MENINGGALKAN KESESATAN DAN PERCAYA KEBENARAN

Sdri. Lew Mee-Chew – Gereja Yesus Sejati Malaka, Malaysia Barat

 

Di dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi. Nama saya Lew Mee-Chew, saya berumur 40 tahun saat saya menulis kesaksian ini. Saya sudah menikah dan memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Ketika saya masih muda, saya menemukan sebuah Alkitab dari Gereja Yesus Sejati (GYS) di rak buku saudara laki-laki saya. Setelah membacanya, saya berpikir betapa baiknya apabila saya dapat percaya kepada Yesus, tetapi pikiran ini kemudian terlupakan. Ketika saya berumur 17 tahun dan masih bersekolah, saya pernah mengikuti teman pergi ke salah satu denominasi gereja. Setelah menikah, saya mengikuti keyakinan suami saya (ia adalah penyembah berhala yang taat; menyembah banyak dewa di rumah dan melakukan ilmu sihir).

 

AWAL HUBUNGAN DENGAN KEKRISTENAN

 

14 Juli 2006

Saya bermimpi tentang sebuah salib kayu; suatu cahaya bersinar dari salib itu dari segala arah. Saya keheranan bagaimana caranya sebuah salib kayu dapat memancarkan cahaya.

 

27-28 November 2006

Saya pergi ke Singapura untuk mengikuti sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) penyembuhan yang diadakan oleh suatu denominasi. Di sepanjang acara itu, saya merasa seperti sedang dikendalikan oleh suatu roh, dan leher saya ditarik-tarik. Kadang-kadang saya meratap dengan sangat keras, dan lain waktu saya tertawa terbahak-bahak tanpa dapat berhenti. Tangan saya terus bergerak seperti kipas angin.

 

Desember 2006

Ketika sedang mencari Allah, saya berkenalan dengan ibu teman sekelas anak bungsu saya. Ia meminjamkan beberapa video kesaksian kesembuhan. Saya mulai mengikuti ibadah di gereja tersebut. Ketika anak bungsu saya, Chuan-Huat, lahir, telapak kakinya menempel dengan betisnya dan tidak dapat diluruskan. Ketika ia semakin besar, kami mendatangi banyak dokter, tetapi kakinya masih tetap kecil dan rapuh; dan ia tidak dapat berjalan. Dokter berkata bahwa keadaannya disebabkan oleh cerebral palsy dan ia juga adalah anak yang hiperaktif. Karena keadaan anak saya, saya menjadi seorang vegetarian dan memegang suatu kepercayaan; tetapi saya tidak mendapatkan damai sejahtera. Sebaliknya, dukacita saya bertumpuk. Lalu saya berpikir untuk mencari Allah yang benar.

cerebral palsy, “Lumpuh otak – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.” https://id.wikipedia.org/wiki/Lumpuh_otak.

 

BERKENALAN DENGAN GEREJA YESUS SEJATI

 

30 Desember 2006

Saudara perempuan saya, Mee-Ngor, dan dua anaknya dibaptis di GYS di Malaka. Pada waktu itu, ia mengajak saya pergi ke gereja bersamanya. Namun, roh jahat melarang saya untuk ikut. Tetapi pada akhirnya, saya ikut ke GYS. Pada waktu kebaktian, kaki dan tangan saya berguncang-guncang. Si jahat sedang mengganggu saya, dan membuat saya terlempar ke belakang saat berdoa.

 

3 Maret 2007

Saya mendengar dari seorang teman bahwa semua gereja sama saja, jadi saya ikut beribadah di gereja ibu teman sekelas anak saya dan tidak lagi berkebaktian di GYS. Mereka meminta saya untuk mengisi keterangan-keterangan pribadi dalam sebuah form untuk “membebaskan” saya. Setelah itu, saya dibawa ke sebuah ruangan, di mana saya berteriak-teriak dan muntah.

 

17 April 2007

Saya mengikuti sebuah kebaktian khusus di denominasi tersebut dan mendengarkan puji-pujian. Namun, sebelum berangkat ke gereja tersebut, ada sebuah suara yang memberitahukan saya bagaimana berpakaian dan juga mengajarkan saya untuk mengucapkan dua perkataan: “Tinggalkan nenek moyang” dan “Murnikan diri”.

 

18 April 2007

Setelah beberapa saat berjalan, keadaan saya tidak membaik, malah memburuk. Jam 2 pagi, ketika saya tidur, saya merasa hati saya sedang dicengkeram dan saya mendengar sebuah suara yang mengatakan bahwa ia ingin saya mati. Saya terbangun, berteriak-teriak histeris, dan mulai melempar-lemparkan barang (merusak dua ponsel). Suami saya menghubungi teman saya, yang membawa saya ke gereja pada pagi harinya. Setelah sampai, saya masuk ke ruang doa untuk beristirahat. Belakangan, seorang pendeta perempuan menyuruh saya untuk membaca ayat-ayat dari Injil Yohanes. Mata saya terasa kabur dan saya tidak dapat membaca. Lalu saya pulang. Sore harinya, saya kembali mulai melempar-lemparkan barang. Saya juga berlari-lari tanpa alas kaki di sekitar rumah. Saya kemudian dibawa ke gereja. Semuanya kembali normal setelah beristirahat sebentar. Malamnya, saya dibawa ke pusat pelayanan gereja tersebut. Kembali, saya mendengarkan suara-suara dan muntah. Saya minta air, tetapi tidak ada yang menggubris saya. Malam itu juga, saya menginap di gereja tersebut dan tidak pulang. 

 

19 April 2007
Selama matahari belum terbenam, saya berbicara omong kosong; mengaku sebagai dewa tertentu. Saya juga memiliki kekuatan besar. Mereka berusaha mengendalikan saya, jadi mereka mengikat tangan dan kaki saya. Pada waktu kebaktian malam, beberapa orang berkumpul mengelilingi saya. Mereka bernyanyi, dan pada waktu yang sama memanggil nama saya dan mengguncang-guncangkan tubuh saya. Pada waktu itu, saya sedang berbaring. Saya dapat mendengar suara-suara sanak keluarga yang telah meninggal, dan kemudian saya mendengar suatu suara yang berkata bahwa ia menginginkan seluruh keluarga saya mati. Ia juga berkata siapa yang mati dan kapan waktu dan tanggal ia mati. Dalam alam bawah sadar saya, saya merasa sangat sedih dan mulai bertanya-tanya siapakah yang mungkin dapat menolong saya. Saya lalu melihat saudara perempuan saya, Mee-Ngor, dan ipar saya, Peng-Fook, mengulurkan tangan mereka untuk menolong saya. Mereka berdua adalah jemaat GYS.

 

20 April 2007

Saat itu saya masih berada di gereja saya ketika saya mendengar ketukan pintu. Ketika saya membuka pintu, saya melihat suami saya dan anak saya, Chuan-Huat. Setelah merapikan penampilan saya, saya segera menggendong anak saya ke mobil dan menyuruh suami saya segera pergi. Mereka ingin menghentikan saya, tetapi saya bersikeras pergi. Saya berpikir untuk menghubungi jemaat GYS. Jadi saya menyuruh suami saya pergi ke Bukit Baru untuk mencari tante Peng-Fook, tetapi suami saya tidak mau, dan membawa saya pulang ke rumah. Ia mengunci saya di mobil sampai saudara perempuan saya yang ketiga bersama suaminya tiba. Mereka menyentuh dahi saya dengan sebuah berhala dan menyuruh setan keluar meninggalkan saya. Mereka kemudian membawa saya ke sebuah tempat ibadah di Tangkak dan memberi saya air minum yang merupakan campuran dari abu jimat untuk saya minum, tetapi saya memuntahkan semuanya. Ketika saya kembali ke rumah, saya merasa seperti akan mati. Namun saya berdoa di dalam hati mengharapkan agar Allah yang benar menyelamatkan saya. Pada saat itulah, terdengar suara yang lembut dan penuh kasih menyuruh saya pergi ke Kuala Lumpur. Pada saat yang sama, ada suara lain yang melengking menyuruh saya jangan pergi. Suara itu berkata, “Jangan pergi. Kalau kamu pergi ke Kuala Lumpur, saat melewati Taman Peringatan Nilai, kamu pasti akan mati.” Tetapi suara yang lembut berkata, “Kalau kau mendengar ada suara-suara, tetaplah diam dan jangan menjawab.” Saya tidur nyenyak sepanjang perjalanan dan tiba di Kuala Lumpur.

 

MASUK KE GEREJA SEJATI

Ketika saya berada di Kuala Lumpur, saudara ipar saya (Peng-Fook) dan Dk. Kaleb Chang datang mengunjungi saya setelah kebaktian Jumat malam. Saya berkata kepada Dk. Chang; meminta gereja untuk mendoakan saya dan memohon agar ia menyelamatkan saya. Ketika saya berdoa di gereja, saya jatuh ke belakang. Diaken berkata kepada saya untuk tidak jatuh ke belakang. Setelah berdoa, saya dapat berbicara (sebelumnya saya kehilangan suara saya karena terus-terusan berteriak). Malam itu, saya tinggal bersama saudara perempuan saya, Mee-Ngor. Di tengah malam, saya kembali diganggu setan.  Karena itu saya membangunkan saudara perempuan saya dan suaminya untuk berdoa. Setelah berdoa, saya mendapatkan damai sejahtera. Setelah peristiwa itu, saya pulang kembali ke Malaka. Sejak saat itu, saya berketetapan untuk beribadah di GYS di Malaka dan memohon kemurahan Tuhan Yesus untuk membebaskan saya. Saya menyadari bahwa roh jahat masih belum meninggalkan saya dan seringkali membuat saya menderita. Diaken dan majelis gereja memutuskan untuk mengusir setan dari diri saya tanggal 27 Oktober 2007. Akhirnya, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang kudus, semua setan-setan diusir dan saya mendapatkan kembali kemerdekaan diri saya. Melalui darah Tuhan yang berharga, dosa-dosa saya dibersihkan dan saya menjadi anak Allah. Melalui peristiwa-peristiwa ini, saya dapat menegaskan bahwa GYS benar-benar gereja yang disertai Allah. Anugerah dan kemurahan Tuhan sungguh besar sehingga saya tidak akan pernah dapat membayarnya. Saya ingin bersyukur dan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus dengan kesaksian ini. Amin.