DAMAI SEJAHTERA DAN KASIH KARUNIA

Allah Memberikan Anak secara Ajaib Bagi Kami

Sdri. Henny Meliana – Gereja Cianjur, Indonesia

            Di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus saya bersaksi.

Haleluya! Nama saya Henny Meliana. Saya adalah jemaat Gereja Yesus Sejati (GYS) di Cianjur, Indonesia. Saya dibesarkan dalam keluarga jemaat GYS. Sejak kecil saya diajarkan untuk percaya dalam kuasa doa dan kepenuhan Roh Kudus. Agar terus bertumbuh dalam kerohanian, saya juga bertekad untuk menikah di dalam Tuhan. Puji Tuhan atas tuntunan-Nya, saya dan suami menikah di dalam satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan. Sebagai jemaat GYS, iman saya terus bertumbuh. Saya percaya dengan yakin bahwa apa pun keadaan yang kami hadapi, selama kami terus berdoa dengan tekun, Tuhan akan selalu menyertai kami, menjaga kami, dan memberikan damai sejahtera.

Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk bersaksi bagaimana saya mengalami pekerjaan dan kuasa Allah yang ajaib melalui doa yang tak henti-hentinya.

Kami menikah di bulan Februari 1982. Setahun kemudian, kami masih belum mendapatkan anak; dan hal ini membuat tante saya kuatir. Ia menyarankan agar saya mengunjungi dokter kandungan untuk memastikan jika saya tidak mandul, agar saya tidak disalahkan oleh keluarga suami saya. Saya mengikuti sarannya dan pergi memeriksakan diri. Hasilnya menunjukkan bahwa saya normal dan subur, jadi dokter hanya meresepkan beberapa vitamin untuk saya.

Saya terus mengunjungi dokter kandungan selama satu tahun, tetapi saya masih belum dapat mengandung. Karena itu akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi pergi ke dokter kandungan. Saya yakin bahwa segalanya diberikan oleh Allah, jadi saya memutuskan untuk mengandalkan segalanya kepada Tuhan, dan percaya pada maksud-Nya yang baik. Puji Tuhan, mertua saya sangat tekun berdoa. Setiap malam saudara-saudara ipar juga datang ke rumah kami untuk mendoakan hal ini. Di sekitar tahun 1985, ketika kami sedang berdoa, Roh Kudus menyatakan kepada saudari ipar saya yang lebih muda bahwa saya akan mempunyai dua anak laki-laki, dan mereka akan menjadi pilar keluarga kami. Ketika ia memberitahukan hal ini kepada saya, hati saya dipenuhi sukacita, dan saya memegang janji Allah di dalam hati saya.

Di tahun 1986, GYS Cianjur mulai merencanakan perluasan aula gereja dan membangun lebih banyak ruang kelas untuk memuat lebih banyak siswa pendidikan agama. Di saat itu, seorang diakenis gereja yaitu nenek saya, bersama mertua saya mendesak suami saya untuk membantu rencana perluasan gereja ini. Diakenis berkata kepada suami saya, “Setelah perluasan gereja selesai, kamu akan diberkati dengan anak-anak laki-laki.” Sesungguhnya, bahkan sebelum diakenis menghampiri kami, Allah telah menggerakkan kami untuk membantu pekerjaan kudus ini.

Tahap pertama pembangunan ruangan kelas dijalankan antara tahun 1988-1989. Suatu malam, saya melihat suami saya tampak sangat sedih. Ia berkata kepada saya, “Kita telah menikah hampir delapan tahun tapi kita masih belum punya anak. Tapi kalau kita mengadopsi anak, saya takut Allah marah.” Pada waktu itu, suami saya mengidap diabetes dan masalah ginjal. Karena itu, saya berdoa kepada Allah, “Tuhan, Pencipta alam semesta, Engkau maha kuasa. Segala sesuatu diciptakan menurut kehendak-Mu. Walaupun jika kami tidak mungkin punya anak, apabila Engkau menghendakinya, kami yakin Engkau akan menggenapinya. Sama seperti Abraham dan Sara – walaupun mereka sudah tua dan tidak lagi mungkin melahirkan anak, mereka diberkati dengan seorang anak karena janji-Mu kepada mereka.” Lebih lanjut, saya berkata kepada Allah, “Jangan beritahu saya kalau saya mengandung.” Pada waktu itu, saudara-saudara sepupu dan keluarga kami terus menganjurkan kami untuk mengangkat anak, tetapi setiap kali kami berdoa, Roh Kudus terus memberitahukan kita bahwa Allah telah mempersiapkan anak bagi kami.

Pada tanggal 22 Desember 1989, Allah ingin memberitahu saya bahwa saya mengandung. Hari itu, saudara perempuan saya datang berkunjung, dan saya bertanya kepadanya apakah bayi dapat bergerak dalam kandungan selama kehamilan. Jawabnya, “Tentu saja, karena fetus adalah makhluk hidup.” Lalu ia menjadi penasaran dan bertanya, “Ada apa kak?” Saya menjawab, “Oh tidak ada.” Sorenya, saya meminta ibu saya menemani saya bertemu dokter. Dokter memberitahukan saya bahwa saya sudah mengandung empat setengah bulan dan fetus dalam keadaan sehat. Namun, sepupu saya menganjurkan untuk menemui seorang spesialis di Bandung karena ia kuatir karena saya tidak menyadari bahwa saya sudah mengandung.

Tanggal 8 Januari 1990, saya pergi ke spesialis di Bandung. Ia bertanya sudah berapa lama saya hamil, dan saya menjawab lima bulan. Setelah memeriksa, ia memberitahukan saya bahwa fetus dalam rahim saya sebenarnya sudah berumur enam bulan! Saya terkejut dan tertawa pada diri sendiri karena tidak menyadari keadaan tubuh saya sendiri. Allah membuat saya begitu sibuk dengan usaha saya sehingga saya tidak menyadari kehamilan saya. Allah sungguh memberkati saya. Saya sangat bersyukur kepada Allah karena walaupun kami seringkali lalai dalam pelayanan kepada Allah, Ia tetap setia dan memegang janji-Nya kepada kita oleh karena kasih dan kemurahan-Nya.

Setelah delapan tahun menikah dan pengembangan gereja selesai, saya melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat di bulan April 1990. Ketika bayi kami berumur tiga bulan, saya mendapatkan mimpi. Dalam mimpi itu, saya berdiri di samping dua anak laki-laki. Anak yang lebih muda berdiri di dekat saya dan yang lebih tua berlari-lari jauh dari saya. Pada waktu itu, saya berkata kepada suami saya, “Allah memberitahukanku bahwa kita akan mempunyai dua anak laki-laki. Tetapi di dalam hati, saya memohon agar apabila Allah bersedia, saya juga mendapatkan anak perempuan.

Tiga tahun kemudian, di bulan Februari 1993, Allah sungguh memberkati kami dengan seorang anak perempuan. Ketika saya bersalin, saya belum mencapai akhir trimester ketiga, jadi saya kuatir apabila bayi saya lahir prematur. Sore itu, sebelum bersalin, saya melihat beberapa bayi dengan berat berbeda-beda di bangsal bersalin. Mata saya terpaku pada seorang bayi yang mempunyai berat 2,95 kilogram. Ketika bayi saya lahir dan ditimbang, suster memberitahukan saya bahwa bayi saya juga berberat 2,95 kilogram. Sungguh suatu mujizat! Hati saya penuh dengan rasa takjub, dan saya belajar bahwa apabila permohonan kita menyukakan Allah, Ia akan mengabulkan apa pun yang kita minta di dalam Nama-Nya.

Di bulan Oktober 1994, Allah menggenapi janji-Nya dan Ia memberkati kami dengan bayi laki-laki lain. Sekali lagi, hati kami dipenuhi dengan sukacita.

Tertulis di Yohanes 14:13:
“Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.”

Terpujilah Tuhan Allah, pencipta langit dan bumi. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan kami. Betapa besar kasih dan kemurahan yang Kau berikan bagi kami! Kiranya segala kemuliaan hanya bagi nama-Mu dari sekarang sampai selamanya, dan kiranya kasih dan damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus bersama dengan kita sampai selama-lamanya. Amin.

Sumber: Testimony Collection 1917 – 2017 – 100 Years – A Heritage of Spirituality and Grace