SAUH BAGI JIWA
Dongeng yang Menyesatkan
Bacaan Alkitab Harian –
“…agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman” (1 Timotius 1:3-4)
“…agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman” (1 Timotius 1:3-4)
Dongeng adalah cerita rakyat fiktif yang biasanya digemari oleh anak-anak. Isi ceritanya berupa khayalan dan tidak benar-benar terjadi. Tujuannya adalah untuk menghibur pembaca atau pendengarnya serta untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, etika, moral, dan sebagainya. Lalu, apakah dongeng semacam ini yang dimaksud oleh Rasul Paulus dalam ayat di atas?
Rasul Paulus mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus dan untuk menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng. Hal yang dimaksud oleh Rasul Paulus adalah agar mereka tidak mengajarkan ajaran-ajaran rohani yang tidak bersumber dari kebenaran firman Allah. Tentu, apabila dibiarkan meluas, ajaran ini dapat menyesatkan orang.
Paulus juga menambahkan bahwa ajaran lain, dongeng, dan silsilah yang tiada putus-putusnya itu hanya menghasilkan persoalan belaka dan bukan pembangunan rohani. Paulus prihatin dengan kemungkinan adanya guru-guru palsu yang dapat menyesatkan jemaat dan menggoyahkan iman mereka.
Pada hari ini, kita juga dapat menemukan hal serupa, yaitu ajaran-ajaran yang bertentangan dengan kebenaran, yang dapat menyesatkan kita. Ajaran-ajaran seperti ini sering kali memikat, karena terdengar menarik. Namun, di balik itu, ajaran ini tidak membangun iman, justru mengalihkan perhatian kita dari kebenaran. Pengajaran seperti ini tidak menghasilkan pertumbuhan rohani, justru dapat menimbulkan perselisihan yang sia-sia.
Agar kita tidak terbawa arus ajaran-ajaran yang tidak benar ini, kita harus membangun tembok iman. Bagaimanakah caranya? Untuk mengetahui ajaran mana yang benar, tentu kita harus menggali dan mempelajari firman Tuhan itu sendiri. Kita tahu bahwa kebenaran adalah apa yang Tuhan katakan, apa yang ada dalam Alkitab. Itulah mengapa kita harus dengan giat merenungkan firman-Nya siang dan malam (Mzm 1:2).
Setelah itu, ujilah ajaran yang kita terima. Bandingkanlah hal tersebut dengan kebenaran yang kita ketahui berasal dari Alkitab. Jika memang tidak sesuai atau bertentangan, kita harus berani untuk menolaknya.
Kita juga dapat membangun suatu komunitas yang sehat, agar ketika kita merasa lemah iman, ada orang yang akan membantu menguatkan kita. Begitu pula jika ada teman kita yang sedang merasa lemah iman—kita dapat membantunya untuk bangkit kembali.
Kiranya kita juga tidak lupa untuk bersandar pada Tuhan dan memohon agar Roh Kudus memimpin kita. Kita tidak dapat bersandar pada kekuatan sendiri, karena kita adalah manusia dengan daging yang lemah. Oleh karena itu, agar kita tidak terjatuh, kita butuh suatu pegangan yang kuat, yaitu tangan Tuhan.
Berwaspadalah terhadap ajaran-ajaran yang kita terima. Jangan sampai kita terperangkap di dalam ajaran yang salah, sehingga kita kehilangan pengharapan akan hidup yang kekal. Tuhan Yesus memberkati.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 1:1-11
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Salam
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,
2 kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
1 Timotius 1:3-11
Mengenai ajaran sesat
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.
5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia.
7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan.
8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan,
9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat
11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ