SAUH BAGI JIWA
Saatnya Bangun Dari Tidur
“Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya” (Roma 13:11)
“Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya” (Roma 13:11)
Tidur adalah keadaan istirahat alami yang dilakukan manusia dan hewan. Ketika kita tidur, biasanya fungsi saraf motorik dan sensorik yang memerlukan fungsi koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade atau dihambat. Sehingga pada saat tidur, kita cenderung tidak bergerak dan daya tanggap kita menjadi berkurang atau tidak sadar. Aktivitas ini penting dan baik untuk kesehatan jasmani atau fisik. Namun bagaimana jika yang tidur adalah iman kerohanian kita? Apakah keadaan ini juga baik?
Firman Tuhan dalam Roma 13:11 mengingatkan kita bahwa telah tiba saatnya bagi kita untuk bangun dari tidur, yaitu dari tidur secara rohani. Mengapa dikatakan demikian? Karena keselamatan sudah lebih dekat sekarang daripada saat kita percaya. Tentunya kita semua ingin mendapatkan keselamatan kekal. Untuk mendapatkannya, iman kita perlu bangun dari tidur atau dalam kata lain, iman kita harus terjaga dan sadar.
Agar terhindar dari kondisi iman yang tertidur, kita harus mengetahui ciri-ciri dari iman yang tertidur. Bagaimana ciri-cirinya? Melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan. Manusia di dunia ini lebih menyukai kegelapan, karena mereka suka melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat. Apa sajakah perbuatan-perbuatan kegelapan itu? Pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan, dan iri hati–keinginan daging atau tubuh (Rm 13:13). Jika kita melakukan perbuatan-perbuatan daging ini, maka kita terancam untuk tidak akan mendapatkan keselamatan kekal.
Ciri lainnya dari iman yang tertidur adalah dengan tidak melakukan kasih. Mengasihi sesama adalah salah satu dari dua hukum utama dari Tuhan. Itu berarti kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, saling berbagi dan menolong satu sama lain, serta tidak bersikap acuh kepada sesama.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jika kita masih melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan, jangan kita ulangi lagi. Kita harus meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat. Memang mungkin akan terasa sulit. Namun kita bisa mencobanya dengan hidup dalam terang. Maksudnya, hiduplah dengan dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Kita dapat memohon akan Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus kepada Tuhan. Kita mohon bantuan kepada-Nya untuk dapat membantu kita menaklukkan perbuatan-perbuatan kegelapan tersebut.
Kita juga harus melakukan atau menerapkan kasih kepada sesama. Lihatlah keadaan sekitar, apakah ada yang perlu bantuan. Jika ada, bantulah mereka. Janganlah kita juga menyimpan dendam terhadap sesama kita.
Kenakanlah perlengkapan senjata terang, yaitu mengenakan Kristus. Kita harus hidup berpadanan dengan Injil Tuhan Yesus yang artinya hidup di dalam-Nya dan taat pada firman-Nya. Waktu semakin dekat dengan akhir hidup kita di dunia. Baik akhir tersebut adalah karena usia kita yang habis di dunia ataupun karena kedatangan Tuhan yang kedua kali. Mengingat hal tersebut, mari bangunkan iman kita dari tidur. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?

Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 30-31 Agustus 2025
- Bacalah renungan “KURANG PERCAYA”
- Mat 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Bagaimanakah contohnya kita “mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” dalam kehidupan sehari-hari? Setiap anggota keluarga dapat berbagi pendapatnya.
- Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus menambahkan iman kita, sehingga ketika menghadapi permasalahan, kita dapat sepenuhnya percaya dan bersandar kepada-Nya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.