DARAH TUHAN YANG BERHARGA MENGHAPUS DOSAKU

Sdri. Nio Kok-Leng – Gereja Jakarta, Indonesia

Haleluya, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saya bersaksi. Nama saya Nio Kok-Leng, lahir pada tanggal 6 Mei 1928 dan dibaptis tanggal 21 Februari 1992. Saya adalah anggota Gereja Yesus Sejati (GYS) di Jakarta.

Sebelum percaya kepada Yesus, saya memeluk agama lain. Pada tanggal 15 Juni 1991 jam 10 pagi, saya sedang tidur di rumah. Saya bermimpi, saya melihat banyak orang berdiri di pantai. Itu adalah sebuah baptisan air; saya melihat orang-orang berbaris di pantai menunggu giliran mereka untuk menerima baptisan. Semua orang diliputi oleh bayangan-bayangan hitam. Ini menunjukkan bahwa mereka yang belum menerima baptisan di dalam darah Yesus, masih terperangkap dalam dosa. Anak perempuan saya ada di barisan ke-delapan. Saya melihatnya masuk ke dalam air dan pendeta membaptisnya. Ketika ia berlutut ke dalam air dan menundukkan kepalanya, sebuah cahaya bersinar dari langit. Lalu pendeta mendorong kepala anak saya ke dalam air. Pada waktu itu, saya langsung berteriak, “Anak saya akan tenggelam!” dan saya terbangun.

Ketika anak saya pulang, saya bertanya kepadanya: “Apakah kamu dibaptis di laut?” “Iya,” jawabnya. “Lalu saya lanjut bertanya, “Apakah kamu dibaptis di barisan ke-delapan?” Jawabnya, “Ya, dari mana Mama tahu?” Jawab saya, “Saya bermimpi. Mengapa kamu tidak dibaptis di kolam dalam gedung gereja?” Anak saya menjawab, “Baptisan yang dilakukan GYS dilakukan di air yang hidup menurut Alkitab, jadi kami dibaptis di laut.” Baptisan anak saya dilaksanakan saat ulang tahun 50 tahun penginjilan GYS di Indonesia. Pada hari itu, 58 orang menerima baptisan air.

Saya dibaptis tanggal 21 Februari 1992. Jam 8 pagi saya sudah berada di gereja. Setelah berdoa, kami bersiap-siap berangkat ke tempat baptisan. Ketika saya menoleh, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di balik mimbar. Ia menganggukkan kepala-Nya kepada saya dan meminta saya untuk datang kepada-Nya. Pada saat itu, cucu saya meminta saya untuk masuk ke dalam mobil karena semua orang sudah menunggu kami, tetapi saya berkata kepadanya bahwa Tuhan Yesus memanggil saya! Saya berjalan ke mimbar sendirian, dan saya berlutut berdoa. Tuhan Yesus mengangkat tangan kanan-Nya dan memberkati saya, dan kemudian Ia menghilang. Saya bangun dan berjalan keluar ke dalam mobil dan berangkat ke tempat baptisan. Saya dibaptis di perairan yang dangkal. Ketika saya masuk ke dalam air, dua pekerja kudus membantu saya masuk ke dalam air. Tiba-tiba saya melihat Tuhan Yesus berjalan di atas air. Ia datang kepada saya dan mengulurkan tangan-Nya untuk memegang tangan saya, jadi saya pun mengulurkan tangan saya. Saya merasakan sebuah kekuatan dari telapak tangan-Nya yang tiba-tiba menarik tangan saya mendekati-Nya, bahkan tanpa bersentuhan. Ia memimpin saya kepada pendeta yang akan membaptis saya. Tuhan Yesus menyuruh saya untuk melangkah maju dan berlutut di hadapan-Nya. Lalu, saya dibaptis oleh pendeta. Ketika saya diselamkan ke dalam air, Tuhan menghilang. Dan ketika saya keluar dari air dan membuka mata saya, saya melihat air telah berubah warna menjadi warna merah seperti darah. Setelah mencapai pantai dan ketika kami berdoa, saya melihat cahaya kemuliaan berwarna merah. Pada saat yang sama, tiga sampai empat orang juga menyaksikan hal yang sama, salah satunya adalah anak saya, Enny Laurent. Saat itu cuacanya cerah dan matahari bersinar terang, langit tidak berawan di sepanjang baptisan. Tetapi setelah baptisan dan kembali ke gereja, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Kasih karunia Allah sungguh ajaib karena darah-Nya yang berharga telah membersihkan dosa-dosa saya.

Saya sungguh bersyukur kepada Allah atas penglihatan yang Ia nyatakan kepada saya. Saya ingin membagikan kasih yang indah ini kepada semua pembaca, agar kita semua dapat menguatkan iman kita kepada Tuhan Yesus. Kiranya segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus!