SAUH BAGI JIWA
Tato Kegelapan
Bacaan Alkitab Harian –
“…oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka” (1 Timotius 4:2)
“…oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka” (1 Timotius 4:2)
Dahulu kala, ada budaya untuk merajah atau menandai tubuh dengan teknik menempelkan besi panas pada bagian tubuh tertentu. Mereka menggunakan metode pembakaran kulit untuk membentuk jaringan parut yang permanen.
Di negara Jepang atau pada zaman kekaisaran Tiongkok, tato atau tanda bakar di wajah digunakan untuk menandai para kriminal, sehingga penjahat yang melarikan diri dapat dengan mudah dikenali oleh masyarakat. Akan tetapi, praktik ini kemudian dihapus seiring bergantinya sistem hukum modern.
Sesungguhnya, di dalam Alkitab juga ada catatan mengenai orang-orang yang memakai cap. Ayat emas pada hari ini dalam terjemahan lain ada yang mengatakan bahwa orang-orang yang dimaksud tersebut hati nuraninya diselar atau dibakar dengan besi panas. Siapakah mereka ini? Rasul Paulus menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan murtad, yang mengikuti ajaran yang tidak benar, dan yang hati nuraninya dicap, sehingga menjadi gelap dan rusak.
Lalu, apa saja cirinya? Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. Artinya, keberadaan penyesat tidak tampil dengan wajah yang menyeramkan. Bahkan mereka kerap kali tampil dengan baju kesalehan, aturan-aturan agamis yang tampaknya sangat rohani, dan mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang paling suci. Oleh karena itu, kita harus sadar dan waspada, karena semuanya ini akan terjadi di kemudian hari.
Bagaimana sikap kita menghadapi hal ini? Pertama, kita harus selalu mengingatkan hal-hal ini kepada saudara-saudara kita (1 Tim 4:6). Dengan demikian, kita akan menjadi pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kita ikuti selama ini. Kita harus senantiasa mengingatkan diri sendiri dan orang lain akan kebenaran. Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita hidup di dalam didikan ajaran gereja yang sehat.
Hal yang tidak kalah penting adalah kita seyogyanya dapat menjauhi segala bentuk takhayul dan dongeng nenek-nenek tua (1 Tim 4:7). Janganlah mudah terjebak oleh kesaksian-kesaksian indah namun palsu. Janganlah suka mendengar atau menonton cerita-cerita yang isinya tidak mempunyai dasar yang jelas atau mengandung tradisi leluhur yang menyesatkan. Pandangan kita harus fokus pada kebenaran Injil, bukan terhadap spekulasi ataupun mitos.
Ketiga, kita harus melatih diri kita beribadah. Ya, kita harus beribadah. Janganlah kita menjauhkan diri dari segala pertemuan ibadah (Ibr 10:25), melainkan sungguh-sungguh melatih diri dalam ibadah sejati. Ibadah sejati bukanlah sekadar formalitas atau runititas, melainkan suatu latihan rohani yang meneguhkan iman. Dengan demikian, kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Sebaliknya, marilah dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Ef 4:14-15). Dengan begitu, kita dapat beroleh keselamatan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 4:1-5
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat
1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ