Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

11. Orang Kecil
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25)
Ada banyak hal yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan dan hanya dapat dipahami dengan iman. Bagaimana segenggam tepung dan sedikit minyak tidak habis-habisnya dimakan, sehingga dapat mempertahankan hidup seorang janda dan anaknya? Bagaimana seseorang bisa berjalan di atas air tanpa tenggelam?
Demikianlah dengan mengandalkan logika, orang-orang yang menganggap dirinya bijak dan pandai tidak akan dapat memahami hal-hal yang ilahi, yang hanya dapat dipahami dengan iman.
Demikian jugalah orang-orang pada zaman Yesus yang tidak dapat memahami bahwa Yesus adalah sang Juruselamat, Allah yang lahir ke dalam dunia menjelma menjadi manusia, sebagai Mesias yang akan melepaskan manusia dari hukuman dosa. Karena itulah, Tuhan Yesus mengatakan, “semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”
Dibanding orang bijak dan pandai, ‘orang kecil’ memiliki pemikiran yang lebih sederhana dan sikap yang lebih rendah hati. Membuat mereka lebih gampang untuk diajar dan dapat menerima perkataan Yesus dengan mudahnya. Berbeda dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang menganggap dirinya bijak dan pandai. Mereka selalu meragukan perkataan Yesus, Mereka tidak dapat menerima ajaran-Nya, Dan juga mereka tidak mau percaya kepada-Nya. Bahkan, merekalah yang akhirnya menyalibkan Yesus, sang Mesias.
Maka tidaklah mengherankan kalau Tuhan Yesus memilih orang-orang kecil yang tidak terpelajar ini, seperti Petrus dan Yohanes, untuk menjadi murid-muridNya. (Kis 4:13). Kepada mereka, yang dengan rendah hati mau belajar akan Firman Tuhan, Allah pun akan menyatakan kebenaran dan kehendak-Nya. Seperti pemazmur mengatakan, “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” (Mazmur 25:9)
Hari ini, walaupun mungkin kita telah mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, namun biarlah kita boleh memiliki sikap seperti orang kecil, yang dengan rendah hati mau menerima setiap perkataan Firman Tuhan. Tidak mengandalkan ilmu pengetahuan ataupun logika kita untuk bisa mengerti dan memahami Firman Tuhan. Dan tidak menganggap diri kita bijak dan pandai, sehingga setiap Firman Tuhan yang ditaburkan dapat menjadi benih yang subur di dalam hati kita.
“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (1Kor 1:27-29)
Haleluya!