SAUH BAGI JIWA
Di Atas Kehendak Pribadi
Bacaan Alkitab Harian –
“Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham”
“Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham”
Setiap orang pasti mempunyai keinginan. Entah keinginan yang mudah dicapai atau sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkannya. Jika kita sangat menginginkannya, kita akan berusaha melakukan apa pun untuk bisa menggapainya. Misalnya kita ingin membeli sebuah mobil, maka kita akan menabung dan mencari penghasilan untuk bisa membelinya. Atau misalnya kita ingin anak kita menjadi seorang dokter, maka kita akan mendukungnya dalam pendidikan kedokteran, meskipun biaya pendidikannya tidak murah.
Mempunyai kehendak pribadi adalah suatu hal yang normal. Tapi, kita juga harus memperhatikan kehendak Tuhan. Adakalanya kehendak Tuhan berbanding terbalik dengan kehendak kita.
Hal tersebut terjadi dalam kehidupan Ishak. Ishak adalah ayah dari Esau dan Yakub. Sebelum kedua anaknya lahir, Tuhan telah menubuatkan bahwa “anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda” (Kej 25:23), yang berarti Esau akan menjadi hamba Yakub. Ishak sendiri dituliskan sayang kepada Esau, sedangkan Ribka mengasihi Yakub (Kej 25:28). Tentu Ishak ingin anak yang dikasihinyalah yang mendapatkan berkat. Namun pada akhirnya, dalam Kejadian 27, Ishak memberkati Yakub, setelah Yakub menipunya.
Menariknya, dalam kitab bacaan kita pada hari ini, Ishak mengakui berkat bagi Yakub. Bahkan, ia memberkati Yakub dengan berkat yang Allah berikan kepada Abraham. Pengakuan Ishak ini menunjukkan bahwa Ishak akhirnya menerima nubuat Tuhan kepada Ribka tentang keturunannya tersebut.
Dengan mengakui berkat Yakub yang seharusnya untuk Esau berarti Ishak harus mengesampingkan keinginan pribadinya untuk memilih anak sulungnya, Esau. Ketaatan untuk menerima keputusan Allah tidak hanya membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui kesalahannya, tapi juga kesediaan untuk sepenuhnya mengikuti kehendak Allah meskipun bertentangan dengan kehendak sendiri.
Seperti yang telah dijelaskan di awal, kita semua memiliki keinginan kita masing-masing. Namun kiranya di atas kehendak pribadi, kita masih menempatkan kehendak Allah sebagai prioritas paling utama.
Mengampuni orang yang telah menyakiti hati kita sangat sulit dan mungkin kita berniat untuk tidak pernah memaafkannya. Tapi kita tahu Tuhan menghendaki agar kita mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita—seperti yang tertulis dalam Doa Bapa Kami. Tuhan juga menginginkan kita untuk mempunyai pasangan yang seiman, tapi terkadang kita berkepala batu dan justru mencari orang yang ada di luar Tuhan. Masih ada banyak contoh lainnya yang dapat terjadi di dalam kehidupan kita sekarang ini.
Kiranya kita dapat belajar dari tokoh Ishak yang merendahkan hatinya untuk menerima keputusan Allah. Selain Ishak, kita juga dapat melihat tokoh Tuhan Yesus yang dengan rendah hati menerima dan menjalani rencana Allah, bahkan hingga mati di kayu salib demi keselamatan manusia (Mat. 26:39). Meskipun kehendak Allah bertentangan dengan ego dan kehendak pribadi kita, kiranya kita dapat merendahkan hati kita dan belajar untuk mengutamakan kehendak-Nya. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: ”Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.
2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.
3 Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.
4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham.”
5 Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.
6 Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ – pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: ”Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan” –
7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
8 maka Esau pun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
