SEGALANYA MUNGKIN BAGI TUHAN

Sdri. Lee Sew-Chan – Gereja Yesus Sejati Adam Road, Singapura

Haleluya! Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi.

HIDUP DALAM KEGELAPAN

Rasanya sudah lama sekali, nyaris seperti mimpi buruk yang tidak terkira. Penglihatan saya mulai memburuk ketika saya sampai di pertengahan umur 20-an, dan pada tahun 2006 saya sepenuhnya harus mengandalkan orang lain untuk hidup sehari-hari. Saya merasa tersiksa dengan keadaan saya. Terkurung dalam keputusasaan yang tidak dapat saya hindari, saya seringkali merasakan hidup tanpa arti. Dan lebih parah lagi, saya juga kerasukan setan. Keadaan itu sungguh merupakan masa-masa kegelapan.

Tersiksa oleh penderitaan saya, salah satu saudara laki-laki saya menganjurkan agar saya mencari bantuan gereja tempat ia beribadah – Gereja Yesus Sejati (GYS) – untuk mengusir setan dari diri saya. Saya sudah lelah dalam kungkungan hidup ini sehingga saya rela mencoba apa saja. Tetapi ketika saya datang ke gereja, saya datang dengan hati yang sedih. Saya juga merasa tidak berguna karena saya membutuhkan pertolongan saudara-saudari untuk membawa saya ke gereja.

MENEMUKAN TERANG

Secara ajaib, melalui doa-doa saudara-saudari seiman dalam Kristus, dan juga penumpangan tangan para pendeta dan diaken, setan meninggalkan diri saya hanya dalam waktu dua minggu setelah saya datang ke gereja pada bulan Agustus 2006. Dua bulan kemudian, Allah memberikan Roh Kudus kepada saya. Puji Tuhan, saya dibaptis pada tanggal 26 November 2006.

Saya bertekad dalam hati, “Karena saya telah memperoleh kesempatan berharga untuk datang ke gereja, saya harus dengan sepenuh hati mengenal kebenaran dan memahami Alkitab.” Dengan demikian, saya mempersiapkan diri untuk pergi ke gereja setiap hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Saya bertekad untuk belajar tentang firman Tuhan untuk berubah dan sungguh-sungguh menjadi ciptaan baru. Dengan mendengarkan khotbah dan oleh karena tuntunan Roh Kudus, saya memahami Alkitab dengan lebih baik. Firman Allah sama seperti terang – yang bersinar dan membawa sukacita ke dalam hati saya. Lebih lanjut, saya belajar untuk percaya kepada Tuhan dan bersandar pada-Nya dalam hidup saya. Saya menceritakan segala duka saya di dalam doa setiap hari dan memohon agar Ia memimpin saya dalam segala hal.

Satu tahun setelah saya dibaptis, saya menemukan bahwa duka dan kehampaan dalam hati saya telah digantikan dengan sukacita, damai sejahtera, dan ketenteraman! Mimpi buruk saya berubah menjadi hidup baru yang indah dalam Kristus. Ketika saudara saya yang lain melihat mujizat yang terjadi pada diri saya di GYS, ia datang ke gereja sejati untuk “melihat-lihat”. Setelah menyelidiki, ia menjadi percaya bahwa kebenaran dan pekerjaan Allah menyertai gereja kita, dan setelah satu tahun ia dibaptis di GYS.

Pencurahan anugerah Tuhan yang berlimpah tidak berhenti pada diri saya dan saudara laki-laki saya. Segera kemudian, anak laki-laki saya juga melihat terang ini. Karena penglihatan saya yang buruk, anak saya berinisiatif menjemput saya pulang dari gereja. Karena ia memang harus datang ke gereja, ia memutuskan untuk datang lebih awal dan mendengarkan khotbah kebaktian. Ia mencadi percaya bahwa ada Allah yang sungguh-sungguh hidup di GYS, dan ia dibaptis pada tahun 2010.

MEMBAWA TERANG PADA ORANG LAIN

Setelah mengecap sukacita yang indah dan ketenteraman, serta melihat anugerah pada keluarga saya, saya bertekad untuk melipatgandakan usaha saya untuk mendoakan orang tua dan keselamatan mereka.

Ibu saya beragama lain dan ayah saya seorang ateis. Suatu hari, saya berbicara dengan salah satu saudara laki-laki saya tentang bagaimana caranya untuk menginjili orang tua kami. Tetapi saudara saya merasa pesimis, “Bagaimana caranya kamu menginjili orang yang ateis? Kamu tidak akan bisa meyakinkan dia! Kamu mungkin harus menunggu sampai dia sakit keras.” Walaupun demikian, saya tetap ingin menginjili orang tua saya dan memutuskan untuk lebih banyak berdoa bagi ayah saya. Jadi, pada bulan Januari 2011 saya mulai berdoa puasa bagi keluarga saya setiap Senin pagi.

Pada bulan Juni 2011, saya kembali dari Malaysia untuk menghadiri pemakaman ibu mertua saya. Pada waktu pemakaman, saya menginjili ayah saya. Jawaban ayah saya sangat mengejutkan – ia berkata pada seluruh keluarga kami bahwa ia ingin pergi ke gereja. Seluruh keluarga nyaris tak percaya mendengarnya. Ketika saya mendengar perkataannya itu, saya meloncat dengan penuh sukacita!

Saya memberitahukan gereja setempat dan segera setelah percakapan saya dengannya, beberapa pendeta Malaysia mulai mengunjungi ayah saya. Pada bulan Juli 2011, akhirnya ia datang ke GYS.

Setelah dua kali ia pergi ke gereja, ayah saya mendapatkan penglihatan Yesus Kristus mengenakan jubah terang. Setelah ia pulang hari itu, dengan sukacita ia memberitahukan ibu saya bahwa Allah yang hidup sungguh ada di GYS. Peristiwa itu mendorong saya dan saudara laki-laki saya untuk menggencarkan penginjilan kami kepada ibu kami. Namun ia tetap tidak mau meninggalkan imannya yang lama.

Suatu hari pada bulan Agustus 2011, ayah saya sedang mengendarai sepeda motor di jalan yang sangat sempit yang hanya dapat memuat satu kendaraan. Begitu ia melihat sebuah mobil datang dari arah berlawanan, ayah saya langsung membanting setir ke kiri untuk menghindari mobil. Dalam kengerian ia menyadari bahwa ia akan terlempar ke jurang yang sangat dalam. Pada saat itu ia merasakan suatu tenaga yang kuat mendorong lengan kanannya, sehingga ia membanting setir sepeda motornya kembali ke jalan, dan hidupnya selamat. Ketika ia kembali ke rumah, ia memberitahukan ibu saya tentang peristiwa itu.

Setelah peristiwa itu, saudara laki-laki saya yang paling tua dan saya terus membagikan banyak kesaksian pada ibu saya. Akhirnya, pada bulan September 2011, ibu saya tiba-tiba menyatakan bahwa ia ingin pergi ke gereja. Melihat anugerah Allah pada ayah saya dan mendengar kami terus menerus memberitakan firman Allah, akhirnya ibu kami berubah pikiran dan terdorong untuk percaya kepada Kristus.

Pada bulan Oktober 2011, semua patung berhala di rumah orang tua saya dibuang. Ketika ayah saya meminta untuk dibaptis, gereja mengajak ibu saya untuk dibaptis juga. Puji Tuhan, pada bulan November 2011 kedua orang tua saya dibaptis di dalam Kristus. Sekarang saya terus berdoa bagi orang tua saya untuk menerima Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan.

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Melalui pengalaman pribadi ini, saya mendapatkan pelajaran berharga tentang percaya dan keselamatan. Segala sesuatu mungkin bagi Allah kita yang maha kuasa. Ia mengubah mimpi buruk menjadi hidup yang indah dan berarti.

Lebih lagi, Bapa kita yang di surga tidak menginginkan ada orang yang binasa – bahkan orang yang paling keras kepala pun dapat percaya kepada Yesus Kristus apabila kita terus bersandar kepada Allah dan memohon tuntunan-Nya. Puji Tuhan atas segala kebaikan-Nya. Amin!