SAUH BAGI JIWA
Uji Pekerjaan Sendiri
“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain” (Galatia 6:4)
“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain” (Galatia 6:4)
Di Betania, ada sebuah keluarga yang sangat dikasihi oleh Tuhan Yesus. Keluarga ini merupakan kakak-beradik yang menjadi pengikut Tuhan. Mereka adalah Lazarus, Marta, dan Maria. Kisah tentang keluarga ini mungkin telah sering kita dengar dan baca. Lazarus adalah seseorang yang dibangkitkan oleh Tuhan Yesus dari kematian. Sedangkan cerita Marta dan Maria yang sering dibahas adalah bagaimana Marta dan Maria mempunyai dua pandangan yang berbeda ketika Tuhan Yesus datang ke rumah mereka.
Dalam kitab Lukas 10:38-42, kita dapat melihat di mana Marta senang menerima kedatangan Tuhan Yesus di rumahnya dengan sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Marta begitu giat dalam melayani Tuhan. Namun ia merasa keberatan karena saudaranya, Maria, tidak membantunya, sehingga ia kerepotan. Maria memang dituliskan duduk di dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Maka, Marta pun meminta Tuhan Yesus untuk meminta Maria agar membantunya.
Mereka berdua mempunyai pandangan mereka masing-masing. Marta lebih mengutamakan pelayanan, Maria lebih mengutamakan pendengaran akan firman Tuhan. Lalu, bagaimana Tuhan menanggapi permintaan Marta tersebut? Tuhan Yesus menghargai pelayanan Marta, tapi Ia mengatakan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik.
Terkadang dalam satu gereja, ada sebagian orang yang sibuk melakukan pelayanan, tapi ada juga yang tidak. Karena hal ini, mungkin beberapa anggota mulai merasa tidak puas, lalu bersungut-sungut, dan timbullah suatu pertengkaran. Seperti yang dialami oleh Marta.
Terkadang, hati manusia memang suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal ini disebabkan oleh hati yang dipenuhi macam-macam kekhawatiran dan kesusahan–ini jugalah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada Marta. Marta tidak tahu nilai dari pelayanannya. Dalam melakukan pelayanannya, ia justru membanding-bandingkan perbuatannya dengan perbuatan orang lain, yang sama sekali tidak ada urusannya dengan dirinya.
Bagaimana dengan kita pada hari ini? Dalam melayani Tuhan, apakah kita juga sering membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain?
Sadar atau tidak sadar, kita juga mungkin terkadang sering melakukan perbandingan ini. Hati kita mungkin baru terasa puas apabila hasil yang kita berikan lebih baik atau sama baiknya dengan orang lain.
Namun, Rasul Paulus menasihati agar kita menguji pekerjaan kita sendiri. Kita tidak perlu membandingkan pekerjaan kita dengan pekerjaan orang lain. Daripada membandingkan, marilah kita uji: apakah kita sudah kudus dan layak di hadapan Tuhan? Apakah semua pelayanan yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan Yesus atau hanya untuk kebanggaan akan diri sendiri?
Kiranya kita tidak membandingkan diri kita dengan orang lain. Selain itu, jauhilah sikap bersungut-sungut karena ketidakpuasan, tapi ujilah pekerjaan dan diri kita sendiri agar layak serta kudus di hadapan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 10-11 Januari 2026
1. Bacalah renungan “UJI PEKERJAAN SENDIRI”
2. Bagaimanakah kita dapat menjadi “Maria” dalam kesibukan kita sehari-hari dan juga dalam pelayanan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita tetap dekat dengan Tuhan dalam kesibukan sehari-hari.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.