KASIH TUHAN YANG BESAR

Sdri. Kimberly Yapp Kim-Yi – Gereja Donggongon, Sabah, Malaysia Timur

Haleluya! Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi. Kesaksian ini adalah tentang bagaimana orang tua saya, Sdri. Wong Chew Huang dan Sdr. Henry Yapp Miau Kee mengalami anugerah dan kasih Allah.

Orang tua saya mengalami kecelakaan lalu lintas ketika ibu saya masih mengandung saya. Pada waktu itu, ibu saya sudah enam bulan mengandung. Mereka saat itu tinggal bersama kakek-nenek saya di Kampung Timpoluan di Babagon sepanjang Jalan Tamparuli, sekitar lima kilometer dari kota terdekat di Donggongan. Mereka biasanya berkendara untuk bekerja di Kota Kinabalu setiap pagi jam tujuh. Perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar 20 menit dengan mobil dan ada beberapa sekolah di dalam perjalanan itu.

Pada hari itu, orang tua saya pergi bekerja jam tujuh pagi seperti biasa. Ayah saya menyetir sementara ibu saya duduk di sampingnya. Ketika mereka sedang mendekati sebuah belokan, muncul sebuah truk dari arah berlawanan yang membawa dua tangki besi besar dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Tiba-tiba, ibu saya melihat sebuah benda terlontar dari truk itu dan mengarah ke mobil mereka. Dengan segera, ibu saya berseru, “Haleluya!” dalam hatinya dan menutupi wajahnya dengan tangan. Dalam sekejap, tutup salah satu tangki besi itu menghujam kaca depan mobil mereka; memecahkan kaca hingga berkeping-keping ke tubuh orang tua saya dan ke seluruh isi mobil.

Ayah saya segera memarkirkan mobil di tepi jalan dan memeriksa apakah ibu saya cedera. Puji Tuhan, mereka berdua tidak terluka, bahkan luka kecil sekali pun! Ditambah lagi, saya masih aman di dalam kandungan ibu saya. Supir truk juga menghentikan kendaraannya dan datang memeriksa keadaan orang tua saya. Ia berkata bahwa tutup tangi itu tidak dikencangkan ke dalam tangki, sehingga terlontar keluar dari truk.

Hingga hari ini, keluarga kami dipenuhi dengan syukur atas kasih Allah. Allah menjaga kami dan memelihara kami. Sekarang, walaupun kami tidak lagi tinggal di Kampung Timpoluan, setiap kali kami melewati belokan itu, kami selalu teringat dengan kecelakaan itu. Kami percaya bahwa Tuhan Yesus-lah yang melindungi kami dari bahaya dua puluh tahun yang lalu. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus yang kudus sampai selama-lamanya. Amin.