapat bersikap seperti Rasul Paulus, yang tertulis dalam
Kekuatan baru dari Tuhan bukan saja berguna untuk menanggung kelemahan jasmani, namun yang lebih penting adalah untuk mengatasi kelemahan secara rohani. Rohani kita sering kali lemah karena perkara-perkara duniawi. Kita tidak berdaya menghadapi keinginan daging. Kita tidak lagi mengasihi Tuhan dengan kasih mula-mula. Dan kita tidak lagi bersemangat untuk beribadah dan melayani-Nya. Di saat seperti inilah kita membutuhkan kekuatan baru dari Tuhan untuk mengobarkan kembali semangat kerohanian kita.
Hal yang dapat membangkitkan kita dari kelemahan dan keterpurukan adalah ketika kita memiliki pengharapan. Harapan membuat kita kembali bersemangat, apalagi jika pengharapan itu bersifat kekal. Ketika mata kita arahkan pada Tuhan dan surga, kita akan menjadi kuat. Jangan fokuskan pandangan kita pada dunia dan segala permasalahannya. Dengan berani teruslah melangkah maju sambil mengarahkan mata kita kepada Tuhan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 30-31 Mei 2026
1. Bacalah renungan “KEKUATAN BARU”
2. Ceritakan dari pengalaman Anda bagaimana iman Anda dapat kembali menjadi kuat ketika mengalami kelemahan. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus memberikan kekuatan baru agar bisa bangkit kembali dari kelemahan dan terus bertumbuh di dalam iman.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.