SAUH BAGI JIWA
Gara-Gara Haus
“Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada Tuhan: ‘Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!’” (Hakim-Hakim 15:18)
“Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada Tuhan: ‘Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!’” (Hakim-Hakim 15:18)
Ketika kita diberikan sebuah pertanyaan: Siapakah tokoh dalam Alkitab yang terkenal kuat? Mungkin kita akan langsung memikirkan Simson. Ya, Simson memang adalah seorang hakim yang kuat. Kita dapat menemukan cerita tentangnya dalam kitab Hakim-Hakim. Pada hari ini, kita akan berfokus pada cerita Simson dalam Hakim-Hakim pasal 15.
Pasal ini diawali dengan bagaimana Simson mengetahui bahwa istrinya yang adalah orang Timna, telah diberikan kepada kawannya sendiri. Karena hal ini, Simson menjadi marah dan membuat suatu rencana, yaitu dengan melepaskan 300 anjing ke gandum milik orang Filistin yang belum dituai. Tiap dua ekor anjing tersebut diikatkan bersama dengan obor. Tentu hal ini membuat apa yang dimiliki orang Filistin terbakar–tumpukan-tumpukan gandum, gandum yang belum dituai, dan kebun-kebun pohon zaitun.
Orang Filistin pun menjadi marah. Mereka pergi kepada orang Timna tersebut dan membakar perempuan itu dan ayahnya. Mengetahui hal ini, Simson menjadi marah lagi. Ia memukul mereka sampai tulang mereka diremukkan, lalu ia pergi dan tinggal dalam gua.
Hal ini memicu amarah orang Filistin kembali. Mereka maju kepada orang Yehuda untuk mencari Simson. Orang Yehuda akhirnya bertemu dengan Simson dan Simson pun ikut dengan mereka untuk diserahkan kepada orang Filistin. Ia diikat dengan dua tali baru, tapi karena ada kuasa Roh TUHAN menyertainya, tali-tali pada tangannya hancur dan terlepas. Kemudian ia mengambil tulang rahang keledai yang masih baru dan memukul mati seribu orang! Betapa kuatnya dia, bukan?
Namun sekuat-kuatnya Simson, ia hanyalah manusia biasa. Ia masih bisa merasakan kehausan. Ia pun berseru kepada TUHAN karena sangat haus dan Allah memberikan dia minum.
Jika kita mencari di Alkitab, kapan Simson dicatatkan pertama kali berseru kepada Tuhan, inilah jawabannya. Ketika ia merasa sangat haus setelah membunuh banyak musuh, di situlah ia baru berseru kepada-Nya.
Ini mungkin dapat mengingatkan kepada diri kita sekarang. Sekuat apa pun diri kita, kita tetaplah manusia biasa yang lemah dan yang memerlukan Tuhan. Tapi terkadang, kita hanya mengingat Tuhan saat kita berada di titik terendah atau dalam kondisi sulit. Ketika kita rasa kehidupan kita baik-baik saja, kita mungkin tidak terlalu mencari Tuhan. Sedangkan ketika kita menemukan suatu kesulitan atau masalah, kita cenderung berbalik dan berdoa dengan bersungguh-sungguh kepada-Nya.
Meskipun begitu, Tuhan tetap mau mendengar seruan kita dan menolong kita. Ia setia walaupun kita sering melupakan-Nya. Tapi marilah kita renungkan hal ini dan mari kita berusaha untuk selalu mengingat Tuhan apa pun kondisi yang kita sedang hadapi. Kita mau tetap berdoa kepada-Nya dengan sungguh-sungguh meskipun kondisi kehidupan kita baik-baik saja. Dan ketika kita sedang berada di kondisi sulit, kita juga dapat datang kepada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya dengan rendah hati.
Baik suka maupun duka, mari kita undang Tuhan untuk hadir dalam kehidupan kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 29-30 November 2025
1. Bacalah renungan “GARA-GARA HAUS”
2. Menurut Anda, apa yang bisa membantu kita untuk tetap mengingat Tuhan, meskipun keadaan kita baik-baik saja? Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat selalu berserah kepada Tuhan, baik dalam keadaan senang maupun susah.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.