SAUH BAGI JIWA
Pekerjaan yang Indah
Bacaan Alkitab Harian –
“Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” (1 Timotius 3:5)
“Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” (1 Timotius 3:5)
Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menekankan pentingnya ajaran yang murni dan ibadah yang sesuai serta diperkenan oleh Allah. Kedua hal ini tidak mungkin ditopang oleh satu orang saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari seluruh jemaat. Karena itu, Paulus memberikan arahan mengenai kepemimpinan di dalam gereja, dan salah satunya adalah peranan seorang penilik.
Kata ‘penilik’ berasal dari bahasa Yunani epískopos, yang berarti pengawas. Dalam bagian lain, Paulus juga menggunakan istilah ‘penatua’ dan ‘gembala’ untuk menggambarkan pelayanan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa yang ditekankan bukanlah perbedaan jabatan atau tingkatan kekuasaan, melainkan fungsi pelayanan.
Dalam kitab bacaan kita pada hari ini, Rasul Paulus menguraikan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang penilik. Menariknya, dari sekian banyak persyaratan, hanya ada satu syarat yang merupakan keterampilan teknis, yaitu kecakapan dalam mengajar. Selebihnya, Paulus menyoroti aspek karakter dan integritas moral. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan rohani tidak bertumpu pada kemampuan atau kompetensi lahiriah, melainkan pada kedewasaan rohani dan penguasaan diri yang konsisten serta yang telah teruji oleh waktu dan berbagai keadaan.
Karakter dan moral seperti ini tidak dapat terbentuk dalam sekejap dan tidak mungkin dipalsukan. Hal ini dibangun melalui latihan dan disiplin rohani yang dilakukan dengan setia dan berkesinambungan. Baik dalam waktu senang maupun sukar, iman harus dipraktikkan dan firman Tuhan harus kita taati dengan sabar. Melalui proses inilah Roh Kudus bekerja memperbarui hidup, menghasilkan buah pertobatan dan buah kebenaran yang sejati, sehingga hati dan perilaku kita semakin dibentuk menyerupai Kristus.
Daftar persyaratan ini menjadi cermin bagi kita semua, bukan hanya bagi mereka yang melayani dalam kepemimpinan formal. Paulus mengingatkan bahwa ‘pekerjaan yang indah’ dalam melayani Tuhan dibangun di atas kemenangan-kemenangan kecil setiap hari, khususnya dalam penguasaan diri dan pengelolaan rumah tangga yang baik. Keindahannya bukan terletak pada penghormatan manusia, melainkan pada kepercayaan rohani yang Allah berikan. Seorang penilik gereja mendapatkan berkat dan kepercayaan untuk menjadi alat yang diurapi, rekan sekerja Allah, dan penjaga kawanan domba-Nya.
Maka, sebelum seseorang menyanggupi panggilan untuk ‘pekerjaan yang indah’ ini, ia terlebih dahulu dipanggil untuk memancarkan terang Kristus dalam kehidupan yang paling nyata dan sering kali tersembunyi, yaitu di rumah dan di tengah keluarganya sendiri. Kepemimpinan gereja tidak dimulai dari atas mimbar, melainkan dari cara seseorang mendidik anak dan mengasihi pasangan. Di sanalah kesetiaan dalam perkara kecil, integritas hati, dan kesiapan untuk menjadi teladan benar-benar dibuktikan.
Kiranya kita dapat senantiasa berdoa agar Roh Kudus dapat melunakkan hati kita, supaya kita dapat dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya. Selain itu, berdoalah agar kita dapat menjadi bejana yang tidak bercacat dan yang layak dipakai bagi kemuliaan nama-Nya. Amin.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 3:1-7
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Syarat-syarat bagi penilik jemaat
1 Benarlah perkataan ini: ”Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.”
2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,
4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?
6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ