SAUH BAGI JIWA
Mengatasi Ketakutan
Bacaan Alkitab Harian –
“Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya” (Kejadian 32:11)
“Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya” (Kejadian 32:11)
Rasa takut dapat timbul karena berbagai penyebab. Ada yang disebabkan oleh karena permasalahan yang sedang dihadapi, pengalaman masa lalunya yang buruk, penyakit, maupun keterbatasan fisiknya. Namun ada pula orang yang merasa takut meski hidupnya berkelimpahan. Mengapa demikian? Yaitu karena mereka kuatir akan masa depannya.
Yakub juga pernah mengalami rasa takut ketika ia kembali menemui Esau, setelah berpisah beberapa waktu lamanya. Ia takut karena telah mengambil hak kesulungan dari Esau dengan cara yang licik. Ia menyadari hal itu telah menyakiti hati Esau. Dan Esau bisa saja membunuhnya. Siapa yang tidak takut kalau ada orang yang hendak membunuh dirinya?
Maka Yakub pun mengatur pasukannya dan mempersiapkan persembahan bagi Esau. Ia juga membuat strategi agar ia dapat menyelamatkan diri bila Esau tidak menerimanya dengan baik. Walau demikian, Yakub tetap merasa gelisah. Maka Yakub pun memohon kepada Allah agar meluputkan dirinya dari amarah Esau.
Saat merasa takut, kita pun akan berusaha mengatasi ketakutan kita dengan berbagai cara. Bagaimanapun usaha kita, terkadang hati kita masih merasa gentar menghadapinya. Kekuatiran memenuhi hati kita dan pikiran kita dihantui oleh kemungkinan yang terburuk.
Dalam keadaan seperti ini, mari kita meneladani Yakub dalam menghadapi ketakutan dan kekuatiran yang menghimpitnya. Ia memohon pada Tuhan dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Yakub percaya bahwa Tuhanlah yang akan meluputkannya dan ia berpegang pada janji Tuhan. Yakub tahu bahwa Tuhan adalah setia dan tidak akan pernah meninggalkannya. Yakub berkata, “sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan” (Kej 32:10).
Menghadapi masa depan yang tidak pasti, kita pun dapat merasakan kuatir dan gentar. Seperti Yakub yang tidak hanya mempersiapkan strategi demi menjaga hidupnya, namun yang terpenting Yakub bersandar sepenuhnya pada janji dan perlindungan Tuhan yang setia.
Marilah kita memohon agar Tuhan menambahkan iman sehingga kita dapat dengan penuh iman menghadapi kekuatiran dan ketakutan kita. Biarlah kita boleh berserah dan bersandar sepenuhnya pada Tuhan. Ia adalah Allah yang setia dan penuh kasih yang akan selalu menyertai kita sepanjang hidup ini. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1
Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.
2Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: “Ini bala tentara Allah.” Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.
3Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.
4Ia memerintahkan kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini.
5Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu.”
6Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: “Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan ia pun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang.”
7Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.
8Sebab pikirnya: “Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.”
9Kemudian berkatalah Yakub: “Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu —
10sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.
11Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.
12Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
