Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

16. Menghujat Roh Kudus
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” (Matius 12:31)
Pada suatu hari, dibawalah yang kerasukan setan kepada Yesus. Orang ini buta dan bisu. Dan setan inilah yang menyebabkan orang tersebut buta dan bisu (Mat 12:22, Luk 11:14). Lalu dengan kuasa-Nya, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan tersebut, sehingga ia dapat kembali melihat dan berkata-kata (Mat 12: 22,28). Maka takjublah semua orang yang melihatnya dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Daud. Berbeda dengan respon orang-orang Farisi, yang juga turut melihat kejadian itu. Mereka malah mengatakan bahwa Yesus kerasukan Beelzebul dan mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, si penghulu setan itu (Mrk 3:22).
Dalam kemiliteran, mereka yang pangkatnya lebih tinggi memiliki kuasa dan dapat memerintah mereka yang pangkatnya lebih rendah. Demikianlah dalam pemahaman orang Farisi, setan-setan juga memiliki kedudukannya masing-masing, seperti yang dijelaskan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus (Ef 6:12). Karena itulah mereka menganggap Yesus sebagai penghulu setan sehingga dapat mengusir setan. Menjawab hal ini, Tuhan Yesus mengatakan, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa… Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri.”
Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan perkataan-Nya, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.”
Mengapa perkataan mereka terhadap Yesus ini dikatakan sebagai hujat terhadap Roh Kudus?
Menghujat artinya mencaci atau mencela. Menghujat Roh Kudus berarti mencaci dan mencela Allah. Sekalipun Tuhan Yesus lewat mukjizat-Nya telah menyatakan kepada mereka pekerjaan dan kuasa Allah, namun mereka malah mencela dan tidak mau percaya kepada-Nya. Hati mereka begitu keras dan dipenuhi kebencian sehingga mereka tidak dapat melihat pekerjaan Allah dan menjadi percaya.
Orang-orang Farisi menghujat Roh Kudus karena mereka menghubungkan pekerjaan Roh Tuhan dengan roh jahat. Oleh karena itu, jika ada yang memfitnah Yesus hanya berdasarkan kata-kata-Nya, ia masih dapat bertobat dan menerima pengampunan. Namun, jika ia tetap bebal dan memilih untuk menolak firman Tuhan; meskipun ia telah melihat kuasa Roh Allah melalui karya Yesus, maka tidak ada pengampunan baginya (Ibr 10:26).
Demikianlah Tuhan Yesus mengatakan, “hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni”, karena ketidakpercayaan mereka ini mendatangkan hukuman kebinasaan bagi diri mereka sendiri. Seperti dikatakan, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Mrk 16:16)
Hari ini, Allah masih menyatakan kuasa-Nya kepada manusia agar mereka dapat percaya kepada-Nya. Melihat pekerjaan Allah, biarlah orang-orang yang belum mengenal Allah, boleh mengakui akan kebesaran-Nya, lalu menjadi percaya kepada-Nya.
Haleluya!