SAUH BAGI JIWA
Salam dari Padaku, Paulus
Bacaan Alkitab Harian –
“Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku” (2 Tesalonika 3:17)
“Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku” (2 Tesalonika 3:17)
Dalam penulisan sebuah surat, salam penutup merupakan salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Salam penutup yang baik dapat menunjukkan perilaku penulis yang baik dalam berkomunikasi melalui surat.
Kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus juga menuliskan salam penutup serta menambahkan namanya di dalam suratnya. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa surat ini benar-benar berasal dari dirinya.
Dalam surat-suratnya, Rasul Paulus menuliskan doa dan berkat untuk jemaat, terutama untuk jemaat Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan dan kesusahan. Mereka harus menghadapi pengajaran palsu tentang kedatangan Tuhan serta menghadapi kondisi beberapa jemaat yang tidak tertib. Keadaan-keadaan yang terjadi ini membuat jemaat mengalami kekacauan dan kebingungan dalam kehidupan mereka.
Rasul Paulus menyampaikan nasihat dan teguran dalam suratnya, namun ia tidak lupa untuk menutup suratnya dengan doa. Di dalam doanya, Rasul Paulus berharap agar damai sejahtera dari Allah turun kepada jemaat Tesalonika. Dengan demikian, mereka semua dapat merasakan kasih karunia Allah yang berlimpah ruah dan tidak berkekurangan akan kasih karunia Allah.
Melalui salam penutup yang ditulis oleh Rasul Paulus, kita dapat mengetahui bahwa Tuhan adalah sumber damai sejahtera dan kasih karunia (2 Tes 3:16). Damai sejahtera bukan berarti tidak ada masalah. Masalah mungkin akan tetap ada, namun dengan adanya damai sejahtera dan kasih karunia dari Allah, kita dapat menghadapi masalah itu dengan tenang. Dengan begitu, kesetiaan kita kepada Allah juga tidak dapat dengan mudah digoyahkan.
Kita telah memasuki tahun baru dan telah melewati tahun sebelumnya. Di tahun yang sebelumnya, kita mungkin telah banyak mencucurkan air mata, merasa tidak damai, bahkan mungkin mengalami kemunduran iman dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi. Namun, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam salam penutupnya, mari kita ingat bahwa Tuhan adalah damai sejahtera. Tuhan akan mengaruniakan damai sejahtera serta kasih karunia-Nya kepada kita.
Hal ini memberitahukan bahwa bukan dengan kekuatan atau kehebatan diri kita sendiri sehingga kita dapat melewati tahun sebelumnya. Itu semua adalah karena ada campur tangan Tuhan Yesus. Kita percaya bahwa di tahun yang baru ini dan di tahun-tahun yang akan datang, kasih karunia Tuhan akan terus menyertai kehidupan jasmani dan rohani kita.
Oleh karena itu, marilah kita terus bergiat di dalam kehidupan kita di bumi ini. Marilah kita terus mencoba untuk menyenangkan hati Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita selalu. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Tesalonika 3:16-18
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Salam
16 Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.
17 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.
18 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ