SAUH BAGI JIWA
Harta Yang Sesungguhnya
“Kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion” (Yesaya 33:6b)
“Kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion” (Yesaya 33:6b)
Yehuda dan Yerusalem mengalami kesesakan besar karena serbuan Asyur. Dikatakan bahwa orang-orang berdosa terkejut di Sion dan orang-orang murtad diliputi kegentaran. Sebaliknya, orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, ia seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi. Bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan, air minumnya terjamin.
Mengapa bisa demikian? Sebab orang-orang benar memiliki hikmat dan pengetahuan akan Allah. Mereka tahu pasti bahwa Allah ada di pihak mereka dan akan menyelamatkan mereka dari kesesakan pada waktu-Nya. Maka, walaupun ada di tengah kesesakan besar, mereka dapat tetap merasa aman.
Rasa aman yang sama juga dapat dialami oleh anak-anak Allah pada masa sekarang ini. Saat ini dunia juga sedang menghadapi masa yang sukar. Setelah pandemi Covid mulai mereda, muncullah resesi ekonomi di seluruh dunia. Pengangguran terjadi di mana-mana. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Selain itu, pemanasan global kian bertambah. Proses pencairan es di kutub semakin cepat. Belum lagi semakin banyaknya bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, dan gempa bumi. Tentu saja semua ini menimbulkan kekhawatiran dan masalah serius bagi kita semua.
Namun, jika kita memiliki hikmat dan pengenalan yang baik akan Tuhan, reaksi kita akan berbeda dengan orang dunia. Amsal berkata bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Ketika kita berhikmat, kita akan hidup seturut dengan perintah Tuhan dan taat kepada-Nya. Orang yang mengenal Tuhan akan tahu bahwa Tuhan itu baik dan Ia akan menolong umat-Nya (Mzm 9:11).
Jadi, orang yang berhikmat dan mengenal Tuhan, tidak perlu takut dan khawatir menghadapi semua kesulitan dan masalah yang ada di depan kita. Tuhan pasti akan melindungi kita, jika itu adalah kehendak-Nya. Namun, jika ternyata kita harus mengalami malapetaka, kita pun tetap dapat merasa damai sejahtera. Sebab kita tahu bahwa kehidupan sesungguhnya adalah di surga. Pada akhirnya, semua manusia juga akan meninggalkan dunia ini. Maka yang penting adalah bukan seberapa lama kita hidup di dunia, tapi bagaimana kita menjalaninya. Jika selama hidup, kita telah hidup benar, dengan takut dan hormat kepada Tuhan, maka kita dapat menghadapi kematian dengan tenang. Kita sudah siap kapan pun malaikat maut datang menjemput.
Harta berupa uang, kekuasaan, dan hal duniawi lainnya dapat hilang dan kita tidak bisa bermegah karena hal-hal ini (Yer 9:23-24). Hikmat, pengetahuan, dan rasa takut akan Tuhan, itulah harta kita yang paling berharga. Maka selama masih ada waktu dan kesempatan, mohonlah akan hikmat dan kenalilah Tuhan dengan lebih dalam lagi. Kiranya Tuhan selalu menyertai kita.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?

Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
SARAN PERTANYAAN
Sharing Mezbah Keluarga: 5-6 April 2025
- Bacalah renungan “HIDUP DENGAN PERCUMA”
- Menurut Anda, bagaimanakah kehidupan seseorang yang dikatakan Tuhan Yesus seperti pohon ara yang tidak berbuah?
- Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat menjadi pohon ara yang berbuah lebat.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.