SAUH BAGI JIWA
Yuk, Semangat Bekerja!
Bacaan Alkitab Harian –
“Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: ‘Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu’”
“Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: ‘Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu’”
Terkadang kita merasa malas dalam menjalankan pekerjaan, meskipun kita tahu tanggung jawab kita. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari rasa jenuh, kurangnya motivasi, atau ketidakjelasan tujuan yang membuat pekerjaan terasa seperti rutinitas tanpa makna. Kemalasan juga bisa muncul karena kelelahan fisik maupun mental, atau karena adanya tekanan yang terlalu besar. Namun, kemalasan ini harus kita lawan agar kita tidak terjebak dalam siklus yang merugikan diri sendiri.
Setelah Yakub tinggal selama sebulan di tempat Laban dan membantu pekerjaan di sana, Laban menawarkan upah kepada Yakub. Tentu ini dikarenakan Laban melihat kinerja dari Yakub. Apabila Yakub bekerja dengan bermalas-malasan, mungkin Laban akan berpikir dua kali sebelum menawarkan bayaran kepada Yakub. Itulah juga mengapa ketika Yakub mengusulkan kontrak pekerjaan selama tujuh tahun untuk mendapatkan anak perempuannya, Laban menyetujuinya.
Dari sini kita mengetahui bahwa Laban melihat dan menghargai kinerja pekerjaan Yakub. Di hadapan Laban, sanak keluarganya yang memberikannya tempat tinggal, Yakub membuktikan dirinya dengan komitmen dan kinerja yang baik dalam pekerjaannya.
Sama seperti Yakub yang etos kerja dan kinerjanya baik, kita juga harus membuktikan komitmen dan etos kerja yang baik dalam pekerjaan kita. Rasul Paulus pernah mengingatkan: “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2Tes 3:10), karena ada orang di Tesalonika yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja. Selain itu, Pengkhotbah 9:10 juga menuliskan, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga.”
Berkomitmen dalam pekerjaan dan tidak bermalas-malasan adalah sifat yang ditekankan dalam Alkitab agar kita meneladaninya. Tanggung jawab dan pekerjaan apa yang kita miliki sekarang ini? Baik kita adalah seorang siswa, seorang pegawai kantor, seorang pebisnis, ataupun yang lainnya, kita hanya akan mendapatkan upah yang sepadan jika kita mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh.
Begitu pula dengan pekerjaan yang kita jumpai dalam gereja. Kita mungkin sudah terlibat dalam beberapa tugas pelayanan di gereja. Dalam setiap tugas yang kita miliki, apakah kita telah mempersiapkannya dan melaksanakannya dengan baik dan bertanggung jawab? Atau apakah kita menganggap remeh sehingga kita tidak tekun mengerjakannya?
Baik dalam lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun gereja, kiranya kita dapat mengerjakan pekerjaan dan tugas kita dengan baik serta dengan penuh tanggung jawab. Dalam sebuah rutinitas memang kita dapat merasakan kejenuhan sehingga kita bermalas-malasan untuk melakukan apa yang harus kita kerjakan. Tapi kiranya kita dapat membangkitkan motivasi dan semangat kita lagi di dalam setiap pekerjaan tersebut. Ingatlah apa tujuan kita untuk melakukannya. Ingat juga alasan mengapa kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh serta apa dampak yang akan terjadi jika kita tidak melakukannya dengan benar. Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai kita di dalam setiap pekerjaan yang kita miliki.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Yakub di rumah Laban
1 Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.
2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: ”Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?” Jawab mereka: ”Kami ini dari Haran.”
5 Lagi katanya kepada mereka: ”Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?” Jawab mereka: ”Kami kenal.”
6 Selanjutnya katanya kepada mereka: ”Selamatkah ia?” Jawab mereka: ”Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya.”
7 Lalu kata Yakub: ”Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi.”
8 Tetapi jawab mereka: ”Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami.”
9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya.
10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.
11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.
12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.
13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban.
14 Kata Laban kepadanya: ”Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku.” Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.
15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: ”Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu.”
16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
17 Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.
18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: ”Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”
19 Sahut Laban: ”Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.”
20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
