Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

19. Anggota Keluarga Allah
“Sebab siapapun yang melakukan kehendak bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Matius 12:50)
Ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ingin menjumpai Dia. Lalu Yesus berkata, “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu sambil menunjuk ke arah murid-muridnya, Ia berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Dengan perkataan ini, Tuhan Yesus tidak bermaksud menyangkal anggota-anggota keluarga lahiriah-Nya. Ia tetap mengakui mereka sebagai keluarga-Nya. Seperti ketika Yesus di atas kayu salib, Ia melihat Maria, ibuNya, serta murid yang dikasihi-Nya di sampingnya lalu berkata kepadanya, “Ibu, inilah anakmu!”
Dengan perkataan ini, Tuhan Yesus ingin mengajarkan bahwa selain keluarga kita secara jasmani, kita juga memiliki keluarga secara rohani. Setelah dibaptis, status kita berubah menjadi anak Allah. Allah adalah Bapa kita, dan semua orang yang telah dibaptis adalah saudara-saudara kita di dalam keluarga Allah.
Betapa indahnya memiliki saudara-saudara seiman di dalam keluarga Allah. Ketika kami sekeluarga pindah bekerja ke luar pulau, kami membawa bayi kami yang baru berusia 2 bulan. Kota itu belum pernah kami datangi. Tidak ada famili ataupun kenalan di sana. Namun ketika kami turun di bandara, dua orang saudara seiman menjemput kami. Mereka membantu membawakan barang-barang bawaan kami, dan sambil menggendong bayi kami, berulang kali dia katakan, “Ini Nenek. Panggil nenek ya!” Dan setibanya di mess tempat tinggal kami, banyak saudara seiman lain yang menyambut dan memperhatikan kami. Bertahun-tahun tinggal di sana, kami pun tidak pernah merasa kesepian. Kehangatan kasih Kristus di dalam keluarga Allah senantiasa kami rasakan.
Keadaan yang rukun dan penuh kasih mesra inilah yang Yesus inginkan dari kita semua sebagai anggota-anggota keluarga Allah. Seperti Paulus mengatakan, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan.” (Flp 2:1)
Hari ini, menjadi anggota keluarga Allah, biarlah kita boleh saling mengasihi, saling memperhatikan, saling membantu, dan saling menguatkan. Jika kita melihat di sekeliling kita, masih banyak di antara mereka yang memerlukan uluran kasih kita. Dan masih banyak di antara mereka yang tidak terperhatikan.
Pepatah mengatakan darah lebih kental dari air, demikianlah darah Kristus telah mempersatukan kita semua menjadi satu keluarga di dalam Tuhan. Biarlah kita boleh menjaga tali persaudaraan dan keharmonisan di dalam keluarga Allah ini. Dan biarlah kita boleh terus meningkatkan kasih kita kepada seluruh anggota keluarga Allah.
Haleluya!