SAUH BAGI JIWA
Mempunyai Segala-galanya
Bacaan Alkitab Harian –
“Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-galanya” (Kejadian 33:11a)
“Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-galanya” (Kejadian 33:11a)
Mengucap syukur adalah salah satu hal yang kita tahu harus dilakukan, tetapi terkadang kita seringkali melupakannya. Entah karena terlalu sibuk, sedang menghadapi pergumulan yang berat, ataupun hal lainnya. Padahal, dengan mengucap syukur, kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi. Mengucap syukur kepada Tuhan akan membuat kita ingat bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan, bukan karena usaha dan kerja keras kita. Dengan mengucap syukur, hati kita pun akan menjadi lebih damai dan penuh sukacita.
Untuk mendapatkan kemurahan Esau, Yakub telah mengirimkan persembahan kepadanya. Tetapi Esau bertanya untuk apa Yakub mengirimkan persembahan tersebut. Esau berkata, “Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu.” Namun Yakub berkata, “Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-galanya.” Maka Yakub terus membujuk dan akhirnya Esaupun menerima pemberian Yakub.
Kedua perkataan tersebut terdengar serupa, tetapi jika kita menelaah lebih jauh, kita akan menemukan perbedaan yang menarik dari perkataan Esau dan Yakub ini.
Pada saat itu, Esau memang memiliki banyak ternak dan hamba— setidaknya ia mempunyai empat ratus orang yang menyertainya dalam perjalanan itu. Tetapi kalau kita ingat perkataan ayahnya bahwa Esau akan hidup melalui pedang dan usaha yang sungguh-sungguh, maka Esau pun akan merasa bahwa semua yang dimilikinya ini tidak lain adalah karena perjuangan dan kerja kerasnya. Berbeda dengan Yakub. Ia mengatakan bahwa semua yang ia miliki adalah karena Allah yang telah memberikan karunia kepadanya sehingga ia mempunyai segala-galanya.
Pernyataan dari Esau dan Yakub begitu relevan dengan kehidupan kita saat ini. Ketika kita tenggelam dalam dunia dan hidup menjauh dari Allah, kita pun dapat bersikap seperti Esau. Kita akan merasa bahwa semua yang kita dapatkan, tidak lain karena usaha dan kekuatan kita sendiri.
Namun, kiranya kita dapat bersikap seperti Yakub, menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki, semuanya itu berasal dari Allah. Semuanya adalah karena berkat dari Tuhan dan karena itulah kita patut mengucap syukur kepada-Nya. Dengan selalu mengucap syukur, kita pun tidak akan merasa kekurangan—karena kita telah mempunyai segala-galanya yang kita butuhkan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1
Yakub pun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
2Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali.
3Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
5Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: “Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?” Jawab Yakub: “Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.”
6Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud.
7Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan mereka pun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.
8Berkatalah Esau: “Apakah maksudmu dengan seluruh pasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?” Jawabnya: “Untuk mendapat kasih tuanku.”
9Tetapi kata Esau: “Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu.”
10Tetapi kata Yakub: “Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku.
11Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-galanya.” Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya.
12Kata Esau: “Baiklah kita berangkat berjalan terus; aku akan menyertai engkau.”
13Tetapi Yakub berkata kepadanya: “Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati.
14Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari hambamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku dan menurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.”
15Lalu kata Esau: “Kalau begitu, baiklah kutinggalkan padamu beberapa orang dari pengiringku.” Tetapi Yakub berkata: “Tidak usah demikian! Biarlah aku mendapat kasih tuanku saja.”
16Jadi pulanglah Esau pada hari itu berjalan ke Seir.
17Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu mendirikan rumah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Sukot.
18Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu.
19Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita.
20Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
