SAUH BAGI JIWA
Mahkota Kemegahan
“Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?“ (1 Tesalonika 2:19)
“Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?“ (1 Tesalonika 2:19)
Seorang hamba Tuhan pernah berbagi di dalam suatu khotbahnya mengenai apa pekerjaan yang paling sulit bagi seorang hamba Tuhan. Apakah menggembalakan gereja? Atau memberitakan Injil? Apakah melawat saudara-saudari seiman adalah pekerjaan yang paling sulit? Ternyata itu semua bukan pekerjaan yang sulit. Justru yang sulit adalah ketika melihat jemaat hidup dengan tidak baik. Mungkin ada jemaat yang suka mabuk-mabukkan, bermain judi, berbuat zina, menjadi murtad, dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa lainnya.
Ketika mereka meninggal dan apabila keluarga jemaat tersebut meminta kepada hamba Tuhan untuk memimpin kebaktian perkabungan, seorang hamba Tuhan akan mengalami kebingungan. Pemimpin perkabungan tidak bisa mengatakan bahwa dia adalah jemaat yang baik. Namun, jika pemimpin perkabungan mengatakan bahwa dia adalah orang yang berdosa, keluarganya pasti akan marah dan tidak dapat menerimanya.
Rasul Paulus juga pernah mengungkapkan bahwa yang menjadi mahkota kemegahannya sebagai seorang rasul Tuhan adalah jemaat Tuhan. Baginya, umat Tuhan adalah pengharapan atau sukacitanya. Pada hari ini, hamba-hamba Tuhan juga dapat merasakan hal yang serupa. Apabila mereka melihat jemaat hidup dengan taat di hadapan Tuhan, mereka akan turut bersukacita. Namun apabila mereka melihat jemaat hidup dengan tidak baik, maka mereka akan turut bersedih hati.
Bukan hanya seorang hamba Tuhan yang dapat merasakan seperti itu, namun kita yang mungkin berlaku sebagai seorang jemaat juga bisa merasakan hal tersebut. Ketika kita melihat sesama jemaat ada yang berlaku menyimpang, hati kita juga mungkin akan merasa mengganjal. Betapa indahnya apabila seluruh jemaat dapat bersatu hati menyembah dan mengikuti perintah Tuhan.
Di satu sisi yang lain, mari kita juga bercermin, apakah kita adalah termasuk jemaat yang perilakunya menyimpang atau yang menjadi mahkota kemegahan dari hamba Tuhan? Contoh sederhananya adalah ketika ada sesama jemaat kita yang berlaku tidak benar, apakah kita mempunyai hati yang peduli untuk mengingatkannya atau bersikap acuh tak acuh? Tentunya jika kita menegur orang lain pun harus dilakukan dengan sikap yang benar dan tidak dengan niatan untuk menjelekkan dirinya. Tapi apabila kita bersikap acuh tak acuh, sesungguhnya itu bisa menjadi suatu peringatan bagi diri kita sendiri, karena firman Tuhan mengajak kita untuk saling membangun (1Tes 5:11). Kita telah menerima firman Allah dan kiranya firman tersebut dapat bekerja di dalam diri kita. Apabila kita sungguh-sungguh menjadi penurut-penurut Allah, kita dapat menjadi mahkota kemegahan.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?

Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 1-2 Maret 2025
1. Bacalah renungan “MAHKOTA KEMULIAAN”
2. Dibandingkan dengan studi atau pekerjaan, bagaimana kita juga dapat melihat pelayanan sebagai hal yang penting dan berharga?
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat melakukan setiap pelayanan dengan sungguh-sungguh.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.