SAUH BAGI JIWA
Mewaspadai Penyesatan
Bacaan Alkitab Harian –
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya’” (Lukas 17:1)
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya’” (Lukas 17:1)
Hukum Archimedes berbunyi demikian: “Suatu benda yang seluruhnya atau sebagian dicelupkan ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.” Hukum ini memang tidak ada hubungannya dengan penyesatan, tapi bisa dijadikan analogi tentang gaya tekan balik atau suatu perubahan gaya. Orang yang terbiasa hidup dalam dosa akan sulit menerima kebenaran, sebaliknya, mereka akan menentang kebenaran tersebut.
Pada umumnya, orang akan merasa betah atau kerasan tinggal di zona nyaman–hidup bebas tanpa batas serta tidak terikat berbagai perintah atau aturan dan larangan. Jika ada yang mengusik kenyamanannya, maka akan muncul perlawanan atau pertentangan. Salah satu contoh dalam Alkitab adalah saat Paulus dan Silas memberitakan Mesias dan beberapa orang menjadi percaya, lalu muncul pertentangan dari orang-orang di Tesalonika (Kis 17:1-8).
Pada waktu itu, orang-orang Yahudi tidak sepaham dan iri dengan apa yang dikerjakan Paulus dan Silas–karena mereka telah membuahkan hasil. Maka ada kemungkinan juga mereka merasa ada hal yang dapat membahayakan penduduk di sana, jika ada semakin banyak orang yang menjadi percaya. Maka, dengan dibantu oleh beberapa penjahat dan petulang-pertualang di pasar, mereka melakukan keributan serta mengacaukan kota. Tujuannya adalah tentu supaya Injil tidak tersebar di daerah itu.
Namun, saat ini penyesatan tidak selalu dilakukan dengan cara pertentangan atau membuat keributan untuk membuat suatu kekacauan, tapi justru dilakukan dengan halus. Mungkin ada sebagian oknum yang seolah-olah mendukung pengabaran Injil, namun sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah penyesatan. Dalam Kisah Para Rasul 20:30, bahkan ada muncul penyesatan bukan dari luar, tapi dari kalangan sendiri yang mengajarkan ajaran palsu.
Penyesatan terselubung ini sering dibungkus dengan kemasan yang apik: berbalutkan nilai-nilai rohani yang sepertinya benar, Tuhannya dan kitabnya sepertinya sama, ajarannya pun mirip. Ditambah lagi, ada balutan kuasa ajaib dengan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat-mukjizat. Namun demikian, Tuhan Yesus pernah mengingatkan kita saat Dia menyampaikan khotbah tentang akhir zaman, bahwa nanti akan muncul Mesias-mesias dan nabi-nabi palsu yang disertai tanda dahsyat dan mukjizat, dalam usaha untuk menyesatkan orang-orang pilihan (Mat 24:24).
Saudaraku, kita harus berwaspada. Jangan sampai kita menjadi orang yang disesatkan atau bahkan menjadi orang yang menyesatkan. Kita harus berwaspada karena kedua hal ini akan menuju kepada kebinasaan. Orang yang disesatkan tidak akan sampai tujuan akhir, yaitu kehidupan kekal. Sedangkan si penyesat akan dibinasakan, diumpamakan seperti seseorang yang dilempar ke dalam laut dengan batu kilangan yang diikatkan ke lehernya. Tentu kita tidak menginginkan hal ini. Maka, tetaplah berjaga-jaga dan berdoa sampai Tuhan datang kembali ke dunia ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
4Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
7“Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
