SAUH BAGI JIWA
Istri yang Diperkenan Allah
Bacaan Alkitab Harian –
“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan” (Kolose 3:18)
“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan” (Kolose 3:18)
Di Kolose, muncul banyak ajaran sesat, sehingga Rasul Paulus merasa perlu menasihati mereka untuk tetap taat pada ajaran Kristus. Termasuk di dalamnya, Rasul Paulus memberikan nasihat perihal keluarga. Hubungan antar anggota keluarga harus berlandaskan kasih dan ketaatan kepada Tuhan, agar terciptanya keharmonisan di dalam keluarga dan yang lebih penting adalah untuk membentuk karakter Kristus bagi setiap anggotanya.
Suami dan istri memiliki peran yang penting di dalam keluarga. Suami adalah kepala keluarga, namun dalam mengatur urusan rumah tangga sehari-hari biasanya menjadi tugas istri. Istri juga biasanya mengambil bagian yang besar dalam mendidik anak. Maka nasihat Rasul Paulus dalam perikop ini yang ditujukan terlebih dahulu kepada istri menjadi penting.
Para istri perlu dididik dalam ajaran Kristen yang benar agar mereka menjadi orang yang takut akan Tuhan dan yang dapat membawa keharuman Kristus di dalam keluarga, melalui perkataan dan perbuatan sehari-hari. Amsal 12:4 mengatakan, “Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.” Selain itu, Amsal 31:10 juga menuliskan, “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.”
Istri yang cakap adalah mahkota bagi suaminya dan lebih berharga daripada permata, sebab mereka tahu bagaimana mengurus keluarganya dengan baik. Mereka adalah orang yang rajin, baik, dan berpengertian. Karena mereka adalah orang yang takut akan Tuhan, mereka akan tetap menghormati suaminya sebagai kepala keluarga, terlepas dari tingkat pendidikan, posisi, dan perannya di luar keluarga. Mereka juga mendidik anak-anaknya untuk hidup takut akan Tuhan. Ketika hubungan antar keluarga harmonis, saling mengasihi dan menghormati, keluarga itu akan menjadi keluarga yang bahagia.
Sering kali keributan dalam rumah tangga terjadi karena hubungan yang kurang harmonis di dalam keluarga. Jika hal ini terjadi, perpecahan keluarga akan sulit untuk dihindari dan anak-anak akan menjadi korban. Parahnya, mereka mungkin akan mencontoh perilaku orang tua dan dampaknya akan menjadi sangat besar.
Kiranya kita tidak menjadi seperti istri Ayub, yang bukannya berempati atas penderitaan suaminya dan memberikan nasihat yang baik, tapi malah mendorong Ayub untuk berbuat dosa dengan mengutuk Allah. Janganlah juga menjadi seperti Hawa atau istri Lot yang mudah tergoda, atau seperti Zeresh, istri Haman, yang mendorong suaminya untuk merancangkan kejahatan.
Jadilah seperti Sara, istri Abraham, yang senantiasa taat pada suaminya. Kiranya kita juga dapat belajar seperti Abigail, istri Nabal, yang dengan kebijaksanaan dan kerendahan hatinya dapat menghindarkan suaminya dari malapetaka.
Hendaknya para perempuan dapat menjadi istri-istri yang taat dan setia, serta menjadi penolong bagi suaminya, sebab itulah maksud Allah yang semula ketika Ia menciptakan perempuan. Mari kita belajar untuk menjadi istri yang diperkenan oleh Allah. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Kolose 3:18-21
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?