MENINGGALKAN DUSTA DAN PERCAYA DALAM KEBENARAN

Sdri. Liang Xiao-Wei – Gereja Songshan, Taiwan

Haleluya, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi. Saya Liang Xiao-Wei dari Gereja Yesus Sejati Songshan. Ketika saya masih pelajar, saya tertekan karena saya harus mengulangi ujian masuk universitas. Pada saat itu saya memegang kepercayaan lain. Saya mempertanyakan kepercayaan saya tersebut; mengapa harus melakukan upacara seperti ini dan itu, dan banyak keraguan-keraguan lainnya. Namun saya juga berpikir, jika saya menuruti semua upacara tersebut dapat membantu saya melewati ujian masuk, saya mau berusaha melakukannya. 

Pada tahun 1991, keinginan saya terpenuhi dan saya berhasil masuk ke Universitas Danjiang. Secara kebetulan, seorang senior di universitas saya memberitakan injil kepada saya di sebuah kereta, dan membawa saya ke Gereja Yesus Sejati (GYS) di Danshui untuk mencari kebenaran. Ia menyuruh saya untuk bertanya sebanyak mungkin pada pendeta. Jadi saya berdiri dan bertanya pada pendeta terus menerus selama satu jam. Saya menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan malaikat, setan, reinkarnasi, dan lain-lain. Dengan sabar pendeta membuka Alkitab untuk menjawab setiap pertanyaan. Sejujurnya, walaupun saya langsung mengerti sebagian besar jawaban-jawaban yang ia berikan, namun ada jawaban-jawaban yang tidak sepenuhnya saya pahami atau bahkan tidak mengerti sama sekali.

Jadi, senior saya menganjurkan saya untuk tekun berdoa memohon Roh Kudus, karena Roh menyatakan segala hal. Ia memberitahukan saya tentang manfaat menerima Roh Kudus: salah satunya adalah dapat memahami Alkitab, di mana kita dapat menemukan jawaban-jawaban bagi segala masalah kehidupan. Ia juga menceritakan banyak kesaksian yang indah, yang membuat saya menginginkan Roh Kudus. Pikir saya, “Bagaimana mungkin ada hal seindah itu? Dan mana mungkin semudah itu, hanya dengan berdoa seseorang dapat menerima Roh Kudus dengan cuma-cuma?”

Cara berdoanya juga tidak sulit. Kita hanya perlu mulai berdoa dengan berkata “Di dalam nama Yesus berdoa,” diikuti dengan berulang kali mengucapkan “Haleluya, puji Tuhan.” Roh Kudus adalah Roh Allah, dan berdiamnya Allah dalam hati kita sama seperti 7-Eleven – buka 24 jam – karena Allah tidak pernah tidur! Dan lagi, Allah yang maha hadir, maha ada, dan maha kuasa juga Allah yang menciptakan segala sesuatu! Kalau saya memiliki Roh Kudus, saya akan dapat berdoa kepada-Nya kapan pun, di mana pun; Ia akan selalu menolong saya! Saya harus berdoa dengan keras untuk memohon Roh Kudus ini!”

Pada tanggal 30 November 1991, ketika saya sedang berdoa memohon Roh Kudus kedua kalinya, saya berkata kepada Tuhan Yesus dalam hati, “Oh Tuhan, saudara di gereja berkata bahwa Engkau adalah Allah yang benar dan hidup, tetapi saya sudah mempunyai kepercayaan saya sendiri dan saya tidak berani murtad serta mengalami pembalasan. Kalau Engkau sungguh benar, mohon berilah saya Roh Kudus, dan saya akan meninggalkan kepercayaan saya yang lama demi Engkau!” Secara tak terduga, begitu saya selesai mengatakan hal itu, saya merasakan kedua tangan saya mulai berguncang pelan. Untuk memastikan perasaan itu, saya membuka mata saya dan memang, kedua tangan saya bergerak sendiri!”

Jadi saya langsung menutup mata lagi dan berkonsentrasi berdoa. Saya berkata kepada Tuhan, “Oh Tuhan, saya tahu ini adalah gerakan Roh Kudus! Senior saya memberitahukan bahwa kalau tubuh saya bergerak, itu adalah gerakan Roh Kudus, dan itu berarti sebentar lagi saya akan menerima Roh Kudus! Oh Tuhan, Engkau tahu bahwa saya adalah orang yang mudah kehilangan motivasi. Jadi jangan biarkan saya menunggu kali berikutnya, tetapi berilah Roh Kudus sekarang, karena saya takut tidak akan datang lagi.” Dengan ajaib, saat itu lidah saya mulai bergerak naik-turun. Pikir saya, “Sudahkah saya menerima Roh Kudus?” Pada saat itu senior saya tampaknya seakan menjawab pertanyaan saya; tiba-tiba saja ia menepuk tangannya. Dan lagi, saya dipenuhi dengan Roh Kudus, sampai-sampai bantal doa pun mengeluarkan suara.

Setelah berdoa, senior saya berkata, “Xiao-Wei, kamu menerima Roh Kudus!” Jawab saya, “Benarkah? Tetapi suara bahasa roh saya terdengar berbeda dengan kamu.” Ia menghibur saya, “Walaupun suara bahasa roh kamu tidak lancar, seperti suara ketukan ikan kayu, tetapi itu pastilah Roh Kudus; saya akan memberitahukan pendeta untuk membantumu meyakinkannya!” Banyak saudara-saudari di GYS Danshui, satu per satu, memberikan ucapan selamat. Melihat ketulusan dan kegembiraan mereka, saya juga merasakan sukacita seperti baru memenangkan hadiah. Kemudian, pendeta menegaskan bahwa saya memang telah menerima Roh Kudus. Terima kasih Tuhan!

Setelah mengikuti kebaktian selama setengah tahun, senior saya menganjurkan agar saya dibaptis. Pada waktu itu, saya gelisah dengan perkara ibadah dalam keluarga. Saya takut nanti setelah dibaptis saya tidak bisa lagi melakukan penyembahan dalam keluarga dan dimarahi orang tua karena dianggap tidak berbakti. Walaupun demikian, senior saya menjelaskan lewat telepon bahwa yang harus disembah manusia adalah Allah, Pencipta segala sesuatu, karena Ia-lah yang menciptakan manusia pertama, Adam. Sejauh-jauhnya, kita hanya bisa menyembah kakek-nenek buyut, jadi bagaimana dengan nenek moyang lainnya yang tidak bisa kita sembah? Dan lagi ketika manusia mati, ia tidak kembali ke dunia manusia; ia tidak makan ataupun minum. Jadi bakti yang sesungguhnya adalah dengan menyembah Allah yang benar, yang menciptakan manusia. Saya bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya dan tuntunan Roh Kudus; setelah mendengarkan penjelasan itu, hati saya terbuka dan saya bertekad untuk dibaptis.

Di rumah, ayah saya adalah kepala keluarga dan saya sangat menghormatinya. Baptisan adalah perkara yang penting, jadi saya tidak mau dibaptis diam-diam lalu baru memberitahukannya nanti. Jadi saya berdoa agar Allah memberikan saya hikmat untuk meyakinkan orang tua saya, dan memohon agar Tuhan Yesus membuka jalan bagi saya.

Puji Tuhan! Suatu hari, Tuhan memberikan kesempatan bagi saya untuk pergi bersama-sama ayah saya melakukan sesuatu. Dalam perjalanan pulang, ketika melihat bahwa ayah saya sedang dalam perasaan yang baik, saya memberitahukan ayah saya akan keinginan saya untuk dibaptis. Pada waktu itu, ia tidak berkata apa-apa dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Tepat pada saat itu, Allah memberikan hikmat untuk berkata, “Ayah membesarkan dan mengajar saya sejak kecil, apakah menurut Ayah saya tidak akan berbakti kepada Ayah setelah percaya kepada Yesus?” Setelah merenung sebentar, ia berkata, “Itu terserah kamu.” Haleluya! Terima kasih pada Tuhan yang membuka jalan bagi saya. Setelah itu saya kemudian dibaptis pada tanggal 9 Mei 1992 di Danhai.

Sepanjang empat tahun kuliah, saya berterima kasih pada pendeta, hamba-hamba Tuhan, saudara-saudari seiman, dan terutama senior-senior di GYS Danshui, atas kasih mereka dan tuntunan mereka mengajarkan Alkitab. Saya mengagumi sifat-sifat dan kesaksian mereka yang indah, dan saya termotivasi untuk mengikuti semangat mereka melayani Tuhan; menyadari bahwa setelah menerima dengan cuma-cuma, saya juga harus memberi dengan cuma-cuma. Saya juga harus bertekad untuk bersinar bagi orang lain untuk memuliakan Allah dan membalas kasih-Nya. Saya ingat pendeta pernah menasihati jemaat, “GYS adalah satu-satunya gereja keselamatan! Karena gereja sejati memberitakan injil yang sepenuhnya, dan mempunyai kebenaran, Roh Kudus, mujizat, dan tanda-tanda ajaib!” Ia juga menjelaskan ke semua orang, “Untuk masuk ke dalam kerajaan surga, seseorang harus mempunyai dua ‘tiket’, yaitu baptisan (harus di air yang hidup!) dan Roh Kudus.”

Saya bersyukur kepada Allah atas perlindungan dan anugerah-Nya, dalam 19 tahun percaya kepada Tuhan, hidup saya penuh dengan damai sejahtera dan sukacita. Kalau iman ini palsu, mengapa saya harus berbohong pada diri sendiri selama 19 tahun? Ayah saya pernah memberitahukan bahwa ketika orang menjadi dewasa, mereka harus tahu bagaimana bertanggung jawab dan mandiri. 

Setelah saya percaya kepada Tuhan, saya terus memikirkan konsep-konsep dalam kepercayaan saya yang lama. Namun saya menyadari bahwa dalam kekristenan dinyatakan bahwa Allah yang kita sembah adalah Bapa kita (Mat. 6:9-13; Gal. 4:6). Ayah saya sendiri mengatakan bahwa hati nuraninya pada kami jernih, karena ia telah membesarkan dan mengajarkan kami. Ini membuat saya berpikir, “Bagaimanakah Allah yang benar, Bapa kita yang penuh kasih, melahirkan, membesarkan, dan mengajar kita?”

 

ALLAH MELAHIRKAN KITA

 

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kej. 2:7)

 

“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” (Kis. 17:24-28)

 

ALLAH MEMBESARKAN KITA

 

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kej. 1:1)

 

Bapa surgawi kita yang penuh kasih menghabiskan enam hari untuk menciptakan segala sesuatu sebelum akhirnya menciptakan manusia pertama, Adam, sama seperti orang tua yang penuh kasih mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan anak mereka sebelum anaknya lahir.

 

ALLAH MENGAJAR KITA

Berdasarkan pemahaman pribadi saya, Allah mengajar kita melalui Alkitab dan Roh Kudus. Mengapa demikian?

 

  1. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2Tim. 3:16-17); “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2Tim. 3:15) Jadi, Alkitab sama seperti sebuah surat bagi keluarga, yang diberikan kepada kita oleh Bapa kita di surga, dan sangatlah berharga.
  2. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu… Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu l  kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh. 14:16-17, 26b); “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Yoh. 16:13a); “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Ef. 1:13-14)

 

Tuhan Yesus Kristus yang kita percaya adalah Tuhan yang penuh kasih, kebenaran, dan kemurahan; Ia adalah Allah atas segala ciptaan – Allah yang maha kuasa dan maha hadir; Allah yang mendengar doa-doa kita; Allah yang memerintah atas hidup kita; selain Dia, tidak ada jalan lain untuk mencapai keselamatan.

Dalam perjalanan hidup ini, kita semua mengharapkan agar orang-orang yang cakap dapat menolong kita; semakin banyak, semakin bagus, bukan? Dokter terbaik, orang yang profesional, profesor terkenal… Namun apabila semua peran ini adalah “ayah” kita sendiri, bukankah hal itu lebih baik? Saya telah menemukan “Orang” ini, dan saya hanya memerlukan Dia, Penghibur terbesar – Tuhan Yesus. Seperti tertulis di Mazmur 31:15a, “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,” dan Mazmur 16:2b, “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” Jadi mengapa kita masih ragu? Segeralah mengenal Yesus! Ia mau menjadi Bapa kita di surga untuk memberkati kita.

 

“Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan.” (Ayb. 22:21)

 

“Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” (Ams. 14:26)

 

Dalam keluarga saya, saya adalah generasi pertama yang percaya Yesus dan saya akan menjadikan-Nya sebagai pusaka untuk diwariskan dari generasi ke generasi. Saya juga berharap agar semua orang dapat memperoleh harta ini untuk diteruskan kepada keluarga, mendapatkan berkat Allah dalam hidup ini, dan menikmati hidup kekal di masa depan. Kiranya segala hormat, kemuliaan, dan puji-pujian dipersembahkan bagi Allah, dan kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan bersama semua orang yang percaya kepada Tuhan. Amin!