Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

20. Sulit Untuk Diterima
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan” (Matius 13:19)
Saat melakukan perjalanan melalui jalan tol yang baru dibangun di daerah Kalimantan Timur, saya membayangkan berapa banyak pepohonan yang ditebang demi untuk membangun jalan ini, juga berapa banyak hewan-hewan yang terpaksa mengungsi karena adanya pembangunan ini. Bahkan terkadang kami dapat melihat binatang liar sesekali melintas melalui jalan bebas hambatan ini. Pepohonan demi pepohonan ditebang dan tanah-tanah gembur dipadatkan untuk kemudian dipersiapkan menjadi jalanan beraspal agar dapat dilewati oleh berbagai macam kendaraan.
Meskipun bagian pinggir jalan terkadang masih terdapat bagian sisa-sisa tanah, tekstur dan kesuburan tanahnya sudah tidak memungkinkan lagi bagi benih pohon-pohon besar untuk dapat bertumbuh disana. Demikianlah kondisi hati seseorang yang tidak dapat menerima firman Tuhan, bagaikan benih yang jatuh di pinggir jalan.
Saat Tuhan Yesus mengungkapkan perumpamaan tentang benih yang jatuh di pinggir jalan dan akhirnya dimakan burung-burung, Tuhan mengatakan bahwa orang yang demikian, mendengar firman Tuhan tetapi tidak mengertinya. Dalam bahasa Yunani, kata “tidak mengerti” ini merupakan ungkapan bahwa orang yang mendengar firman ini tidak setuju dan tidak dapat menerima firman Tuhan karena hatinya menolak untuk mengubah pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan yang mereka anggap benar.
Saat logika kita mulai mengeraskan hati kita, firman Tuhan itu tidak akan dapat masuk dalam hati dan bertumbuh. Dan membiarkan firman Tuhan yang berharga itu dirampas oleh si jahat yang tiada hentinya mencari kesempatan untuk menjatuhkan iman anak-anak Allah.
Terlebih lagi bila hati kita telah dikeraskan oleh pemikiran-pemikiran lama yang telah mendarah daging di hati kita, seperti halnya tradisi kepercayaan turun temurun yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Tentu akan sangat sulit melepaskan semua itu dan menggantikannya dengan kebenaran firman Tuhan.
Hari ini, saat kita mendengar atau membaca firman Tuhan, apakah kita merasa bahwa perkataan-Nya sulit untuk diterima, bahkan mustahil untuk dilakukan? Seringkali pemikiran-pemikiran pribadi ataupun pandangan-pandangan umum di masyarakat dapat membuat kita mempertanyakan atau meragukan khasiat dari pengajaran kebenaran firman Tuhan sehingga akhirnya kita menolaknya atau bahkan meremehkannya. Dengan demikian, tanpa sadar hati kita telah berubah bagaikan tanah di pinggir jalan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon kekuatan dan bimbingan Tuhan, agar kita dapat menerima pengajaran firman Tuhan dengan hati yang lembut, sehingga benih firman yang telah ditabur dalam hati kita tidak dirampas oleh si jahat.