TUHAN MEMBEBASKANKU DARI BELENGGU IBLIS

Sdri. Anisah Guntingan – Gereja Serudung Baru, Sabah, Malaysia Timur

Ditulis oleh Sdr. Leong Yun-Kui – Gereja Balung

 

Haleluya! Di dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi. Pada tanggal 26 April 2016, roh jahat mulai mengganggu Sdri. Anisah Guntingan dari Gereja Yesus Sejati – Serudung Baru. Ketika roh jahat merasuki dirinya, tenaga yang panas keluar dari belakang dirinya dan ke seluruh tubuhnya. Keadaan ini telah meresahkan keluarganya sejak lama. Saudara laki-lakinya, Loiar Guntingan, tidak dapat fokus pada pekerjaannya karena harus merawat adik perempuannya tersebut setiap kali dia kerasukan

Gangguan setan menjadi semakin sering terjadi. Sdri. Anisah sangat tersiksa dengan kerasukan itu, dan penderitaannya menjadi semakin berat. Majelis gereja akhirnya mengetahui buruknya keadaan Sdri. Anisah dalam suatu rapat gereja rutin. Setelah rapat itu, Dk. Peter Fung, Dk. Marco, Sdr. Liang Yun-Kui, dan Sdr. Lu Su-Fan datang mengunjunginya.

Ketika mereka sampai di rumah Sdri. Anisah, mereka menyadari bahwa roh jahat sudah merasuki dan menyiksa Sdri. Anisah sampai kelelahan. Ia duduk di lantai dan bersandar pada tembok. Dk. Fung bertanya kepada saudara laki-lakinya apakah ayah mereka menyimpan jimat di rumah. Secara tak terduga, ayahnya mengakui bahwa masih ada beberapa benda yang mereka simpan di rumah sebagai jimat. Sayangnya, walaupun ia jemaat gereja, ia tidak rutin datang beribadah; hal ini menjelaskan kurangnya iman dan pemahaman akan kebenaran.

Ayah mereka menyimpan beberapa benda tetapi tidak yakin apakah benda-benda tersebut jimat atau bukan. Sdr. Loiar langsung menunjukkan beberapa benda yang tergantung di dinding. Ada sebuah batu, seekor anjing, dan beberapa gigi binatang.

Sdr. Lo segera mengambil benda-benda ini dan menyerahkannya kepada Dk. Fung. Mereka berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan memohon kepada Tuhan Yesus untuk berbelas kasihan. Dua diaken itu kemudian mengusir setan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Setelah berdoa, wajah Sdri. Anisah tidak lagi tampak pucat. Kedua diaken kemudian membawa jimat-jimat itu ke gereja. Di gereja, mereka memecahkan dan membakar jimat-jimat itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika mereka sedang membakar batu-batu jimat, ada batu yang meloncat keluar dari api. Dk. Fung langsung menangkapnya dan melemparnya kembali ke dalam api. Mereka menunggu sampai seluruh benda terbakar habis menjadi abu.

Puji Tuhan! Setelah menghancurkan jimat-jimat itu, Sdri. Anisah kembali pulih. Kiranya segala kemuliaan dan hormat bagi nama Tuhan Yesus Kristus yang kudus. Amin!