Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

14. Berbuat Baik
“Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.“ (Matius 12:12)
Sebelumnya, orang-orang Farisi melihat murid-murid Yesus memetik bulir gandum pada hari Sabat, yang mereka anggap sebagai sebuah perbuatan yang melanggar peraturan Sabat. Dan setelah itu, ketika Tuhan Yesus masuk ke rumah ibadat, tampaklah seorang yang mati sebelah tangannya. Maka untuk dapat mempersalahkan Tuhan Yesus, orang-orang Farisi bertanya kepada-Nya, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Dan Yesus menjawab, “Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” Lalu Yesus pun mengulurkan tangannya dan menyembuhkan orang yang sakit tersebut.
Berbuat baik adalah hal yang sangat mulia. Setiap agama di dunia ini akan mengajarkan kepada setiap penganut agamanya untuk berbuat baik. Demikianlah sebagai umat Kristen, kita juga dituntut untuk berbuat baik. Seperti Tuhan melalui nabi Yesaya mengatakan, “Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik.” (Yes 1:16-17) Namun sungguh ironis, orang-orang Farisi justru menahan umat Allah melakukan kebaikan pada hari Sabat.
Mengetahui ini adalah sebuah kekeliruan, Tuhan Yesus mengajarkan dan memberikan teladan apa yang seharusnya dilakukan oleh umat-Nya, “Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” Dan sebagai konsekuensinya, orang-orang Farisi menjadi jengkel kemudian bersekongkol untuk membunuh-Nya (Mat 12:14).
Demikianlah berbuat baik dapat mendatangkan resiko bagi diri kita. Ketika hendak melakukan kebaikan, ada saja pihak-pihak yang tidak menyukai dan menentang kita. Mereka mungkin menganggap kita sok saleh. Mungkin mereka akan mengejek kita. Mungkin kita juga akan disalahpahami. Tetapi inilah yang seharusnya kita lakukan: berbuat baik.
Terlebih pada hari Sabat, kita mau berbuat baik. Menyapa dan memperhatikan saudara-saudari kita yang datang beribadah. Membantu pelayanan agar ibadah Sabat dapat berjalan dengan baik. Mengirim ayat-ayat maupun renungan Firman Tuhan kepada sahabat-sahabat kita. Mendoakan dan menguatkan mereka yang sakit dan lemah imannya.
Haleluya!