SAUH BAGI JIWA
Jatuh ke dalam Pelukan Musuh
“Lalu berserulah perempuan itu: ‘Orang Filistin menyergap engkau, Simson!’ Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia” (Hakim-Hakim 16:20)
“Lalu berserulah perempuan itu: ‘Orang Filistin menyergap engkau, Simson!’ Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ‘Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.’ Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia” (Hakim-Hakim 16:20)
Simson adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang memiliki akhir kisah hidup yang tragis. Ia adalah seorang nazir Allah yang akhirnya dijadikan sebagai seorang pelawak oleh orang-orang Filistin. Akhir hidupnya juga terjadi dengan tindakan bunuh diri, di mana tindakan itu juga sekaligus membunuh banyak orang Filistin. Padahal ia adalah seorang yang kuat. Padahal ia adalah seseorang yang telah Tuhan pilih. Tapi mengapa Simson berakhir seperti ini?
Puncak kejatuhannya terjadi ketika Delila, perempuan Filistin yang Simson cintai, membujuk Simson untuk menceritakan apa yang membuatnya kuat dan bagaimana cara menundukkannya. Awalnya, Simson tidak memberitahukannya dengan berterus terang. Tapi Delila tidak patah semangat. Ia membujuk Simson lagi sampai total ada empat kali. Dan pada akhirnya, Simson pun memberitahukannya. Alhasil, Simson berhasil ditundukkan oleh orang Filistin. Ia telah jatuh ke dalam pelukan musuh.
Jika kita bisa menentukan bagaimana akhir kehidupan kita nantinya, tentu kita ingin mempunyai akhir kisah yang bahagia. Kita patut bersyukur dan berbahagia apabila Tuhan telah memilih kita sekarang sebagai pengikut-Nya. Selama kita hidup di dunia, alangkah indahnya jika kita bisa hidup dengan tenang dan senang. Dan kelak, ketika waktu kita telah habis di dunia, kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Inilah yang kita inginkan, bukan?
Namun, untuk dapat bertahan sampai akhir bukanlah perkara yang mudah. Terkadang ada banyak tantangan dan “Delila-Delila” yang dapat menjatuhkan kita dan membuat kita akhirnya gagal untuk mencapai akhir hidup yang kita inginkan. Sulitnya lagi, terkadang bujukan-bujukan jahat tidak datang hanya sekali, tapi berulang kali–sama seperti yang dilakukan Delila terhadap Simson.
Misalnya, awalnya kita menolak untuk pergi bermain pada hari Sabat bersama dengan teman-teman kita karena hendak pergi ke gereja. Tapi teman-teman kita terus membujuk untuk pergi bersama mereka pada hari Sabat, setidaknya sekali. Lalu kita menyetujuinya, sampai akhirnya kita lupa untuk datang ke gereja pada hari Sabat. Atau mungkin bujukan itu tidak datang dari pihak luar, tapi dari diri kita sendiri. Sebagai contoh, kebiasaan berdoa kita bisa jadi menjadi terganggu ketika kita mulai berpikir, “Hari ini saya lelah, besok saja berdoanya. Tuhan pasti mengerti.”
Kita harus selalu berwaspada, sebab Iblis selalu berkeliling mengintai kita seperti singa yang siap menerkam (1 Ptr 5:8). Jika kita tidak berjaga-jaga, maka bisa jadi kita kehilangan akan harapan untuk masuk ke dalam surga. Jika kita lengah, bisa jadi kita ditundukkan oleh si jahat dan jatuh ke dalam pelukan musuh.
Oleh karena itu, tetaplah berjaga-jaga dan berdoa. Godaan dan tantangan pasti akan selalu ada, namun jika kita tetap berpegang pada iman dan berdoa, kita akan mampu menghadapinya. Jangan biarkan bujukan dunia dan kelemahan diri menjauhkan kita dari Tuhan. Tetaplah setia dan fokus pada tujuan kekal yang Tuhan sediakan bagi kita, agar kita bisa menyelesaikan perjalanan hidup ini dengan kemenangan bersama-Nya–sebuah akhir yang bahagia. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 29-30 November 2025
1. Bacalah renungan “GARA-GARA HAUS”
2. Menurut Anda, apa yang bisa membantu kita untuk tetap mengingat Tuhan, meskipun keadaan kita baik-baik saja? Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat selalu berserah kepada Tuhan, baik dalam keadaan senang maupun susah.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.