SAUH BAGI JIWA
Uang Bukan Segalanya
“Beginilah firman Tuhan: ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!’” (Yeremia 17:5)
“Beginilah firman Tuhan: ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!’” (Yeremia 17:5)
Uang merupakan sebuah bentuk alat tukar yang sudah digunakan sejak lama oleh manusia. Alat tukar ini diterima secara umum dalam suatu masyarakat untuk pembelian barang dan jasa. Tidak hanya itu, uang juga dapat dijadikan sebagai ukuran nilai dari barang-barang dan jasa tersebut. Hal ini sangat penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Karena dengan uang, kita dapat membeli makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya.
Namun sayangnya, ada sebagian orang yang mengukur segala sesuatu dengan uang. Karena merasa uang sangat bermanfaat dan semua orang menyukai uang, maka sebagian orang berpikir semuanya dapat dibeli dengan uang. Contohnya, ada seseorang yang selalu ikut serta dalam memberikan dana konsumsi untuk kerja bakti di lingkungannya, tapi dia tidak ikut terlibat secara fisik. Padahal badannya sehat dan dia ada di rumah sedang bersantai. Demikian juga dalam kasus hukum. Hakim, jaksa, pengacara, sampai saksi pun bisa dibeli. Oleh karena itu, terkadang keputusan dari sebuah kasus hukum berbuah hasil yang tidak adil atau tidak benar.
Dalam hal kerohanian pun sama. Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa memberikan persembahan uang saja sudah cukup, tidak perlu memberikan persembahan lainnya, seperti mempersembahkan waktu, tenaga, dan pikiran. Maka orang-orang tersebut akhirnya tidak datang ke gereja lagi, melainkan hanya mengirimkan persembahan ke rekening gereja.
Uang memang penting dan kita memang harus berusaha serta bekerja (2 Tes 3:10). Tapi tidak semua hal di kehidupan kita bisa dibeli dengan uang. Kita bisa mengusahakan hidup sehat dengan mengonsumsi suplemen kesehatan yang mahal, tapi kita tetap tidak bisa membeli kesehatan yang permanen. Ada kalanya kita tetap saja bisa jatuh sakit. Kita juga tidak bisa membeli kehidupan, sehingga kita bisa hidup selamanya. Kita juga tidak bisa membeli keselamatan dengan uang, tapi keselamatan dapat diperoleh karena kasih karunia Tuhan dan kita harus mengusahakannya melalui iman serta perbuatan.
Perlu kita ingat bahwa uang bukanlah segala-galanya–tidak semua hal di dunia ini bisa diperjualbelikan dengan uang. Sampai Tuhan datang kembali ke dunia ini, kita tetap harus berusaha agar kehidupan kita ini tidak menjadi sia-sia dan agar kita dapat berkenan di hadapan-Nya. Selamat beraktivitas dan Tuhan Yesus memberkati.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 6-7 Desember 2025
1. Bacalah renungan “KIBROT-TAAWA”
2. Pikirkanlah sebuah contoh perbuatan “rakus” dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan berikan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.