Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

6. Prioritas
“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:37)
Saya teringat akan sebuah pertanyaan menarik yang pernah dilontarkan oleh guru saya ketika bersekolah, “Jika pada suatu saat, ketika kita seorang diri berada di rumah tercium bau masakan yang gosong, lalu pada saat yang bersamaan telepon kita berdering, lalu ada tamu yang memencet bel, dan tiba-tiba adik kecil kita yang masih bayi terbangun dan menangis. Mana yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?”
Jika pertanyaan ini ditanyakan kembali kepada kita, mana yang akan kita pilih? Bukan pertanyaan yang mudah dijawab, bukan?
Di dalam kehidupan, terkadang kita juga dapat menghadapi dilema bagaimana seharusnya kita memprioritaskan hal-hal di dalam kehidupan kita. Jika pilihannya adalah antara beribadah atau menonton TV, kita dengan mudah dapat mengetahui prioritas mana yang seharusnya kita lakukan. Namun jika keduanya adalah hal-hal yang sama-sama penting, mana yang seharusnya kita dahulukan?
Tuhan Yesus memberikan prinsip bagaimana seharusnya prioritas kita, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Tentunya ayat ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu mengasihi orang tua ataupun anak-anak kita, karena ada juga perintah, “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (Kel 20:12). Namun, kasih kita kepada keluarga kita tidak seharusnya lebih utama dari kasih kita kepada Allah. Jadi yang Tuhan Yesus maksudkan dengan perkataan-Nya adalah agar kita dapat mengasihi Allah lebih dari segala-galanya. Lebih dari pekerjaan kita. Lebih dari hobi kita. Lebih dari keluarga kita. Dan juga lebih dari diri kita sendiri.
Ketika kita bangun pagi, kita akan terlebih dahulu berdoa dan membaca Alkitab sebelum kita membereskan rumah dan beraktivitas. Ketika pada hari Minggu keluarga kita merengek hendak bertamasya ketika kita ada persekutuan tim besuk, kita akan memilih mengikuti persekutuan terlebih dahulu. Ketika ada klien utama kita meminta bertemu pada hari Sabat, kita akan memilih untuk menguduskan hari Sabat terlebih dahulu. Inilah prioritas yang Tuhan harapkan dari kita semua anak-anak-Nya, agar kita memprioritaskan Dia di atas segala-galanya.
Dengan mengutamakan Allah di dalam kehidupan kita, maka Tuhan pun akan semakin memberkati kita. Seperti ada tertulis, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)
Haleluya!