BERKAT-BERKAT ALLAH YANG ISTIMEWA

Dks. Anna Angela F. Gacumo – Gereja Manila, Filipina

Dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi.

Puji Tuhan yang memimpin kami ke dalam Gereja Yesus Sejati (GYS). Hubungan kami dengan GYS dimulai bulan Oktober 1990 ketika suami saya, Sdr. Fausto Gacumo, secara kebetulan bertemu dengan seorang penginjil dari gereja di bandara udara. Melihat ke belakang, sungguh merupakan pengaturan Allah yang istimewa, Ia membawa kami kepada injil keselamatan-Nya di sini, Manila.

Sungguh, Tuhan menyelidiki hati kita. Pada waktu itu, kami bermaksud meninggalkan Gereja Pentakosta Bersatu tempat ibadah kami sebelumnya, untuk mendirikan Gereja bersama dengan lima keluarga yang lain. Dalam salah satu sesi Pemahaman Alkitab, kami membahas tentang memegang hari Sabat. Dengan penuh kasih, Tuhan menunjukkan kepada kami melalui pengajaran dalam Alkitab bahwa memegang hari Sabat sangatlah penting. Namun, karena kami selalu beribadah di hari Minggu, kami tidak dapat memutuskan pada hari apakah Sabat harus dipegang. Jadi, kami memutuskan untuk berpuasa dan mendoakan perkara ini.

Hubungan kami dengan GYS terjadi pada waktu yang tepat. Penginjilan dari GYS membagikan pengajaran hari Sabat dengan kami dan juga doktrin-doktrin Alkitab penting lainnya. Lebih lanjut, ia juga memberitahukan kami bahwa GYS adalah satu-satunya gereja yang memberitakan kebenaran Alkitab yang sepenuhnya. Saya dan suami beserta anak-anak memutuskan untuk dibaptis tanpa ragu-ragu, bersama dengan simpatisan-simpatisan lain dari Gereja kami. Secara keseluruhan, ada 43 jiwa diselamatkan. Ini adalah awal mula berdirinya GYS di Manila.

Sungguh merupakan kasih karunia dan berkat Allah yang memimpin keluarga saya untuk datang ke gereja sejati, dan kami semua mengalami sukacita yang besar untuk tinggal di dalam rumah Allah. Walaupun demikian, tidak lama kemudian pertikaian terjadi di antara jemaat dan banyak yang terkena dampaknya. Banyak yang meninggalkan gereja, di antara lain mereka yang beriman lemah, dan juga mantan-mantan pekerja kudus yang bertugas menggembalakan Gereja Manila. Mereka kehilangan hati dan motivasi untuk melayani Tuhan. Terlepas dari itu semua, bersyukur keluarga saya dapat berdiri teguh dalam iman dan tetap diam di dalam gereja sejati.

Seiring berjalannya waktu, pengujian dalam gereja terus berlangsung. Kami semua menjalani berbagai kesulitan yang besar. Bagi saya, saya melalui masa yang sulit karena kehilangan suami saya. Karena serangan jantung dan diabetes, ia meninggal dunia dengan tiba-tiba di umur 46 tahun. Saya memperoleh tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak kami seorang diri. Ini adalah pengujian terbesar yang harus saya jalani di saat kami juga kehilangan sumber nafkah utama kami. Di saat-saat kesengsaraan itu, saya teringat bahwa saya hanya dapat bersandar kepada Allah. Karena itu, walaupun di tengah pengujian yang tiba-tiba dan kesedihan besar, saya tidak menyalahkan Allah, karena ada ayat ini yang sangat menghibur saya: “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.” (Rm. 8:28)

Walaupun kepergian suami saya menyebabkan kesedihan mendalam bagi saya, hati saya merasakan damai sejahtera setelah mendengarkan sebuah kesaksian. Ketika suami saya sekarat di tempat tidurnya, seorang pasien dari rumah sakit yang sama melihat dua malaikat datang untuk menjemput suami saya. Pasien itu memberitahukan Reginald, anak tertua saya, mengenai apa yang ia saksikan, saat anak saya menemani ayahnya ketika saya sedang berada di gereja. Iman saya dikuatkan karena mengetahui bahwa kematian orang-orang kudus sungguh berharga di mata Allah (Mzm. 116:15).

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Flp. 1:21)

Sejak itu, walaupun hidup kami selalu sulit, kami bersandar kepada Allah. Oleh karena kemurahan dan kasih Allah, keluarga saya perlahan-lahan menjalani pemulihan. Sungguh merupakan berkat Allah sehingga anak-anak saya sekarang bekerja di luar negeri, dan mereka selalu memegang pengajaran gereja sejati di dalam hati mereka. Kiranya segala kemuliaan dipersembahkan bagi nama Tuhan Yesus Kristus, dan kiranya Roh Kudus senantiasa menuntun kita sampai Tuhan datang kembali. Amin!