SAUH BAGI JIWA
Takut dan Putus Asa
Bacaan Alkitab Harian –
“Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri” (Kejadian 32:23-24a)
“Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri” (Kejadian 32:23-24a)
Pernahkah kita merasa seperti kehilangan arah dan tidak tahu harus berjalan ke arah yang mana? Putus asa bisa datang seperti kabut tebal yang menyelimuti harapan, membuat segalanya tampak suram dan tak mungkin. Kita merasa takut untuk melangkah maju karena tidak tahu apa yang menunggu di depan sana.
Yakub mempunyai kisah yang panjang dengan Esau. Ia mengelabui kakaknya demi mendapatkan hak kesulungan, dan juga mengambil berkat kakaknya dengan menggunakan caranya sendiri. Esau menaruh dendam kepada Yakub dan bahkan berencana untuk membunuh adiknya itu. Maka, ibu mereka, Ribka menyuruh Yakub untuk pergi ke rumah Laban.
Singkat cerita, setelah Yakub bekerja pada Laban selama beberapa lama, timbullah permasalahan antara Yakub dan Laban. Oleh karena itu, Yakub pun lari meninggalkan Laban dan hendak kembali ke negerinya.
Pada suatu malam di tengah perjalanannya, setelah Yakub menyeberangkan kedua isterinya, kedua budaknya perempuan, dan kesebelas anaknya serta segala miliknya melintasi sungai Yabok, ia pun tinggal seorang diri, di mana kemudian ia bertemu dengan seorang laki-laki dan bergulat dengannya.
Pertanyaannya adalah mengapa Yakub tidak ikut menyeberang bersama dengan keluarganya?
Keputusannya itu menunjukkan ketakutannya yang amat sangat kepada Esau, kakaknya. Ketakutan itu bukan saja disebabkan karena kabar sebelumnya bahwa Esau datang bersama empat ratus orang, tapi juga karena rasa bersalahnya telah mencuri hak kesulungan. Walaupun ia sudah memisahkan rombongan keluarga, hamba, dan ternaknya, Yakub tetap merasa takut dan memutuskan untuk tinggal di sana sendirian malam itu. Malam itu, Yakub tidak mempunyai strategi selain bersandar pada kemurahan Tuhan.
Ketika menghadapi persoalan yang berat, terkadang kita juga mudah menjadi putus asa dan ingin menyerah karena merasa tidak ada lagi harapan. Terkena penipuan, tidak lulus ujian, tiba-tiba dipecat, didiagnosa suatu penyakit berat adalah beberapa contoh persoalan berat yang dapat kita hadapi. Permasalahan-permasalahan ini membuat kita takut untuk menghadapi hari esok dan dapat membuat iman kita menjadi jatuh.
Namun dari pengalaman Yakub ini, kita diingatkan bahwa meskipun kita merasa takut dan putus asa, kita memiliki Tuhan. Mengandalkan kemurahan Tuhan dan bersandar kepada-Nya adalah pengharapan satu-satunya yang kita miliki dalam menghadapi kesulitan, ketakutan, dan keputusasaan. Masalah mungkin tidak akan langsung selesai, tapi kita dapat menghadapinya dengan kekuatan dan kedamaian yang Tuhan berikan kepada kita.
Jadi, apabila saat ini kita sedang berada dalam suatu pergumulan, marilah kita datang kepada-Nya. Kekuatan manusia terbatas, tapi Tuhan kita luar biasa. Serahkanlah ketakutan dan permasalahan kita kepada-Nya, maka Ia akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu-Nya. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
22
Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
23Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
24Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
26Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
27Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
28Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
29Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”
31Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
32Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
