SAUH BAGI JIWA
Memimpin kepada Kebenaran
“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1)
“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1)
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketika berinteraksi ini, kita mungkin dapat melakukan pelanggaran atau mungkin kita menemukan orang lain yang membuat pelanggaran. Jika kita menemukan seseorang berbuat pelanggaran, apakah yang akan kita lakukan? Apakah kita hanya akan diam saja atau berbuat sesuatu?
Firman Tuhan dalam kitab Galatia pada hari ini mengingatkan agar kita dapat memimpin orang ke jalan yang benar. Kata ‘memimpin’ di sini berasal dari kata ‘katartizo’ yang dalam bahasa Yunani mempunyai arti melengkapi, memperbaiki, atau membetulkan. Sehingga, maksud dari nasihat Paulus ini adalah agar kita dapat menjadikan seseorang sebagaimana mestinya. Apabila seseorang melakukan kesalahan, kita diajak untuk dapat mengoreksinya sehingga dapat membawanya kembali ke jalan yang benar.
Namun, Tuhan mengingatkan melalui nasihat Rasul Paulus bahwa kita harus melakukannya dengan roh lemah lembut. Maksudnya adalah agar kita tidak menghakimi mereka, tapi justru menolong mereka dengan kepedulian yang tulus.
Tuhan Yesus pernah memberikan suatu perumpamaan tentang seorang gembala yang mencari satu dombanya yang hilang dengan penuh kasih (Mat 18:12-14). Hari ini, kita pun harus menjadi seperti gembala ini, yang dengan penuh kasih memperhatikan domba-domba. Karena peduli, kita mau mengobati yang sedang sakit dan terluka, sehingga mereka dapat kembali sehat lagi seperti semula.
Selain itu, kita juga perlu berjaga-jaga dan berdoa agar kita sendiri tidak tergoda untuk melakukan kesalahan dan pelanggaran. Memimpin orang ke jalan yang benar bukanlah perbuatan yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Ada proses-proses yang mungkin dapat memicu emosi dan air mata kita. Ada juga tantangan yang dapat membuat kita malah ikut terjerumus ke dalam pelanggaran itu. Maka, kiranya kita dapat tetap menjaga diri kita sendiri dengan tidak memberikan toleransi kepada dosa dalam kehidupan kita.
Bagi kita yang telah menerima Tuhan dalam hidup, kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk dapat menghasilkan buah Roh. Kita harus hidup oleh Roh dan berjalan dengan dipimpin oleh Roh. Kehidupan di dalam Roh ini bukan hanya sebatas kata-kata, tapi perlu kita praktikkan dengan nyata.
Salah satu aksi nyata yang dapat kita lakukan adalah dengan membantu orang lain agar kembali kepada jalan yang benar. Kita dapat mendoakan, mendengarkan, dan menasihati mereka. Lakukanlah perbuatan ini dengan lemah lembut dan dengan hati yang tulus, bukan dengan hati yang menghakimi. Selain itu, tetaplah berwaspada agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan di dalam proses ini.
Biarlah kasih dan semangat Kristus tampak nyata dalam kehidupan kita. Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 10-11 Januari 2026
1. Bacalah renungan “UJI PEKERJAAN SENDIRI”
2. Bagaimanakah kita dapat menjadi “Maria” dalam kesibukan kita sehari-hari dan juga dalam pelayanan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita tetap dekat dengan Tuhan dalam kesibukan sehari-hari.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.