Salam dari Padaku, Paulus
Dalam penulisan sebuah surat, salam penutup merupakan salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Salam penutup yang baik dapat menunjukkan perilaku penulis yang baik dalam berkomunikasi melalui surat.
Dalam penulisan sebuah surat, salam penutup merupakan salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Salam penutup yang baik dapat menunjukkan perilaku penulis yang baik dalam berkomunikasi melalui surat.
Frase “memikul salib” adalah istilah yang pernah diucapkan oleh Tuhan Yesus. Istilah tersebut mengandung arti bahwa sebagai pengikut Tuhan, kita perlu menghadapi berbagai pergumulan dan tantangan iman dalam menjalani kehidupan kerohanian kita. Meskipun menjalani istilah itu dalam hidup tidak semudah seperti yang diucapkan, Tuhan Yesus telah menunjukkan kepada kita bahwa dalam hidup-Nya, Ia telah memikul salib baik secara fisik maupun secara iman kepercayaan.
Di dalam kitab Kisah Para Rasul, kita bisa menemukan perselisihan antara dua rasul besar, yaitu Barnabas dan Paulus (Kis 15:35-41). Barnabas hendak membawa Markus untuk mengunjungi kota-kota yang telah diinjili. Akan tetapi Paulus tidak setuju, karena dulu Markus pernah menolak untuk bekerja sama. Sebenarnya, Markus tahu bahwa dia salah dan mengalami kemunduran iman saat itu sehingga dia menolak tugas pelayanan Tuhan dan meninggalkan Paulus.
Bagi sebagian orang, pekerjaan adalah nafkah dan tujuan hidup, suatu hal yang membuat hidup ini menjadi berarti. Namun, ada juga yang menganggap pekerjaan adalah suatu beban yang membuat hidup menjadi berat, kecewa, sedih, ataupun cemas. Hal ini membuat mereka enggan untuk mengambil tanggung jawab dan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh.
Bertanggung jawab adalah salah satu sikap yang perlu dilatih sejak dini. Pada saat duduk di bangku sekolah, kita memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan benar dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik. Di dalam pekerjaan, kita juga dituntut untuk menyelesaikan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita dengan baik. Begitu pula dengan kehidupan kita secara rohani. Suatu saat nanti, kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan semasa hidup (Rm 14:12).
Doa bukanlah hal yang asing bagi umat Kristen, karena Alkitab banyak mencatatkan mengenai teladan orang-orang kudus berdoa dan mengenai doa yang memiliki kekuatan. Selain doa untuk diri sendiri, setiap orang percaya dapat memanjatkan doa untuk orang lain atau untuk mereka yang kita kenal. Doa ini disebut sebagai doa syafaat.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, terkadang kita melihat ada orang yang hampir menyerah karena masalah hidup, seperti masalah dalam perekonomian, pekerjaan, maupun sakit-penyakit yang tidak kunjung sembuh. Di saat-saat seperti itu, ketika pertolongan datang melalui seorang teman, kerabat, keluarga, ataupun orang lainnya, kita akan merasa lega dan bersyukur. Kita menjadi sadar bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekuatan sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata ‘durhaka’ biasanya dipakai untuk menjelaskan suatu sikap atau tindakan membangkang, tidak taat, atau tidak menghormati seseorang. Dalam lingkungan keluarga, kata ‘durhaka’ dapat juga diartikan seperti melawan, membentak, merendahkan orang tua, mengabaikan nasihat yang baik, tidak peduli pada orang tua–pada intinya perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti hati orang tua, baik dalam sikap maupun perkataan. Tentu, sikap ini bukanlah sebuah sikap yang baik dan kita harus menjauhinya.
Setiap orang pasti pernah merasa khawatir di dalam hidupnya. Khawatir adalah ungkapan perasaan yang wajar dimiliki setiap orang. Perasaan ini muncul karena adanya ketidakpastian, misalnya dalam hal pekerjaan, pernikahan, anak, pendidikan, kesehatan, dan hal lainnya.
Ada sebuah kerajaan makmur dan sentosa yang dipimpin oleh seorang raja yang dicintai rakyatnya. Raja ini menyadari bahwa usianya sudah semakin menua, sehingga ia harus menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada dua orang anaknya. Namun, sayangnya dua anaknya itu tidak pernah akur dari kecil hingga dewasa. Raja pun sangat sedih, karena jika keadaan ini terus berlanjut, kerajaan tersebut akan menjadi mudah terpecah dan tercerai-berai.