PENGLIHATAN AJAIB

Sdri. Tio Kian-Nio – Gereja Tangerang, Indonesia

Nama saya Tio Kian-Nio dan suami saya bernama Gouw Enda. Sebelum menjadi orang Kristen, saya adalah penganut agama lain yang taat. Karena itu saya tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kemudian, kasih Tuhan Yesus mengubah sudut pandang saya dan keyakinan yang dahulu saya pegang. Hal ini dimulai ketika suami saya menderita penyakit yang berhubungan dengan enterovirus dan menjadi kekuatiran kami. Kami bersusah payah berusaha mengobatinya, tetapi tidak ada pengobatan Barat maupun obat-obatan tradisional Tionghoa yang mempan.

Suatu hari, paman saya datang untuk mendoakan suami. Ia datang bersama beberapa jemaat dari Gereja Yesus Sejati (GYS) Tangerang. Mereka datang dengan tulus untuk mendoakan kami. Secara ajaib, kuasa Tuhan Yesus tercurah pada suami saya. Kesehatannya perlahan-lahan pulih. Sejak bulan Februari 2000, suami saya mengajak saya untuk pergi kebaktian di GYS.

Kami giat mengikuti kebaktian, dan saya belajar dan memahami tentang agama Kristen dan juga tentang Tuhan Yesus. Lalu suami saya memutuskan untuk dibaptis. Ia tidak berusaha mempengaruhi saya untuk menjadi orang Kristen. Namun saya digerakkan oleh Roh Kudus dan memutuskan untuk ikut dibaptis.

Pada tanggal 29 September 2000, kami menerima baptisan air. Sebelum dibaptis, pendeta berdoa dan memohon pimpinan dari Tuhan. Setelah itu, pendeta menggendong seorang bayi ke dalam sungai. Tepat pada waktu itu, Allah membuka mata saya dan mengizinkan saya untuk melihat pemandangan yang belum pernah saya saksikan. Air yang mengelilingi pendeta dan bayi itu berubah warna menjadi merah seperti darah.

Saya merasa sangat takjub karena saya belum pernah mendengar tentang fenomena itu. Yang aneh, warna darah itu hanya ada di sekitar pendeta dan bayi. Penglihatan itu berakhir setelah si bayi telah dibaptis.

Ketika saya masih penasaran, tiba giliran saya untuk dibaptis. Setelah dibaptis, saya memberitahukan pendeta tentang penglihatan itu. Lalu pendeta menjelaskan penglihatan itu kepada saya: baptisan air mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa (Kis. 2:38). Karena itu, sakramen baptisan air bukanlah perkara yang sepele. Sebaliknya, baptisan adalah jalan yang penting untuk menyelamatkan orang dari dosa. Mengapa air digunakan untuk menghapus dosa manusia? Air tetaplah air, tetapi air membawa sesuatu yang lain, yaitu, Roh Kudus yang merupakan keberadaan Tuhan Yesus “melalui darah-Nya” (Ef. 1:7).

Dalam setiap baptisan air, Tuhan Yesus bekerja melalui darah-Nya (1Yoh. 5:6). Walaupun demikian, kuasa pengampunan dosa hanya akan terjadi apabila sakramen itu dilakukan sesuai dengan firman Allah, “Di dalam nama Tuhan Yesus” (Kis. 2:38; 19:5). Baptisan harus dilakukan di air yang hidup (Yoh. 3:22), dan dengan menundukkan kepala seperti kematian Tuhan Yesus (Rm. 6:3, 5; Yoh. 19:30), dan disaksikan oleh Roh Kudus (1Yoh. 5:6-8).

Penglihatan dari Tuhan Yesus membawa sukacita bagi saya. Lebih lanjut, penglihatan itu menguatkan iman saya pada khasiat baptisan yang telah saya terima. Setelah percaya dan dibaptis, saya dapat merasakan damai sejahtera dalam keluarga kami dan kasih karunia-Nya terus digenapi dalam keluarga kami. Puji syukur dan kemuliaan bagi Tuhan. Amin.

Catatan Kaki:

 “Enteroviruses | penyebab pelbagai penyakit pada perut besar | CDC.” https://www.cdc.gov/dotw/enteroviruses/index.html. Accessed 27 Jul. 2020.