SAUH BAGI JIWA
Takhayul
“Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua” (1 Timotius 4:7a)
“Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua” (1 Timotius 4:7a)
Pengertian “takhayul” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (sesuatu yang) hanya ada dalam khayal belaka; kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti. Contohnya adalah tentang keramatnya angka-angka tertentu, seperti angka 4, 6, 7, 13, dan 14. Contoh-contoh lainnya dari takhayul ini adalah tentang makan bakmi pada saat ulang tahun akan panjang umur, orang yang telinganya lebar dan panjang akan menjadi orang sukses dan juga panjang umur, cari pasangan hidup harus yang garis tangannya sama supaya langgeng, dan sebagainya.
Sebagai orang percaya, tentunya kita tidak boleh mendua hati. Seperti yang tertulis di kitab Yakobus 4:8, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” Ayat ini sangat jelas mengingatkan kita bahwa kita hanya boleh mendekat kepada Allah dengan tangan yang bersih dan hati yang suci, tanpa membagi kepercayaan kita pada hal-hal lain yang bertentangan dengan iman, termasuk takhayul. Tidak bisa di satu sisi kita percaya Tuhan, namun di sisi lain, kita juga percaya “garis tangan”.
Bagi sebagian orang, takhayul dianggap menarik karena sering kali dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa yang tampak luar biasa atau mistis. Hal ini memunculkan rasa penasaran dan daya tarik tersendiri, bahkan bagi sebagian orang percaya. Akibatnya, ada yang mulai mengalihkan pandangannya dari Allah kepada hal-hal yang tidak benar, hingga akhirnya murtad. Ini adalah bahaya besar bagi iman dan bisa menjadi peringatan bagi kita. Kepercayaan yang mendua dapat membuat seseorang rentan terjerumus ke dalam dosa dan menjauhkan kita dari Tuhan.
Mengingat bahayanya, maka benarlah nasihat Rasul Paulus kepada Timotius untuk menjauhi takhayul. Nasihat ini berlaku juga bagi kita saat ini. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan yang hidup, kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dan menjauhi segala bentuk takhayul yang bertentangan dengan iman kita.
Pada hari ini, adakah takhayul atau kepercayaan tidak mendasar yang sering kita jumpai dan mungkin secara tidak sadar kita percayai? Misalnya, anggapan bahwa hari tertentu membawa keberuntungan atau kesialan, keyakinan bahwa memakai aksesori tertentu akan melindungi dari bahaya, atau mengikuti ritual tertentu untuk mendatangkan hal baik. Hal-hal ini sering kali tampak sepele dan dianggap bagian dari budaya, tetapi tanpa disadari, kita memberi tempat bagi kepercayaan yang tidak berlandaskan kebenaran firman Tuhan.
Sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk menguji setiap kebiasaan, tradisi, atau keyakinan yang ada di sekitar kita. Apakah hal-hal tersebut selaras dengan ajaran Alkitab, atau justru bertentangan dengan iman kita? Jangan biarkan kebiasaan atau tradisi yang tidak benar menggantikan kepercayaan kita kepada Tuhan yang hidup (Kol 2:8).
Mari kita jadikan kebenaran Alkitab sebagai satu-satunya dasar kehidupan kita. Dengan demikian, kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh hal-hal yang tidak mendatangkan kebenaran, melainkan tetap kokoh dalam iman kepada Allah. Tuhan Yesus menyertai kita semuanya.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 22-23 Agustus 2026
1. Bacalah renungan “TAKHAYUL”
2. Berikan contoh takhayul lainnya yang Anda ketahui. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.