SAUH BAGI JIWA
Meskipun Tak Ada Pengawas
Bacaan Alkitab Harian –
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir” (Filipi 2:12)
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir” (Filipi 2:12)
Dalam berkendara, kita tahu ada berbagai aturan lalu lintas yang perlu kita taati. Misalnya, penggunaan sabuk pengaman untuk yang berkendara dengan mobil dan penggunaan helm untuk yang berkendara dengan motor. Ada juga lampu lalu lintas dan bermacam-macam rambu di jalanan yang harus kita perhatikan serta patuhi.
Tapi sering kali kita mengabaikannya. Jika di jalanan tidak ada polisi, beberapa orang langsung menerobos jalan meskipun lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Jika tidak ada kamera tilang, dengan bebas beberapa orang tidak menggunakan sabuk pengaman ataupun helm ketika berkendara.
Itulah yang terjadi jika kita merasa tidak ada yang mengawasi. Padahal, baik ada pengawas ataupun tidak, kita seharusnya dapat tetap bersikap taat, karena semuanya pun demi kebaikan kita sendiri.
Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya untuk jemaat di Filipi agar mereka dapat tetap mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu masih ada Paulus, tapi terlebih pula ketika Paulus tidak ada.
Pada hari ini, kita mungkin telah menjadi orang yang percaya karena dibawa oleh keluarga, teman, pasangan atau orang lainnya. Iman kita juga mungkin terus diperkuat dengan keberadaan mereka dan dengan adanya para hamba Tuhan di gereja. Namun, jika suatu saat nanti mereka tidak berada di sekitar kita, bagaimana keadaan iman kerohanian kita? Apakah kita akan tetap bertahan atau menjadi jatuh karena merasa tidak ada lagi yang mengawasi?
Raja Yoas adalah seorang raja yang hidup dengan benar selama mendapatkan bimbingan dari Imam Yoyada (2 Taw. 24:2). Namun, setelah Imam Yoyada meninggal, Yoas menjadi seorang raja yang jahat. Ia terjerumus ke dalam penyembahan berhala. Ketika ia ditegur atas perbuatannya tersebut oleh Zakharia—anak Yoyada, ia memerintahkan untuk melempari Zakharia dengan batu, sampai akhirnya Zakharia pun meninggal (2 Taw 24:20-22).
Akhir hidup Yoas pun cukup tragis. Tentaranya yang sangat besar diserahkan oleh TUHAN ke dalam tangan orang Aram, dan Yoas dibunuh oleh para pegawainya sendiri sebagai pembalasan atas darah Zakharia.
Kiranya melalui nasihat Paulus dan kisah kehidupan Raja Yoas, kita dapat belajar untuk tidak menggantungkan iman kita kepada seorang figur, baik itu orang tua, pendeta, sahabat, pasangan, atau orang lainnya. Walaupun mereka tidak mengawasi kita, kiranya kita dapat tetap mempunyai iman teguh yang mandiri. Lagipula, sesungguhnya di mana pun kita berada, ada yang tetap mengawasi kita, yaitu Tuhan sendiri.
Maka, tetap kerjakanlah keselamatan kita dengan takut dan gentar. Lakukanlah juga perintah Tuhan dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Usahakanlah agar kita dapat menjadi anak-anak Allah yang tidak bercela walaupun kita tinggal di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Tetaplah bergiat dan taat kepada-Nya dalam setiap kondisi. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Tetaplah kerjakan keselamatanmu
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?