SAUH BAGI JIWA
Bekerja untuk Tuhan, Bukan Manusia
Bacaan Alkitab Harian –
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan” (Kolose 3:22)
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan” (Kolose 3:22)
Di sebuah perusahaan terkemuka, terdapat seorang karyawan muda bernama Pak A. Karena memiliki ambisi untuk segera naik jabatan, ia berusaha mencari cara untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari atasannya. Pak A mulai menuruti segala permintaan atasannya, bahkan sesekali memuji atasannya di depan umum.
Menjelang awal tahun, perusahaan harus menyerahkan laporan keuangan untuk kepentingan perpajakan. Pada saat itu, sang atasan meminta Pak A untuk mengubah laporan keuangan perusahaan. Demi menyenangkan hati atasannya, Pak A langsung mengerjakan permintaan tersebut tanpa ragu.
Ketika kita renungkan, apakah perbuatan yang dilakukan oleh Pak A tepat? Terkadang kita bingung apa saja hal yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dalam pekerjaan, khususnya sebagai seorang Kristen. Namun, ternyata Alkitab sudah mencatatkan bagaimana seorang Kristen seharusnya bekerja. Dalam Kolose 3:22-25, Paulus menuliskan surat kepada jemaat di Kolose bagaimana hubungan antara hamba dan tuan di dunia. Jika kita ambil dalam konteks kehidupan masa kini, ayat-ayat tersebut membahas terkait hubungan antara atasan dan karyawan dalam dunia kerja.
Hal pertama yang perlu kita miliki sebagai seorang Kristen dalam pekerjaan yang kita jalani adalah memiliki ketulusan hati. Apa maksud dari ketulusan hati? Tulus dapat berarti sikap ikhlas dan jujur, tanpa ada maksud tertentu untuk memenuhi kepentingan diri sendiri maupun orang tertentu.
Nyatanya baik kita sadari maupun tidak, kita dapat memiliki niat yang tidak tulus ketika bekerja. Entah itu ada keinginan untuk tampil lebih baik dibandingkan rekan-rekan kita yang lain ataupun ingin lebih dipandang oleh atasan kita supaya peluang untuk naik jabatan semakin tinggi. Dari niat yang awalnya kecil itu, lama-kelamaan kita dapat melakukan segala cara untuk membuat tujuan kita itu tercapai. Misalnya mampu menjatuhkan nama rekan kerja dengan memfitnahnya atau menuruti atasan kita saat diminta melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
Kedua, sikap yang seharusnya kita lakukan dalam dunia kerja adalah takut akan Tuhan. Ketika kita takut akan Tuhan, kita pun menyadari bahwa apa yang kita lakukan, kita ucapkan, bahkan apa yang kita pikirkan, semua itu tidak luput dari pengamatan-Nya. Kolose 3:23 juga menegaskan bahwa kiranya apa yang kita perbuat, perbuatlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Maka, yang seharusnya menjadi fokus kita bukanlah kesenangan dari atasan kita, tetapi apa yang menyenangkan hati Tuhan.
Karena itu, marilah kita mengingat kedua hal tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu ketulusan hati dan sikap takut akan Tuhan ketika bekerja. Dengan begitu, kita dapat menjalankan pekerjaan kita dengan benar dan dapat menguatkan hati dalam menghadapi godaan-godaan di dunia kerja. Selain itu, kiranya melalui setiap hasil dan perbuatan yang kita lakukan, rekan-rekan kerja dan atasan kita dapat melihat pimpinan Tuhan dalam hidup kita dan nama Tuhan dimuliakan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Kolose 3:22-25
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?